Tabi’iyyat yang Paling Utama

0
470

BincangSyariah.Com – Orang yang bertemu dengan sahabat Nabi saw. dalam keadaan Islam dan meninggal dalam keadaan Islam adalah tabi’in (laki-laki) atau tabi’iyyat (perempuan). Mereka merupakan generasi ketiga setelah Rasulullah saw. dan para sahabat. Di antara mereka ada yang dianggap lebih utama atau memiliki keistimewaan dari yang lainnya. Lalu siapakah tabi’iyyat yang paling utama itu?

Syekh Mahmud Ath-Thahhan di dalam kitab Taisir Mustalah Al-Hadis mengutip pendapat Abu Bakar bin Abi Daud yang mengatakan bahwa tabi’iyyat yang paling utama adalah sebagai berikut.

Pertama: Hafshah binti Sirin

Ia menikah dengan Abdurrahman dan dikaruniai seorang anak bernama Hudzail. Oleh karena itu, ia dikenal juga dengan nama Ummul Hudzail (ibunya Hudzail). Menurut imam Adz Dzahabi di dalam Tarikhul Islam, ia adalah wanita yang tidak ada bandingannya pada masanya. Ia ahli fiqih, jujur, mulia, dan besar kemampuannya. Selain dikenal sebagai ahli hadis dan ahli fikih, ia juga dikenal dengan ahli ibadah. Bahkan Abu Abdirrahman Muhammad bin al Husain bin Muhammad bin musa bin Khalid al azdi  memasukkan ia dalam barisan tokoh sufi di dalam kitabnya Thabaqatus Shufiyyah. Mantan budak dari Anas bin Malik ini wafat di tahun 101 hijriah

Kedua: Amrah binti Abdurrahman

Amrah binti Abdurrahman bin Sa’d bin Zurarah Al-Anshariyah Al-Madaniyah adalah ibu dari Abu Ar-Rijal Muhammad bin Abdurrahman Al-Anshari. Ia dibawah asuhan Aisyah r.a. istri Nabi saw. sehingga ia dikenal sebagai orang yang paling paham atau yang paling otoritas dalam meriwayatkan hadis dari Aisyah r.a. Wanita yang juga dikenal pandai ini wafat pada tahun 98 H. ada yang mengatakan 106 H. di usianya yang ke 77 tahun.

Ketiga: Ummu Darda’ Ash-Shughra

Nama aslinya adalah Hujaimah (ada yang mengatakan Juhaimah) binti hay. Ia adalah istri dari Abu Darda’. Ia wafat di tahun 81 H. Ia dikenal sebagai wanita yang ahli dalam bidang fiqih dan ahli ibadah.

Demikianlah tiga di antara tabi’iyyat yang paling utama dari lainnya. Di mana masing-masing dari mereka memiliki keunggulan dalam bidang fiqih, hadis, dan dikenal sebagai ahli ibadah sehingga tidak heran jika ketiganya dikategorikan dalam tabi’iyyat yang paling utama atau afdhal. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here