Syair Indah tentang Keistimewaan Nabi Muhammad saw.

1
1750

BincangSyariah.Com – Nabi Muhammad saw. adalah manusia paling sempurna baik dari sisi fisik maupun akhlaknya. Hal ini pun telah masyhur dikisahkan dalam kitab-kitab hadis dan sejarah. Bahkan tak jarang keistimewaan-keistimewaan beliau digubah dalam bentuk syair yang sangat indah untuk dilantunkan.

Salah satu syair indah tentang khasais atau keistimewaan Nabi saw. adalah syair yang dinukil oleh Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Bantani di dalam kitabnya Maraqiul Ubudiyyah syarah kitab Bidayah Al-Hidayah karya imam Al-Ghazali sebagaimana berikut.

لَمْ يَحْتَلِمْ قَطُّ طٰهٰ مُطْلَقًا أَبَدًا           #            وَمَا تَثَاءَبَ أَصْلًا فِيْ مَدَى الزَّمَنِ

مِنْهُ الدَّوَابُ فَلَمْ تَهْرَبْ وَمَا وَقَعَتْ   #             ذُبَابَةٌ أَبَدًا فِيْ جِسْمِهِ الْحَسَنِ

بِخَلْفِهِ كَأَمَامٍ رُؤْيَةٌ ثَبَتَتْ                #             وَلَايُرَى أَثَرُ بَوْلٍ مِنْهُ فِيْ عَلَنِ

وَقَلْبُهُ لَمْ يَنَمْ وَالْعَيْنُ قَدْنَعَسَتْ        #             وَلَا يُرَى ظِلُّهُ فِى الشَّمْسِ ذُوْفِطَنِ

كَتْفَاهُ قَدْ عَلَتَا قَوْمًا إِذَا جَلَسُوْا        #             عِنْدَ الْوِلَادَةِ صِفْ يَاذَا بِمُخْتَتَنِ

هٰذِي الْخَصَائِصَ فَاحْفَظْهَا تَكُنْ أَمِنًا #            مِنْ شَرِّ نَارٍ وَسُرَاقٍ وَمِنْ مِحَنِ

Transliterasi Arab

Lam yahtalim qaththu thaaha muthlaqan abaadan # wa maa tatsaa aba ashlan fii madaz zamani

Minhud dawaabu fa lam tahrab wa maa waqa’at # dzubaabatun aabadan fii jismihil hasani

Bi khalfihii ka amaamin ru’yatun tsabatat  #   wa laa yuraa dzilluhu fis syamsi dzuu fithaani

Katfahu qad ‘alataa qauman idzaa jalasuu     #   indal wilaadati shif ya dzaa bi mukhtatani

Hadzil khasaaisha fahfadzhaa takun aaminaa # min syarri naarin wa surraqin wa min mihani

Terjemahan

Sang nabi tak pernah mimpi basah selamanya # pun tak pernah menguap di sepanjang masanya

Tiap binatang tunduk patuh dan tak kan hinggap # sampai kapanpun lalat pada tubuh indahnya

Baca Juga :  Mengapa Ulama Merutinkan Baca Surah Al-Waqi‘ah untuk Kelancaran Rezeki? Ini Penjelasan Imam al-Ghazali

Seperti di depan, beliau lihat yang ada di belakangnya  #  dan air seninya pun tak terlihat bekasnya

Hatinya pun tak tidur walau mata terpejam  #  duduk pun, sang Nabi tak tampak bayangnya

Dua pundaknya unggul saat duduk bersama # telah berkhitan pula saat dilahirkannya

Hafalkanlah khasais ini moga kau aman # dari jahatnya api, pencuri, bencananya

Demikianlah syair yang dinukil oleh Syekh Nawawi Al-Bantani di dalam kitabnya yang dikenal dengan Al-Qashaid fi (ba’dhi) al-khashaish al-Nabawiyyah atau kasidah-kasidah tentang (sebagian) keistimewaan-keistimewaan nabi. Syair ini dilantunkan dengan menggunakan note bahar al-basith sebagaimana note dalam nadzam “ya rabbi bil musthafa balligh maqaasidana.” Biasanya syair ini dilatunkan oleh para santri di pondok pesantren dan masyarakat di sebagian daerah Jawa setelah azan sambil menunggu shalat jamaah dimulai. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here