Tafsir Surah Al-Muddatstsir Ayat 31: Alasan Disebutkannya Jumlah Malaikat Zabaniyah

1
1094

BincangSyariah.Com – Surah Al-Muddatstsir ayat 31 memang tidak diturunkan bersamaan dengan ayat sebelumnya, yaitu ayat 30. Akan ketapi keduanya memiliki kaitan yang sangat erat. Surah Al-Muddatstsir ayat 31 sekaligus menjadi penjelas dari ayat 30 yang menyebutkan bahwa malaikat penjaga neraka berjumlah sembilan belas.

Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Muddatstsir ayat 31;

وَمَا جَعَلۡنَاۤ أَصۡحَـٰبَ ٱلنَّارِ إِلَّا مَلَـٰۤىِٕكَةࣰۖ وَمَا جَعَلۡنَا عِدَّتَهُمۡ إِلَّا فِتۡنَةࣰ لِّلَّذِینَ كَفَرُوا۟ لِیَسۡتَیۡقِنَ ٱلَّذِینَ أُوتُوا۟ ٱلۡكِتَـٰبَ وَیَزۡدَادَ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوۤا۟ إِیمَـٰنࣰا وَلَا یَرۡتَابَ ٱلَّذِینَ أُوتُوا۟ ٱلۡكِتَـٰبَ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَلِیَقُولَ ٱلَّذِینَ فِی قُلُوبِهِم مَّرَضࣱ وَٱلۡكَـٰفِرُونَ مَاذَاۤ أَرَادَ ٱللَّهُ بِهَـٰذَا مَثَلࣰاۚ كَذ⁠لِكَ یُضِلُّ ٱللَّهُ مَن یَشَاۤءُ وَیَهۡدِی مَن یَشَاۤءُۚ وَمَا یَعۡلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَۚ وَمَا هِیَ إِلَّا ذِكۡرَىٰ لِلۡبَشَرِ

Wa ma ja’alna ashhaban nari illa malaikatan, wa ma ja’alna ‘iddatahum illa fitnatan lilladzina kafaru liyastaiqinal ladzina utul kitaba wa yazdadal ladzina amanu imanan wa la yartabal ladzina utul kitaba wal mu’minuna wa liyaqulal ladzina fi qulubihim maradhun wal kafiruna ma dza aradallahu bihadza matsalan, kadzalika yudhillullahu man yasya’u wa yahdi man yasya’u, wa ma ya’lamu junuda rabbika illa huwa, wa ma hiya illa dzikra lil basyar.

Artinya:

“Dan yang Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat; dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu; dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata), “Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia.” [Q.S. Al-Muddatstsir (74): 31]

Baca Juga :  Tafsir Surah Al-Muddatstsir Ayat 1-3: Cara Nabi Memperingatkan Penduduk Makkah

Ketika orang kafir Quraisy mendapat kabar menyangkut Nabi Muhammad yang menyebutkan bahwa malaikat penjaga neraka berjumlah sembilan belas, sebagaimana redaksi ayat “alaiha tis’ata ‘asyar”, mereka lantas mencemooh isi ayat tersebut. Mereka merendahkan para malaikat dengan cara membanding-bandingkan jumlah dan kekuatan mereka.

Hal itu juga yang dilakukan oleh Abu Jahl dan Abul Asyad bin Kaldah bin Khalaf Al-Juhmi. Diceritakan bahwa suatu hari, Abu Jahl berkata, “Wahai orang-orang Quraisy, Muhammad menyatakan bahwa bala tentara Allah yang kelak mengazab kalian di neraka berjumlah sembilan belas, sementara kalian terbilang sangat banyak. Tidak mampukah seratus orang dari kalian menghadapi satu darinya.” Setelah itu Allah menurunkan surah Al-Muddatstsir ayat 31.

Lafal “wa ma ja’alna ashaban nari illa malaikah” menunjukkan bahwa Allah menjadikan para malaikat sebagai penjaga neraka. Malaikat itulah yang kemudian disebut dengan Zabaniyah, si juru siksa yang kasar dan keras. Sehingga akan runtuh ungkapan orang-orang kafir yang menyangka bahwa mereka kelak akan mampu menghadapi malaikat Zabaniyah.

Dalam ayat ini, dijelaskan pula alasan mengapa Allah menyebutkan jumlah malaikat penjaga neraka. Di samping itu juga terdapat hikmah, baik bagi orang kafir, ahlul kitab, maupun orang mukmin.

Merujuk redaksi “wa ma ja’alna ‘iddatahum illa fitnatan lilladzina kafaru”, maka penyebutan jumlah malaikat penjaga neraka dalam ayat 30 adalah sebagai fitnah bagi orang-orang kafir. Maksud dari lafal “fitnatan”, dalam Tafsir Ibnu Katsir diartikan sebagai ujian atau cobaan bagi orang-orang kafir. Penyebutan jumlah malaikat Zabaniyah dapat menjadi fitnah atau cobaan bagi orang-orang kafir itu disebabkan karena akan muncul pertanyaan yang membingungkan dalam benak mereka.

Terkait hal ini, Imam Ahmad bin Muhammad Ash-Shawi memberikan contoh pertanyaan yang mungkin saja muncul di benak orang-orang kafir. Di antaranya, ialah; “mengapa jumlah malaikat Zabaniyah tidak ditambah? Jumlah Zabaniyah sangat sedikit, bagaimana bisa menyiksa jin dan manusia yang begitu banyak, sejak Allah menciptakan hingga manusia yang terakhir dicabut nyawanya pada hari kiamat?” Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang mungkin saja menjadi ujian bagi orang-orang kafir.

Baca Juga :  Memahami Tiga Hikmah Membayar Zakat Versi Al-Ghazali

Selain itu juga supaya ahlul kitab (Yahudi) bisa yakin, atau sebagai penjelasan bagi mereka akan kebenaran kenabian Muhammad Saw., khususnya yang berkaitan dengan penyebutkan bahwa jumlah Zabaniyah ialah sembilan belas. Karena perkataan Nabi itu sejalan dengan apa yang termaktub dalam kitab orang Yahudi. Yaitu kitab-kitab samawi yang diturunkan kepada Nabi sebelum Muhammad Saw.

Adapun bagi orang yang sudah beriman ialah agar menjadikan mereka semakin bertambah lagi keimanannya kepada Allah dan Rasul-Nya (liyazdadal ladzina amanu imanan), dengan perantara menyetujui firman Allah tentang jumlah malaikat Zabaniyah.

Memahami penjelasan di atas, dapat dimengerti bahwa tujuan umum penyebutan jumlah malaikat Zabaniyah bagi alhul kitab (Yahudi) dan orang beriman ialah untuk menghilangkan keragu-raguan keduanya terhadap ayat-ayat Allah Swt. Sedangkan orang-orang kafir ialah mereka dicoba dengan pikirannya sendiri.

Imam Ibnu Katsir juga menafsirkan demikian. Beliau menyatakan bahwa dengan adanya ujian seperti itu, maka akan semakin kuat iman di dalam hati sebagian kaum dan akan bertambah goyahlah keimanan sebagian yang lainnya. Itulan cara Allah menunjukkan kepada orang yang beriman dan membinasakan orang-orang yang tiada keimanan dalam hatinya, (kadzalika yudhillullahu man yasya’, wa yahdi man yasya’).

Terakhir, Allah menutup ayat ini dengan kalimat “wa ma hiya illa dzikra lil basyar”. Allah menyatakan bahwa disebutkannya semua yang berhubungan dengan neraka Saqar di atas merupakan sebuah peringatan bagi seluruh manusia.

Wallahu a’lam bis shawab.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here