Tafsir Surah al-Ahzab Ayat 41-42: Anjuran Untuk Selalu Berzikir Pada Allah

0
66

BincangSyariah.Com – Berikut penjelasan Tafsir Surah al-Ahzab ayat 41-42 !

Berzikir merupakan suatu cara untuk selalu mengingat Allah. Sejatinya, zikir menghubungkan jiwa manusia dengan Allah dan menjadikannya selalu merasa kehadiran Allah dalam lubuk hatinya. Pendek kata, zikir adalah medium melanggengkan hubungan antara hamba dan Tuhan.

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُسْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ أَعْرَابِيًّا قَالَ لِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّ شَرَائِعَ الْإسْلَامِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيَّ ، فَأَنْبِئْنِيْ مِنْهَا بِشَيْءٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ ؟ قَالَ : لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللهِ

Dari ‘Abdullâh bin Busrin berkata, “Seorang badui (orang pelosok) datang pada Nabi Muhammad, kemudian berkata, ‘Wahai Baginda Nabi, sesungguhnya syariat Islam, sudah banyak kami  ketahui. Maka beritahukanlah pada kami, akan sesuatu yang bisa kami berpegang teguh kepadanya?. Lantas Nabi bersabda, ‘Hendaklah lidah mu senantiasa basah dengan selalu berdzikir kepada Allah.

Penjelasan pentingnya berzikir itu tersurat dalam Alquran, Q.S. as-Ahzab ayat 41-42. Allah berfirman;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا. وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلا

Artinya; Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah, zikir yang banyak ,dan sucikanlah dia pagi dan petang.

Dalam Menafsirkan surah al-Ahzab ayat 41-42, ada ulama yang mengartikan zikir dengan shalat. Arti shalat itu memahami kata bukrah sebagai shalat subuh, dan ashil sebagai shalat ashar. Pendapat ini beralasan , dengan melihat ayat al-Ahzab pada ayat 43, yang menggunakan kata yusalli.

Dalam Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an (2017), Profesor M. Quraish Shihab  mengatakan meskipun Allah dalam ayat di atas menggunakan kata “bukratan”—yang bisa diterjemahkan pagi—, dan “asila”— yang juga bisa dipahami sebagai sore—,tapi bukan berarti anjuran berzikir itu hanya pada dua waktu itu. Zikir pada Allah itu, sejatinya dilaksanakan setiap saat.

Lebih lanjut, menurut Quraish Shihab, kita tak harus membatasi zikir itu pada pagi dan siang. Pengertian pagi dan petang dalam ayat di atas, tidak harus dipahami dengan pengertian leterlek saja. Dan  juga tak membatasi zikir pada makna shalat semata. Pelbagai hal yang membuat kita mengingat Allah sejatinya adalah zikir.

Menurut Quraish Shibab kata (bukrah) memiliki makna arti awal siang , dan kata (asila) adalah masa sesudah ashar menjelang magrib. Kedua kata ini menggambarkan pangkal dan ujung siang. dalam hal ini ada dua pengertian. Pertama menggambarkan waktu dan masa tertentu—pagi dan sore saja.

Pengertian makna kedua; menggambarkan sepanjang hari dan setiap saat. Dalam pengertian ini zikir tak hanya dalam bentuk shalat dan bacaan tertentu. Segala aktivitas kerja yang mengingatkan kita terhadap Allah dimaknai sebagai zikir. Zikir dalam pengertian ini lebih luas maknanya.

Tafsir ayat 42 dalam Q.S al-Ahzab, menurut Fakhruddin Ar Razi dalam kitab Mafatihul Ghaib, seyogianya seorang hamba berzikir kepada Allah. Zikir itu berupa mengucapkan pujian atas keagunganAllah dan Kesucian-Nya dari segala sesuatu.  Ini merupakan makna pertama dari kata albukrah dan asila dalam ayat di atas. Sedangkan makna kedua dari ayat albukrah dan asila, adalah zikir dalam shalat. Ketika seorang shalat, ia mengucapkan zikir berupa pujian (tasbih) kepada Allah.

Ada pun Ibn Katsir dalam tafsirnya mengatakan makna ayat ini menekankan pentingnya berzikir kepada Allah. Di samping itu ayat ini juga mengandung anjuran untuk memperbanyak berzikir. Dengan berzikir kepada Allah, maka Allah akan mnurunkan rahmat dan ampunan kepada hamba-Nya.

Anjuran berzikir itu senantiasa dilakukan sepanjang hari, yaitu di waktu pagi dan petang. Hal itu senada dengan ayat lain yakni Q.S ar-Rum ayat 17-18. Allah berfirman;

{فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ}

Artinya;  Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh, dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu zuhur. 

Demikian penjelasan tentang tafsir surah al-Ahzab ayat 41-42: anjuran untuk selalu berzikir kepada Allah.

(Baca:Tafsir Surah as-Rum Ayat 41: Kerusakan Lingkungan di Darat dan Laut Akibat Perbuatan Manusia)

 

 

 

 

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here