Syeima; Putri Halimah Sa’diyah Saudara Perempuan Sepersusuan Rasulullah

1
16

BincangSyariah.Com – Orang-orang Arab memiliki tradisi membawa putra-putrinya kepada para perempuan kampung. Selain perempuan kampung dapat menjamin gizi yang bagus, nilai sastra dan bahasa orang perkampungan Arab juga mempunyai nilai yang sangat tinggi. Hal ini juga yang dialami oleh Rasulullah. Semasa kecil, seorang perempuan Badui mendatangi keluarga Rasulullah untuk menawarkan susuan demi mencari penghidupan, karena pada saat itu di Thaif sedang dalam masa paceklik. Perempuan ini adalah Halimah Sa’diyah, ibunda Syeima.

Sosok perempuan yang ikut menjadi ibu susuan Rasulullah. Beberapa anak kecil lainnya juga menjadi saudara sepersusuan Rasulullah baik berasal dari keluarga Halimah ataupun keluarga lain. Mereka adalah Hamzah bin Abdul Muttalib, Abdullah bin Haris, Syeima dan Unaisah binti Haris. Salah satu putri Halimah yang sering kali membantu ibunya dalam merawat nabi adalah Syeima. (Baca: Tiga Ibu Susuan Nabi Muhammad)

Syeima merupakan putri Halimah yang menjadi teman bermain Rasulullah saat kecil. Nama lengkapnya adalah Hudzafah atau Judamah. Namun nama yang terkenal di kalangan masyarakat adalah Syeima atau Syama’. Kedekatan putra dan putri Halimah dengan Rasulullah begitu terlihat. Hal ini nampak saat putranya bermain dengan Rasulullah hingga putranya melihat secara langsung peristiwa Syaqqu Sadr’ terbelahnya dada Rasulullah oleh para malaikat.

Selain itu, ada kedekatan yang dirasakan oleh Syeima. Beliau juga menjadi saksi awan yang selalu menaungi Rasulullah kemanapun beliau pergi. Ada suatu kebahagiaan bagi Syeima terhadap Rasulullah yaitu saat bisa membawakan syiir menjelang Rasulullah tidur. Dalam kitab An-Nisa Min Asr An-Nubuwwah disebutkan :

يا ربنا أبق لنا محمدا                                  حتى أراه يافعا وأمردا

ثم أراه سيدا مسودا                وأكبت أعاديه معا والحسدا

Baca Juga :  Abu Rayyah: Kritikus Hadis Asal Mesir

“Ya Rabb, berikanlah Muhammad kepada kami, biarkan aku melihatnya tumbuh dewasa menjadi manusia agung. Biarkan aku melihat kedatangan para musuh dan pendengkinya. Berikanlah kemuliaan dan kesucian abadi, kepadanya.”

Syeima dan keluarganya sangat merasakan keberkahan dari Rasulullah.  Bahkan Halimah selalu minta Syeima untuk selalu menjaga Rasulullah karena beliau melihat bahwa anak kecil yang disusuinya bukan anak kecil biasa seperti halnya yang lain.

Dalam kitab An-Nisa Min Asr An-Nubuwwah diceritakan bahwa suatu hari Syeima dan keluarganya tidak mendapati Rasulullah di rumah. Halimah meminta Syeima untuk mencari Rasulullah dan didapatinya sedang bermain di bawah terik matahari yang panas. Namun, ada hal yang membuat kagum bagi Syeima. Kemanapun Rasulullah pergi pasti awan menaungi di bawahnya.

Setelah Rasulullah berumur 5 tahun, beliau kembali ke pangkuan ibunya. Beliau banyak belajar dari Bani Sa’ad. Bani Sa’ad terkenal dengan kefasihan bahasanya. Ada beberapa alasan yang menjadikan Aminah memutuskan putranya agar disusui oleh perempuan Badui.

Di antaranya adalah fasih dalam berbahasa,  memiliki bahasa yang terjaga dibanding perkotaan sehingga keberadaan Rasulullah di Bani Sa’ad semakin menguatkan bahasanya. Kemudian fisik yang kokoh dan terampil, karena Bani Sa’ad terletak di lembah-lembah dan pegunungan, sehingga berdampak baik pada fisik Rasulullah kelak.

Setelah beberapa tahun kedua saudara sepersusuan ini terpisah akhirnya mereka saling bertemu di Perang Hunain dan saat itu Syeima berada di antara para tawanan kemudian beliau mengatakan kepada sahabat Rasulullah bahwa dirinya adalah saudara sepersusuan beliau. Syeima putri Halimah berkata:

Ketahuilah bahwa aku adalah saudara dari salah satu dari kalian dalam satu susuan”

Mereka tidak mempercayainya sampai pada akhirnya membawa perempuan ini ke hadapan Rasulullah. Dia pun menunjukkan di lengannya sebuah luka bekas gigitan Rasulullah di waktu kecil sebagai bukti.

Baca Juga :  Syaikh Muhammad Imarah: Pemikir Islam Kontemporer Tutup Usia

Syeima berkata: “Wahai Rasulullah , aku adalah saudara perempuanmu dalam satu susuan.”

Rasulullah berkata : “Apa tandanya ?”

Syeima : “Ada bekasan gigitan yang pernah engkau gigit ketika masih kecil.”

Selain iu dia pun menjelaskan kenangan yang berhubungan dengan hari itu. Rasulullah senang dan melepas kerinduan dengannya. Beliau memberikan hadiah kepada Syeima.

Ketika Rasulullah mengetahui tanda itu beliau membentangkan selendang dan mempersilahkan duduk. Beliau menawarkan untuk tinggal di Madinah. Namun Syeima memilih untuk kembali ke kampung.

Semenjak pertemuannya dengan Rasulullah dalam perang Hunain akhirnya Syeima menyatakan keislamannya dan mengakui risalah nabi.

Disebutkan dalam kitab al-Bidayah wa al-Nihayah bahwa Rasulullah mengenalkan seorang laki-laki dan menikahkannya dengan laki-laki tersebut. Selain itu beliau juga memberikan seorang budak dikenal dengan nama Makhul dan beberapa hewan ternak yang diberikan kepada Syeima.

Wallahu A’lam Bisshawab

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here