Tafsir Surah al-Rahman Ayat 41-45; Para Pendosa Tak Bisa Mengelak dari Siksa Neraka

2
170

BincangSyariah.Com – Perjalanan hidup manusia seakan dan memang benar selalu diselimuti oleh godaan setan sehingga hampir tidak ada rasa penyesalan. Di saat hari akhir tiba mereka akan menuai apa yang telah diperbuatnya. Allah Swt. berfirman :

يُعْرَفُ الْمُجْرِمُونَ بِسِيمَاهُمْ فَيُؤْخَذُ بِالنَّوَاصِي وَالْأَقْدَامِ. فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

“Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka. Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Q.S.al-Rahman: 41-42)

Di saat hari akhir tiba, para pendosa baik manusa maupun jin dibangkitkan dengan disertai tanda masing-masing dan mereka diperlakukan dengan sangat kejam. Untuk tanda tersebut diperjelas oleh para ulama sebagai berikut:

Dalam Tafsir Ibnu katsir disampaikan:

وقال الحسن وقتادة: يعرفونهم باسوداد الوجوه وزرقة العيون.قلت: وهذا كما يعرف المؤمنون بالغرة والتحجيل من آثار الوضوء

Al-Hasan dan Qatadah berkata “Mereka ditandai dengan hitamnya wajah dan birunya mata”. Hal ini sebagaimana para mukmin ditandai dengan bercahayanya wajah dan anggota wudlu akibat bekas air wudhu.

Dalam redaksi lain dikatakan:

وسيما المجرمين : سواد الوجوه وزرقة العيون ، قاله الحسن ، ويجوز أن يكون غير هذا من التشويهات ، كالعمى والبكم والصمم

“Tanda para pendosa adalah hitamnya wajah dan birunya mata, pendapat ini disampaikan oleh al-Hasan. Dan tanda tersebut bisa juga dengan kecacatan seperti buta, bisu dan tuli” (al-Bahru al-Muhith).

وهو يحتمل وجوهاً أحدها كي على جباههم قال تعالى يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِى نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ ( التوبة 35 ) ثانيها سواد كما قال تعالى فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ ( آل عمران 106 ) وقال تعالى وُجُوهُهُم مُّسْوَدَّة ٌ ( الزمر 60 ) ثالثها غبرة وقترة

“Tanda tersebut banyak kemungkinan, pertama; bekas bakaran besi panas pada jidat mereka, Allah berfirman “Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar denganya dahi mereka” (Q.S.al-Taubah : 35). Kedua; hitamnya wajah, Allah berfirman “Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya” (Q.S.Ali Imran : 106), “Muka mereka menjadi hitam” (al-Zumar : 60). Ketiga; adanya warna kehitam-hitaman seperti debu (Mafatihu al-Ghaib)”.

Baca Juga :  Ini Dua Cara Perempuan Menghindari Api Neraka

Selain dari tanda tersebut, para pendosa juga mendapakan perlakuan yang sangat keji akibat perbuatanya. Para mufassirin memahami gambaran perlakuan yang diterima oleh mereka dari penyampaian ayat di atas sebagai berikut :

Imam al-Qurthubi menyampaikan perlakuan yang diterima oleh mereka :

وقال الضحاك : يجمع بين ناصيته وقدميه في سلسلة من وراء ظهره. – إلى أن قال – حتى يندق ظهره ثم يلقى في النار. وقيل : يفعل ذلك به ليكون أشد لعذابه وأكثر لتشويهه. وقيل : تسحبهم الملائكة إلى النار ، تارة تأخذ بناصيته وتجره على وجهه ، وتارة تأخذ بقدميه وتسحبه على رأسه

“al-Dhahak berpendapat dikumpulkan ubun-ubun dan kedua telapak kakinya dengan rantai dari arah belakang punggung hingga remuk atau melumat lalu dibuang ke dalam neraka. Perlakuan tersebut agar mereka mendapatkan kecacatan dan siksaan yang sangat pedih. Disampaikan oleh ulama (pendapat) lain bahwa malaikat menarik mereka dengan (dalam satu waktu) memegang ubun-ubun dan wajah dibawah, dan (pada kesempatan lain) kedua telapak kaki dipegang dengan kepala di bawah”.

قال : تأخذ الزبانية بناصيته وقدميه ويجمع فيكسر كما يكسر الحطب في التنور

Ibnu Abas berpendapat bahwa malaikat Zabaniyah memegang ubun-ubun dan kedua telapak kaki mereka dan mengumpulkanya hingga pecah seperti kayu kering pecah di atas tumpu” (al-Dur al-Mantsur fi al-Tafsir bi al-Ma’tsur li al-Suyuthi)

Kitab al-Dur al-Mantsur fi al-Tafsir bi al-Ma’tsur li al-Suyuthi menyampaikan sebuah hadis :

وأخرج عبد الرزاق في المصنف عن رجل من كندة قال : قلت لعائشة رضي الله عنها : أسمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : إنه يأتي عليه ساعة لا يملك لأحد شفاعة قالت : نعم لقد سألته فقال : نعم حين يوضع الصراط وحين تبيض وجوه وتسود وجوه وعند الجسر حتى يشحذ حتى يكون مثل شفرة السيف ويسجر حتى يكون مثل الجمرة فأما المؤمن فيجيزه ولا يضره وأما المنافق فينطلق حتى إذا كان في وسطه خز في قدميه يهوى بيديه إلى قدميه فهل رأيت من رجل يسعى حافيا فيؤخذ بشوكة حتى تكاد تنفذ قدميه فإنه كذلك يهوى بيديه إلى قدميه فيضربه الزباني بخطاف في ناصيته فيطرح في جهنم يهوي فيها خمسين عاما فقلت : أيثقل قال : يثقل خمس خلفات فيومئذ {يعرف المجرمون بسيماهم فيؤخذ بالنواصي والأقدام}.

Baca Juga :  Abdurrahman bin Auf dan Sa'ad bin Ar-Rabi': Sahabat Sampai Akhirat

Dikeluarkan oleh Abdurrozak dalam karyanya, seorang laki-laki yang berasal dari sebuah bukit berkata : Aku bertanya kepada ‘Aisyah “Apakah engkau mendengar rasul berkata bahwa suatu saat akan datang waktu yang tidak seorangpun memiliki syafa’at ?”. ‘Aisyah berkata : Iya, sungguh aku telah menanyakanya kepada rasul lalu dia (nabi) menjawab : “Benar, saat jembatan di atas neraka diletakan, wajah-wajah bersinar dan menjadi hitam dan jembatan tersebut diasah (dipertajam) hingga seperti mata pedang serta dibakar hingga seperti bara api maka orang mukmin melewati dan tidak membahayakanya. Para munafiq berangkat menyeberangi dengan cepat-cepat dan ditengah jembatan tersebut kedua telapak kaki tertusuk dan akhirnya menarik (badanya) dengan kedua tangan, apakah kalian melihat seorang laki-laki berjalan tanpa alas kaki kemudian tertusuk duri hingga menyelamatkan kedua telapak kakinya, begitulah mereka menarik (badan) dengan kedua tanganya. Kemudian malaikat Zabaniyah merenggut ubun-ubunya lalu dibuang ke dalam neraka jahannam, jatuh kebawah (sampai neraka tersebut) dalam waktu lima puluh tahun”. Kemudian aku bertanya “apakah ia dibebani?”. Nabi menjawab “dibebani dengan lima kecacatan maka disaat ini ; Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka (Q.S.al-Rahman :41)

Selanjunya setelah mereka berada pada neraka Allah SWT.berkata :

هَذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي يُكَذِّبُ بِهَا الْمُجْرِمُونَ. يَطُوفُونَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيمٍ آنٍ. فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa. Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya. Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”(Q.S.al-Rahman : 43-45)

Ayat di atas menjelaskan keberadaan setelah para pendosa berada di neraka, mereka berputar-putar antara api neraka dan air mendidih yang memuncak panasnya. Disaat mereka meminta pertolongan dari panasnya api neraka maka mereka digiring ke air panas tersebut serta disiramkan dari atas kepalanya dan diwaktu mereka meminta pertolongan dari panasnya air tersebut maka digiring ke arah api tersebut. Dalam Hasyiyah al-Shawi disampaikan :

Baca Juga :  Adakah Pasar di Akhirat Nanti?

إن واديا من أودية جهنم يجتمع فيه صديد أهل النار فيغمسون بأغلالهم فيه حتى تنخلع أوصالهم ثم يخرجون منها قد أحدث الله لهم خلقا جديدا فيلقون في النار فذلك قوله تعالى (يَطُوفُونَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيمٍ آنٍ)

“Sungguh jurang dari beberapa  jurang jahannam, didalamnya terkumpul nanah yang bercampur darah yang berasal dari ahli neraka. Lalu mereka ditenggelamkan di dalamnya hingga tulang-tulang terputus kemudian mereka dikeluarkan darinya dengan bentuk yang baru (pecahan tulangnya disatukan kembali) lalu dimasukan ke dalam api. Itulah maksud ayat “Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya”(Q.S.al-Rahman :44).

Wallahu A’lam.

2 KOMENTAR

  1. […] Ayat di atas diturunkan saat Abu Bakar al-Shidiq menyebutkan kejadian hari kiamat dan hisab serta keberadaan surga dan neraka. Selesai dari penyampaianya, dia berkata “Aku ingin menjadi hijau-hijauan yang dimakan oleh binatang dan tidak diciptakan (dibangkitkan). Seusai penyampaianya ini, turunlah ayat “Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhanya ada dua surga” (Q.S.al-Rahman : 46). (Baca: Tafsir Surah al-Rahman Ayat 41-45; Para Pendosa Tak Bisa Mengelak dari Siksa Neraka) […]

  2. […] Ayat di atas diturunkan saat Abu Bakar al-Shidiq menyebutkan kejadian hari kiamat dan hisab serta keberadaan surga dan neraka. Selesai dari penyampaianya, dia berkata “Aku ingin menjadi hijau-hijauan yang dimakan oleh binatang dan tidak diciptakan (dibangkitkan). Seusai penyampaianya ini, turunlah ayat “Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhanya ada dua surga” (Q.S.al-Rahman : 46). (Baca: Tafsir Surah al-Rahman Ayat 41-45; Para Pendosa Tak Bisa Mengelak dari Siksa Neraka) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here