Tabi’in yang Paling Utama

0
508

BincangSyariah.Com – Orang yang bertemu dengan sahabat Nabi saw. dalam keadaan Islam dan meninggal dunia dalam keadaan Islam adalah tabi’in (laki-laki) atau tabi’iyyat (perempuan). Mereka merupakan generasi ketiga setelah Rasulullah saw. dan para sahabat. Di antara mereka ada yang dianggap lebih utama atau memiliki keistimewaan dari yang lainnya. Lalu siapakah tabi’in yang paling utama itu?

Syekh Mahmud Ath-Thahhan di dalam kitab Taisir Mustalah Al-Hadis menjelaskan sebagai berikut.

هناك أقوال للعلماء في أفضلهم ، والمشهور أن أفضلهم سعيد بن المسيب

Ada beberapa pendapat ulama tentang tabi’in yang paling utama. Dan pendapat yang masyhur adalah bahwa tabi’in yang paling utama adalah Sa’id bin Al-Musayyab.

Lebih lanjut, Syekh Mahmud Ath-Thahhan mengutip pendapat imam Abu Abdirrahman Muhammad bin Khafif Asy-Syairazi yang mengatakan:

Menurut penduduk Madinah, mereka mengatakan bahwa tabi’in yang paling utama adalah Sa’id bin Al-Musayyab.

Sa’id bin Al-Musayyab bin Hazn bin Abi Wahb bin Amr bin ‘Aidz bin Imran bin Makhzum Al-Qurasyi Al-Makhzumi. Ia adalah salah satu tabi’in yang senior yang alim, ahli fiqih, dan seorang mufti. Ia lahir dua tahun setelah diangkatnya khalifah Umar bin Al-Khattab dan wafat setelah tahun 90 H.

Menurut penduduk Kufah, mereka mengatakan bahwa tabi’in yang paling utama adalah Uwais Al-Qarni.

Uwais bin Amir bin Juz bin Malik Al-Qarni. Ia dari Bani Qarn bin Dirman bin Najiyah bin murad. Ia merupakan salah satu ahli ibadah yang berasal dari Yaman dan tinggal di Al-Qaffar dan Ar-Rimal. Pada dasarnya ia hidup di masa Rasulullah saw. ketika masih hidup, hanya saja ia tidak sampai dapat melihat wajah Rasulullah saw. sehingga ia tidak dapat digolongkan “sahabat” tetapi tabi’in. Ia menyaksikan perang Shiffin dan disebutkan ia terbunuh dalam peperangan itu di tahun 37 H./657 M.

Baca Juga :  Tabi'iyyat yang Paling Utama

Sementara itu, penduduk Bashrah mengatakan bahwa tabi’in yang paling utama adalah Al-Hasan Al-Bashri.

Al-Hasan bin Abil Hasan. Nama aslinya adalah Yasar Al-Bashri Al-Anshari. Ia adalah bekas hamba sahaya Zaid bin Tsabit. Ia seorang yang terkenal kefaqihannya dan salah satu periwayat hadis Nabi saw. Ibunya bernama Khairoh mantan hamba sahaya Ummu Salamah; istri Rasulullah saw. Ia wafat pada tahun 110 H.

Demikianlah para tabi’in yang paling utama. Masing-masing dari mereka memiliki kapasitas ilmu yang tinggi dan keistimewaan. Wa Allahu a’lam bis Shawab.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here