Syekh Taufiq Ramadhan Al-Buthi : Indonesia adalah Taman Surga

0
709

BincangSyariah.Com – Ketua Persatuan Ulama Suriah Syekh Taufiq Ramadhan Al-Buthi mengisi forum seminar, di arena Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Ponpes Miftahul Huda Al-Azhar, Banjar, Jawa Barat, pada Rabu malam (27/2).

Syekh Taufiq Al-Buthi hadir bersama Syekh Musthafa Zahran dari Mesir. Seperti kunjungan-kunjungan sebelumnya di Indonesia, anak dari ulama besar Suriah Syekh Said Ramadhan Al-Buthi ini terlihat mengenakan peci khas Nusantara.

Di hadapan peserta Munas NU saat itu, Syekh Taufiq Ramadhan al-Buthi mengungkapkan kekagumannya kepada Negara Indonesia karena di tengah keberagaman budaya, Indonesia mempunyai persatuan yang sangat kuat.

Persatuan itulah yang tentu saja membawa perdamaian di Indonesia, lebih jauh, Syekh Taufiq juga mengatakan agar persatuan ini tetap terjaga maka ada tiga cara untuk menyelamatkan negeri dari perpecahan yaitu ilmu, tazkiyyatun nafsi, dan sikap waspada.

“Patut kita terus bersyukur pada Allah Ta’ala yang mengaruniai negeri ini masih aman dan damai, ” imbuhnya di hadapan para peserta Munas dan warga NU.

Pada kesempatan tersebut, kekaguman Syekh Taufiq Ramadhan al-Buthi kepada Negara Indonesia terus terlontar dari mulutnya. ia bahkan menegaskan bahwa Indonesia layaknya taman surga.

Dalam pembukaan ceramahnya, Syekh Taufiq berkata di hadapan ribuan santri:

نحن الان نتحير فى الجنة ام فى الدنيا

“Pada saat ini terus terang kami bingung (tidak percaya) apakah sedang berada di surga atau di dunia.”

Dilansir dari laman NUOnline, menurut Sya’roni yang mengikuti dan menyaksikan kegiatan Syekh Taufiq, bahwa ketika mengucapkan kalimat-kalimat tersebut terlihat sekali dari getaran suaranya bahwa ia nampak terharu, pun bahasa tubuhnya seakan menggaambarkan kebahagiaan ketika menyaksikan perdamaian dan kesatuan di negeri Indonesia.

Baca Juga :  Kisah Nadhr bin Harits, Minta Diazab Dihadapan Rasulullah

Munas-Konbes NU tahun 2019 kali ini mengangkat tema “Memperkuat Ukhuwah Wathaniyah untuk Kedaulatan Rakyat” dan diikuti perwakilan Pengurus Wilayah NU (PWNU) dari 34 provinsi, lembaga dan badan otonom NU di tingkat pusat, serta para kiai dari berbagai pesantren.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here