Tafsir Mimpi Orangtua Meninggal Menurut Ulama

0
3256

BincangSyariah.Com – Setiap makhluk yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Kematian tidak memandang kecil atau dewasa seseorang. Kematian seseorang hanyalah diketahui oleh Allah. Kita tidak tahu apakah orangtua meninggal duluan atau bahkan kita yang mendahului mereka. Semua rahasia ada di dalam pengetahuan Allah. Oleh karena itu, kita sudah seharusnya mempersiapkan bekal amal saleh untuk di alam barzakh nanti setelah kita meninggal. (Baca: Mimpi Melihat Bulan: Antara Pertanda Baik dan Buruk)

Tapi bagaimana jika suatu waktu kita pernah mimpi salah satu kedua orangtua meninggal? Apakah benar mereka akan meninggal karena mimpi kita tersebut? Wallahu a‘lam. Namun Imam Ibnu Sirin dalam Muntakhab al-Kalam fi Tafsir al-Ahlam pernah menjelaskan mengenai mimpi orangtua meninggal sebagaimana berikut:

ومن رأى أن أحد أبويه مات، فإنه تذهب دنياه ويفسد حاله وإن كان من طلاب الآخرة تعطل عن عمله

Orang yang bermpimpi bahwa salah satu dari kedua orangtuanya meninggal itu pertanda ia akan kehilangan harta duniawi dan kondisinya tidak stabil. Tapi bila ia merupakan orang yang mengejar akhirat itu pertanda ia akan berhenti dari pekerjaannya.

Tapi bagaimana bila mimpi sebaliknya? Orangtua bermimpi anaknya meninggal. Imam Ibnu Sirin juga menjelaskan tafsir tersebut sebagai berikut:

ومن رأى أن ابنه مات فإنه يخلص من عدوه. ومن رأى كأن ابنته ماتت فإنه ييأس من فرج

Orang yang bermimpi putranya meninggal itu pertanda ia akan selamat dari musuhnya. Sementara itu, orang yang bermimpi putrinya meninggal itu pertanda ia sulit bahagia.

Lebih jauh lagi, Imam Ibnu Sirin menjelaskan demikian.

موت الولد أمان من عدو وحصول ميراث

(Mimpi) kematian seorang putra itu pertanda akan lolos dari musuh dan mendapatkan warisan.

وموت البنت رجوع عن أمر فيه سرور

Baca Juga :  Tafsir Surah al-Waqi’ah Ayat 4 – 6: Pada Hari Kiamat Semuanya Luluh Lantak

(Mimpi) kematian seorang putri itu pertanda ia tidak jadi mendapatkan hal yang mengandung kebahagian.

وموت الوالد تحير بسبب معيشة، وموت الوالدة عدم وصول إلى مقاصد وحصول هم وحزن

(Mimpi) kematian ayah itu pertanda ia akan bingung karena kebutuhan hidup. Sementara itu, (mimpi) kematian ibu itu pertanda ia tidak akan mencapai tarfet dan mendapatkan kesulitan dan kesusuhan.

Penafsiran Imam Ibnu Sirin di atas bukanlah hal yang pasti, bisa benar, dan bisa juga keliru. Ala kulli hal, bila kita mimpi buruk, maka kita dianjurkan berdoa.

Ada dua doa yang diriwayatkan oleh Ibnu Sinni yang dianjurkan untuk kita baca ketika bermimpi buruk. Doa pertama adalah sebagai berikut;

هُوَ اللهُ ، اَللهُ رَبِّيْ لَا شَرِيْكَ لَهُ. أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَمِنْ شَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنِ

Huwallahu, allahu rabbi, la syarika lahu. A‘udzu bikalimatillahit tammati min ghadhabihi wa min syarri ibadihi wamin hamazatis syayatini wa an yahdhuruni.

“Dialah Allah, Allah Tuhanku. Tiada sekutu bagi-Nya. Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, kejahatan para hamba-Nya, dan godaan setan. Aku pun berlindung kepada-Nya dari kepungan setan itu.”

Doa kedua adalah sebagai berikut;

أَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَان وَسَيِّئاَتِ اْلأَحْلاَمِ

Allohumma inni a’zubika min ‘amalis syaithoni wa sayyi-atil ahlam.

“Ya Alloh aku berlindung kepadaMu dari perbuatan setan dan buruknya mimpi.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here