Tafsir Surah Al-Mulk Ayat 10-12: Ketika Penyesalan Manusia Tiada Gunanya

2
2000

BincangSyariah.Com – Pada hakikatnya, semua orang akan menyesal pada hari akhirat kelak, kecuali mereka yang dinaungi oleh rahmat Allah swt. Jikalau dia orang yang baik, dia akan menyesal mengapa semasa hidupnya tidak dimaksimalkan untuk mengerjakan amal kebaikan. Dan sebaliknya, bagi mereka yang melalaikan bahkan mendustakan perintah agama serta senantiasa mengistiqamahkan keburukan justru lebih dalam lagi penyesalannya. Kisah penyesalan orang-orang yang tak mengindahkan peringatanNya termaktub dalam Surah al-Mulk ayat 10-12,

وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ (10) فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا لِأَصْحَابِ السَّعِيرِ (11) إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ

Dan mereka berkata, “sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala”. Maka mereka mengakui dosanya. Tetapi jauhlah (dari rahmat Allah) bagi penghuni neraka yang menyala-nyala itu. Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak terlihat oleh mereka, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar. (Q.S. al-Mulk [67]: 10-12) (Baca: Tafsir Surah Al-Mulk Ayat 7-9: Bukti Manusia Sering Mendustakan Peringatan Allah)

Tafsir Surah al-Mulk Ayat 10-12

Ibn Katsir menafsirkan kata nasma’u dalam ayat 10 tidak hanya mendengarkan atau memikirkan, akan tetapi mendayagunakan akal sehingga mereka (orang kafir) tidak terperosok dan terpedaya oleh kekafirannya sendiri.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far, telah menceritakan pada kami Syu’bah, dari Amr bin Murrah dari Abi al-Bukhturi al-Tha’i berkata bahwa telah mengabarkan kepadaku seseorang yang telah mendengarkan hadits dari Rasul saw, bahwa beliau bersabda, “manusia tidak akan binasa sebelum mereka menyadari akan kesalahan diri mereka sendiri.” Dalam hadits yang lain disebutkan, “tidaklah seseorang masuk neraka melainkan dia menyadari bahwa nereka merupakan tempat yang layak baginya ketimbang surga.”

Senada dengan Ibn Katsir, al-Baghawi dalam tafsirnya, Ibn Abbas dan Ibn Zujaj berkata, “sekiranya kami mendengarkan petunjuk atau menggunakan akal kami dengan sebenar-benar akal dan pendengaran sehingga kami mengerjakan perintah rasul niscaya kami tidak tergolong ashabis sa’ir (hina dina). Sedangkan al-Qurtuby menafsirkan redaksi fa’tarafu bidzanbihim pada ayat ke-11 dengan takdzibihim rusul (mereka mendustakan petunjuk rasul). Itulah sebabnya mereka dicap tidak hanya suhqan (jauh dari rahmat Allah) tetapi juga bu’dan (dilaknat oleh Allah).

Baca Juga :  Habib Rizieq Shihab: Karya dan Kontroversinya

Maka Ibn Asyur dalam al-tahrir wa al-tanwir-nya mengatakan balasan bagi orang yang takut kepada Allah, dalam hal ini takut dalam segala hal sehingga tidak mendahulukan maksiatnya dan tidak mengurangi jatah perintah-Nya, baginya maghfirah Allah yang meliputi pengampunan dosa mereka, terbebas dari neraka jahananm, pahala yang tiada putus, kenikmatan yang agung, kekuasaan yang tak terbatas, bidadari surga yang elok rupawan dan segala kebutuhannya terpenuhi lebih dari cukup. Itulah sebaik-baik balasan, sebab Allah ridha terhadap-Nya dan dimasukkan dalam surga-Nya.

Belajar Dari Penyesalan Orang Kafir

Mudah-mudahkan dari peringatan-peringatan Allah melalui kisah di atas betul-betul bisa menyadarkan kita untuk selalu mengoreksi, berintrospeksi diri terhadap apa-apa yang telah, sedang dan akan kita kerjalan sehingga tidak terperosok ke dalam lubang yang sama sebagaimana penyesalan orang-orang kafir dan segala kesibukan, aktivitas maupun segala yang kita miliki saat ini tidak sampai melalaikan untuk senantiasa mengingat Allah swt. Allah swt tak segan untuk menambahkan kenikmatan dan segala anugerahnya bagi mereka yang senantiasa bertakwa dan beriman kepadaNya. Semoga kita semua terhindar dari golongan fasuhqan li ashabis sa’ir. Wallahu A’lam []

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here