Tafsir Sufyan At-Tsauri: Ahli Tafsir dari Kalangan Tabi’in

0
1423

BincangSyariah.Com – Imam Sufyan at-Tsaury dilahirkan pada tahun 97 hijriah di daerah Kufah.  Beliau merupakan pemuka tabi’in yang dihormati. Perjalanan hidupnya dibumbui dengan rihlah ilmiah yang bermanfaat bagi dirinya dan agamanya. Integritasnya dalam ilmu pengetahuan tidak diragkan lagi.

Pada suatu kesempatan Sufyan at-Tsauri sengaja tidak menghadiri sebuah majelis ilmu, kemudian beliau ditanya alasan melakukan hal tersebut, Sufyan at-Tsaury menjawab : Demi Allah, seandainya aku mengetahui bahwa mereka belajar murni karena Allah maka aku akan mendatangi dan mengajarkan mereka, akan tetapi merka menginginkan dari belajar tersebut kenikmatan dunia.”

Sufyan at-Tsauri merupakan amirul mukminin (gelar tertinggi) dalam bidang hadis, nama beliau terabadikan dalam silsilah perawi di kitab-kitab hadis terkenal seperti kutubus-sittah dan lain-lain. Hal ini diantaranya adalah karena beliau lahir dari keluarga yang mencintai ilmu pengetahuan. Ayahnya merupakan seorang  muhaddits (ahli hadis) terkenal dan ibunya seorang yang peduli akan luhurnya pengetahuan.

Sufyan at-Tsauri tumbuh dengan nuansa keilmuan mengitari kesehariannya. Keluarga adalah madrasah pertama manusia, dan keluarga at-Tsauri benar-benar mengajarkan kearifan kepada Sufyan at-Tsauri, sehingga kemudian beliau berkata : Saya awalnya mncari ilmu tanpa punya niat (karena ia masih kecil ketika itu) kemudian Allah menganugerahiku niat.”

Memasuki masa muda, Sufyan at-Tsauri berpikir untuk mencari kehidupan sendiri, maka ia pun berniaga. Beliau sempat disibukkan dengan urusan perniagaan, kendati demikian pada akhirnya beliau mendedikasikan hidupnya murni untuk terjun ke dunia keilmuan.

Sufyan at-Tsauri merupakan seorang yang sangat perhatian terhadap al-Qur’an. Imam Auza’ie berkata : Jika ditanyakan kepadaku ‘pilihlah seorang yang bisa menjelaskan makna al-Qur’an dan Sunnah Nabi!’ maka aku akan mengatakan kepada mereka bahwa Sufyan at-Tsaurilah yang pantas mendapatkan posisi penting tersebut.

Baca Juga :  Izhar Asatir al-Mudhillin fi Tasyabbuhihim al-Muhtadi : Kitab Kritik Tarikat milik Haji Rasul

Imam Sufyan At-Tsauri wafat pada tahun 161 H  dengan meninggalkan banyak warisan berharga untuk perkembangan Islam.

Karakteristik Tafsir Sufyan At-Tsauri

Kendati beliau oleh imam al-Auzhai dan sejumlah imam lainnya disebut sebagai ahli al-Qur’an, Sufyan al-Tsauri lebih dikenal sebagai ahli hadis yang memilki kredibiltas tinggi.  Bagi sejumlah pegiat tafsir nama Sufyan al-Tsauri kurang terlalu dikenal. Namanya redup dibawah sinar yang dibawa oleh Ibn Katsir, at-Thabari, Wahbah Zuhaili dan lainlain yang lebih nyata kepakarannya karena telah melahirkan karya tafsir utuh satu al-Qur’an.

Hal ini sebenarnya bisa dimaklumi, mengingat dininya zaman di mana Sufyan al-Tsauri hidup. Abad pertama dan kedua merupakan abad yang di dalamnya masih banyak generasi-generasi terbaik, yang diasuh langsung oleh para sahabat melalui cara didik yang mereka dapat dari Rasulullah Saw. Ketika itu budaya melahirkan karya berbentuk buku juga masih belum terlalu mengakar, sehingga pembuatan karya tafsir masih belum menjadi tuntutan zaman yang memang menjadi kewajiban. Berbeda dengan generasi-generasi setelahnya.

Produk tafsir at-Tsauri hanya berbentuk potongan-potongan saja. Menafsirkan ayat tidak secara runut dari al-Fatihah hingga An-Naas tuntas sebagaimana yang dilakukan oleh ulama sekarang. Pendapat-pendapat at-Tsauri tersebar d berbagai kitab tafsir dalam bentuk kutipan berbasis periwayatan.

Maka, merupakan langkah yang bijak dan bernas manakala Imtiyaz Ali Arsy, seorang mudir di maktabah ridho Rampur India, berjerih payah mengumpulkan produk tafsir Sufyan at-Tsauri menjadi satu buku dengan judul tafsir Sufyan at-Tsauri. Tafsir ini menggunakan riwayat Abu Ja’far Muhammad dari Abu Hudzaifah an-Nahdy dari At-Tsaury. Kitab inimemiliki tebal hingga 480 halaman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here