Syekh Yusuf Al-Makassari: Pahlawan Nasional dari Makassar

0
10

BincangSyariah.Com – Syekh Yusuf Al-Makassari adalah seorang pahlawan yang berasal dari Makassar. Disertasi Abu Hamid yang berjudul Syekh Yusuf Makassar: Seorang Ulama Sufi dan Pejuang (2005) mencatat tentang sejarah hidupnya sebagai berikut:

Pada awalnya, Syekh Yusuf Al-Makassari meninggalkan Kerajaan Makassar hanya untuk memperdalam ilmu agama di beberapa daerah di Nusantara. Hal tersebut membuat beliau memiliki banyak guru. Akhirnya, beliau pun berhasil memeroleh gelar Syekh.

Syekh Yusuf berangkat ke Mekkah pada 1649 melalui Banten. Ia lalu melanjutkan ke Aceh dan terus ke Timur Tengah. Setelah melakukan ibadah haji, beliau kemudian berguru pada beberapa orang ulama besar di sana.

Pada waktu itu ia memilih Banten sebab agama Islam di daerah ini telah mengalami perkembangan begitu pesat. Sekembalinya dari Mekkah pada 1664, ia terlebih dahulu singgah di Kerajaan Makassar.

Selama ia berada di Kerajaan Makassar, ia merasa sangat kecewa saat melihat perkembangan agama Islam yang melenceng jauh dari ajaran yang semestinya. Beliau lalu menyarankan kepada para penguasa pada saat itu agar ajaran agama Islam ditegakkan dengan benar.

Sayangnya, para penguasa tidak menghiraukannya. Ia pun kecewa dan meninggalkan Kerajaan Makassar untuk kedua kali menuju Banten. Pada saat itu, Banten diperintah oleh Sultan Ageng Tirtayasa.

Saat terjadi konflik intern yang berujung pada peperangan, Sultan Ageng kemudian dibantu oleh anaknya yang lain dan menantunya Syekh Yusuf. Pada waktu itu, Sultan Haji dibantu oleh VOC. Perang pun terjadi antara anak dan bapak yang dimenangkan oleh Sultan Haji atas bantuan VOC.

Kemudian Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap lalu dipenjarakan di Batavia. Syekh Yusuf juga turut ditangkap lalu diasingkan ke Sailon. Dari Sailon, ia kemudian dipindahkan ke Tanjung Harapan, Afrika Selatan.

Baca Juga :  Peringatan Haul Pahlawan Nasional K.H. Abdul Wahab Chasbullah ke-48 di Jakarta

Selama enam tahun, ia mengabdikan hidup untuk mengajarkan agama Islam. Syekh Yusuf lalu meninggal dunia pada usia 73 tahun tepatnya pada 23 Mei 1699. Ia dianggap sebagai peletak dasar dan penyiar Islam di Afrika Selatan. Ia sangat dihormati oleh penduduk setempat, termasuk Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela.

Perjuangan Nelson Mandela untuk menghentikan apartheid di Afrika Selatan berhasil dilakukan lantaran terinspirasi dari perjuangan Syekh Yusuf. Dalam menjalani pembuangannya di Afrika Selatan, ia tidak pernah membedakan asal-usul dan agama seseorang.

Ia telah berjuang melintasi laut dan melawan Belanda di Banten. Ia adalah sosok pejuang bidang keagamaan dan pejuang dalam menegakkan harkat dan martabat bangsa yang telah diinjak-injak oleh penjajah.

Ia lahir dan besar di Kerajaan Makassar. Meski begitu, sebagian besar hidupnya dihabiskan untuk berjuang di kampung orang yang jauh dari tanah kelahirannya. Ia berhasil menjadi ulama besar sekaligus perjuangan kemerdekaan yang sangat dihormati di Banten.

Selain dikenal sebagai Pahlawan Nasional dua bangsa lintas benua, Syekh Yusuf Al-Makassari juga dikenal sebagai ulama lima makam yaitu di Tanjung Harapan (Afrika Selatan), Ceilon (Srilanka), Banten (Jawa Barat), Sumenep (Jawa Timur) dan di Lakiung, Gowa (Sulawesi Selatan).

Dari kelima makam tersebut, makam yang berada di Lakiung (Kobbang), Makassar, Sulawesi Selatan adalah makam yang dipercaya sebagai makam asli.

Hal ini disebabkan karena yang dimakamkan di area pemakaman tersebut adalah keranda bersama tulang-tulangnya. Sementara itu, yang dimakamkan di Afrika Selatan, negara tempat meninggalnya, adalah sorban dan jubah beliau.

Sama halnya dengan makam yang ada di Banten, Sumenep dan Srilanka. Di tiga tempat tesebut, hanya sorban dan jubah beliau yang dimakamkan. Meskipun ia kurang lebih hanya enam tahun berada di Afrika Selatan untuk mengembangkan agama Islam, tapi pengaruhnya masih dirasakan oleh masyarakat setempat sampai saat ini.

Baca Juga :  Merupakan Akhlak Tercela, Ini Kisah Ulama yang Ingin Selalu Dihormati

Syekh Yusuf Al-Makassari menjadi kebanggaan orang-orang Afrika Selatan. Presiden Nelson Mandela bahkan pernah berkata saat penganugerahan gelar Pahlawan Nasional yang digelarkan padanya bahwa Syekh Yusuf adalah putra terbaik Afrika dan kepemimpinannya tidak terlepas dari pengaruh sosok Syekh Yusuf.[] (Baca: Perjuangan Para Pahlawan Nasional dari Kalangan Pesantren)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here