Tafsir Al-Munafiqun Ayat 1: Hakikat Sifat Munafik

0
1386

BincangSyariah.Com – Pada bagian awal Al-Quran, Allah Swt. Mengelompokan umat manusia kedalam tiga golongan, yakni: mukmin, kafir, dan munafik. Kemudian dilanjutkan dengan menguraikan ciri-ciri orang munafik secara panjang lebar. Golongan munafik dibahas dengan sangat panjang karena mereka sangat berbahaya di masyarakat. Oleh karenanya, sangatlah perlu kita mengenali ciri-ciri dan nasib mereka ini.

Allah Swt. secara khusus menjelaskan tentang munafik dalam satu surat. Surat tersebut diberi nama surah al-munafiqun. Surat tersebut diturunkan di Madinah dengan jumlah 11 ayat. Asbabun nuzul dari surat ini adalah kesaksian palsu Abdullah bin Ubay dan kawan-kawannya kepada Rasulullah Saw.

Diriwayatkan dalam Shahih Bukhori, Zaid bin Arqam pernah mendengar Abdullah bin Ubay berkata kepada teman-temannya: “Kalian jangan member nafkah kepada orang-orang yang dekat kepada Rasulullah Saw. Sebelum mereka meninggalkan agamanya, apabila kita pulang ke Madinah, pasti orang yang mulia akan mengusir orang yang hina dari kota itu.

Mendengar perkataan tersebut Zaid bin Arqam melaporkan kepada pamannya, yang kemudian pamannya langsung melapor kepada Rasulullah Saw. Akan tetapi setelah Rasulullah memanggil Abdullah bin Ubay dan kawan-kawannya, mereka semua tidak merasa pernah berkata demikian. Pada kejadian tersebut Rasulullah lebih percaya kepada perkataan Abdullah bin Ubay, lalu Allah menurunkan surat ini.

Penafsiran Surat

Allah berfirman dalam Q.S Al-Munafiqun ayat 1:

إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ

“Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata ‘kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah. Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta(Q.S Al-Munafiqun: 1)

Kebohongan adalah berbedanya ucapan dengan pengetahuan pelaku, baik yang di ucapkan itu sesuai dengan kenyataan atau tidak. Menurut Ibnu Katsir, Allah swt menceritakan perihal orang-orang munafik yang hanya mengakui islam dengan mulutnya saja. Adapun didalam batin mereka adalah kebalikannya dan tidaklah seperti apa yang dilahirkan oleh mereka.

Hasan Al-Basri juga mengatakan bahwa di antara tanda kemunafikan adalah berbedanya hati dan lisan, berbeda antara sesuatu yang tersembunyi dan sesuatu yang nampak, berbeda antara yang masuk dan yang keluar. Sehingga sikap munafik ini sama saja seperti bahaya yang tidak tampak dari luar.

Dalam tafsir Al-Misbah kata nasyhadu pada ayat pertama tersebut digunakan untuk menyampaikan sesuatu yang bersifat pasti, ia terambil dari kata syahida yang berarti “Melihat dengan mata kepala atau mata hati.” Ada juga ulama yang memahami kata pada ayat tersebut dengan artian kami bersumpah.

Sehingga dapat dipahami bahwa orang-orang munafik dalam nampaknya sangat bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah Rasulullah. Sangat sulit diketahui dari perkataannya bahwa ia sedang berdusta. Kemudian redaksi selanjutnya menjelaskan bahwa Allah mengetahui bahwa orang-orang munafik adalah seorang pendusta.

Kata kadzibbun adalah bentuk jama’ dari kata kadzib yakni pelaku kebohongan. Ia terambil dari kata kadziba yang diartikan sebagai berbohong, melemah, dan mengkhayal dan lain-lain. Kebohongan adalah menyampaikan sesuatu yang berbeda dengan kenyataan yang telah diketahui oleh penyampainya. Kebohongan dalam arti tersebut menunjukan kelemahan pelakunya karena ia tidak mampu menyampaikan kenyataan yang diketahuinya.

Dalam Tafsir Al-Amtsal Al-Quran dijelaskan bahwa pada hakikatnya kemunafikan adalah sejenis penyakit, karena pada dasarnya manusia hanya memiliki satu wajah,dan pada dirinya terdapat keseimbangan antara ruh dan jasad karena lahir dari batin, ruh dan jasad saling menyempurnakan.

Dari penjelasan di atas sudah jelas bahwa sifat munafik ini sangatlah tercela. Sehingga sudah seharusnya kita untuk menjauhi sifat tersebut. Semoga kita semua terhindar dari orang yang berperilaku munafik. Aamiin Allohumma Aamiin.

Wallahu a’lam bishowab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here