Profil Syekh Usamah Al-Azhari, Penasihat Kepresidenan Republik Mesir

0
283

BincangSyariah.Com – Syekh Usamah yang memiliki nama lengkap Usamah Sayyid Mahmud Muhammaad al-Azhari merupakan guru besar di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Ia lahir di Kota Alexandria, Mesir pada 16 Juli 1976. Sejak kecil ia mempelajari ilmu agama Islam dan menghapal Alquran dari ayahnya. Kemudian ia dibawa oleh ayahnya ke sebuah daerah bernama Suhaj yang merupakan kampung halaman ayahnya sendiri.

Daerah tersebut merupakan daerah yang sangat kental dengan tradisi keislaman, keilmuan dan budayanya. Tempat tersebut menjadi lingkungan yang sangat mendukung untuk mempelajari agama. Di sana juga banyak sekali penghapal Alquran dan mempunyai apresiasi yang besar terhadap orang yang berilmu.  Sayyid Usamah terbentuk menjadi pribadi yang mencintai ilmu dan Islam. Ia kemudian mempelajari beberapa bidang keilmuan dari berbagai guru.

Ayahnya mendidiknya begitu disiplin dan tegas. Sejak kecil ia telah diajarkan tentang kedisplinan dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Bahkan ayahnya sendiri melarangnya untuk terlalu banyak bermain dan bergurau. Ia sudah dikirim oleh ayahnya ke berbagai tempat untuk menimba ilmu dari para ulama, baik ke tempat yang dekat maupun yang jauh. Ayahnya pun selalu memanjatkan doa untuknya agar dikaruniai rezeki yang berlimpah berupa ilmu yang bermanfaat.

Setelah melakukan safari keilmuan selama beberapa tahun ia melanjutkan pendidikan tingkat tinggi ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. pada tahun 1999 ia ditanyakan lulus sebagai sarjana strata satu di Fakultas Ushuluddin dengan predikat istimewa. Pada fakultas yang sama ia melanjutkan ke tingkat magister dan lulus pada tahun 2005. Lalu lulus pada tingkat doktoral pada tahun 2011 di Fakultas Ushuluddin.

Perjalanan beliau mencari ilmu tidak hanya pada pendidikan formal saja, tapi juga mengikuti majlis-majlis talim bersama beberapa Syekh. Misalnya Syekh Said Ramadhan Al-Bouti  di Damaskus. Ia juga melakukan safari belajar ke Yaman beberapa negara di Timur Tengah. Dari perjalanan keilmuannya ia mendapatkan banyak ijazah berupa sanad dari beberapa ulama besar.

Baca Juga :  Karamah Jumat Bersama Syekh Ali Jumah

Sejak tahun 2005 hingga 2009 ia dipilih oleh Syekh Ali Jumah selaku Mufti di Mesir sebagai khatib di Masjid Sultan Hassan dan mengajar kitab Arbain Nawawi setiap selepas shalat Jumat selama setahun. Selain itu ia juga mengajar di Universitas Al-Azhar dan di Masjid Riwaq Al-Atrak.

Ia mengajar ilmu-ilmu ushuluddin seperti hadis, tafsir, ilmu mantiq dan sebagainya. Ia juga menjadi Senior fellow di lembaga Kalam and Research media. Selain menjadi khatib dan mengajar, ia juga memiliki karya tulis berupa kitab yang berisi kritikan beliau terhadap Sayyid Qutb. Karyanya berjudul Al-Haqqul Mubin fii Raddi ‘alaa man Talaaba bid-Din. Ada juga karya lainnya yang terkenal, kitabnya berjudul Ihya Ulumu al-hadiits.

Selain keilmuan dan karyanya yang memberi pengaruh terhadap banyak orang, ia juga merupakan ulama yang peduli tentang kemanusiaan dan sosial. Seringkali diundang ke berbagai acara dan kuliah umum di setiap Universitas di Indonesia. Menyampaikan pesan-pesan damai dan paham anti radikalisme. Seperti yang ia lakukan di beberapa negara lain. Hubungan Indonesia dengan Mesir sudah merupakan hubungan yang erat dan berlangsung lama.

Beberapa karya Syekh Usamah adalah Asaaniid al-Mishriyyin yang berisi tentang golongan ulama Mesir kontemporer beserta silsilah sanad hadisnya dan keterangannya. Lalu ada juga kitab Muqoddimah ibn as-sholah, Ihya Ulum al-hadis, al-Ihya al-Kabiir, Shoidu al-Lu’lui, al-Madkhol ila Ushuli at-Tafsir.

Selain menerbitkan buku, beliau juga menulis jurnal yang dipresentasikan di beberapa konferensi dan diterbitkan di majalah. Dakwah beliau juga bukan hanya di karya tulis media cetak, beliau juga aktif di Facebooknya dengan nama akun “Usamah Elsayed Alazhary”. Selain itu beliau juga aktif berdakwah di Youtube dengan mnggugah rekaman ceramahnya ke akun Youtubenya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here