Tafsir Lakum Dinukum Wa Liya Din Menurut Imam al-Thabari

1
206

BincangSyariah.Com – Surah ke-109 ini terdiri atas 6 ayat. Surah ini berisikan tentang penetapan tauhid, berlepas dari kesyirikan, dan perbedaan besar antara Islam dan syirik. Pada umumnya, ulama menyebutkan surah ini dengan nama surah al-Kafirun. Sementara itu, lakum dinukum wa liya din merupakan ayat terakhir dari surah ini. Sebagian ulama tafsir menyebutkan, ada juga yang menyebutnya dengan surah al-Kafirin

Imam al-Thabari menyebutkan sebuah riwayat dari Ibnu Abbas bahwa sekelompok kafir Quraisy mendatangi Nabi Muhammad dan menjajikan kekayaan untuknya. Selain itu, mereka juga menawarkan pada Nabi untuk memilih wanita manapun yang ia sukai. Namun mereka menyaratkan pada Nabi untuk berhenti berdakwah meninggalkan sesembahan berhala kafir Quraisy. Jika Nabi tidak mau memilih harta dan wanita, kafir Quraisy menawarkan bergantian menyembah. Nabi menyembah berhala selama setahun, dan kafir Quraisy menyembah Allah setahun kemudian. Akhirnya Nabi pun menunggu wahyu turun dari Allah. Turunlah surah al-Kafirun ini.

Masih menurut Imam al-Thabari, Ibnu Zaid pernah meriwayatkan bahwa Nabi merespon kaum pagan Mekah dengan pernyataan demikian.

واليهود لا يعبدون إلا الله ولا يشركون، إلا أنهم يكفرون ببعض الأنبياء، وبما جاءوا به من عند الله. ويكفرون برسول الله، وبما جاء به من عند الله، وقتلوا طوائف الأنبياء ظلما وعدوانا. قال: إلا العصابة التي بقوا، حتى خرج بختنصر. فقالوا: عُزَير ابن الله، دعا الله ولم يعبدوه ولم يفعلوا كما فعلت النصارى، قالوا: المسيح ابن الله وعبدوه.

Orang-orang Yahudi itu hanya menyembah pada Allah, dan tidak menyekutukannya. Hanya saja, orang Yahudi memang kufur terhadap sebagian nabi mereka, ajaran-ajarannya yang datang dari Allah, dan Rasulullah saw. serta ajarannya. Selain itu, orang Yahudi membunuhi nabi-nabi mereka secara sadis. Hanya beberapa orang Yahudi saja yang tidak melakukan kezaliman. Ini sampai keluarlah Bukhtunashar, Nebukadnezar II, adalah penguasa Kekaisaran Babilonia Baru. Mereka berdoa pada Allah, namun tidak menyembahnya sebagaimana yang dilakukan umat Nasrani. Mereka menganggap Uzair itu anak Allah, sebagaimana Nasrani mengklaim Isa itu anak Allah. Wallahualam

Baca Juga :  Rukun Islam dalam Tokoh Wayang Kulit Pandawa Lima

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here