Syair Imam Syafi’i tentang Keengganan Meladeni Orang Bodoh

2
1519

BincangSyariah.Com – Muhammad bin Idris al-Syafi’i atau lebih populer dengan Imam Syafi’i dalam kitab Diwan-nya menuturkan:

يخاطبني السفيه بكل قبح # فأكره أن أكون له مجيبا

يزيد سفاهة فأزيد حلما # :كعود زاده الإحراق طيبا

Orang idiot (bodoh) mengajak bicara padaku dengan perkataan jelek *** Aku pun enggan meladeninya.

Dia akan semakin tambah (karena tampak) idiot, dan aku pun akan tambah sabar *** seperti kayu gaharu yang dibakar yang semerbak wanginya.

Syair di atas menunjukkan ungkapan majas alegori, ketika Imam Syafi’i menghadapi orang bodoh yang berbicara kotor, sumpah serapah, dan menghina. Baginya, meladeni orang bodoh itu sama dengan membakar diri sendiri, yang ada kita akan semakin sabar, dan dia akan tetap bodoh.

Fenomena ustadz karbitan (dadakan) telah semakin marak belakangan ini. Seseorang dengan bermodal baju koko, kopiah putih, dan sorban, bisa dianggap ustadz oleh masyarakat. Ini menunjukkan betapa kita, belum bisa memilih panutan dari kapasitas keilmuannya, melainkan hanya dengan retorika kosong saja.

Yang lebih parah adalah bukannya mawas diri, bahwa dirinya belum punya kapasitas ilmu yang memadai, tetapi bersikap pongah dan sombong seakan urat malunya telah putus. Sayangnya, masyarakat kita terlanjur percaya dengan orang bodoh yang dibalut dengan baju ustadz, dibanding dengan kapasitas keilmuan dan sanad gurunya.

Inilah yang disebut Rasulullah dalam sebuah hadis dalam Sahih Bukhari:

إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ

Jika sebuah urusan diserahkan pada bukan ahlinya, maka tunggulah bencananya.

Menurut al-Munawi dalam kitab Faidh al-Qadir, jika urusan yang berkaitan dengan agama diserahkan kepada bukan ahlinya, menjadi tanda-tanda dari kiamat. Menurut penulis, ini adalah bentuk dari kata hikmah dari Rasulullah saw akan bahayanya seorang yang tidak ahli agama, diberikan panggung untuk berfatwa dan menjelaskan urusan agama.

Baca Juga :  Proses Pengangkatan Khalifah Umar bin al-Khattab dan Gelar "Amirul Mukminin"

Biasanya sebuah forum dengan seorang ustadz semacam ini, hanya berisi kecaman dan emosi saja, tanpa ada hikmah dan ilmu yang dapat diambil. Sepulang dari forum, bukan semakin tenang dan guyub dengan sesama, yang ada malah semakin benci, emosi, dan tidak akur.

Kita pun tidak bisa menyalahkan siapa pun dalam hal ini. Kita sama-sama bertanggung jawab untuk ikut menyuburkan panggung bagi orang bodoh. Mungkin karena dua hal, pertama orang yang berilmu kurang update dalam metode berdakwahnya, sehingga tidak disukai masyarakat. Kedua, orang bodoh yang terlanjur diberi panggung dan dibesarkan media, sehingga dipercaya masyarakat banyak. Wallahu A’lam.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here