Syaikh Abdul Muhyi Pamijahan: Ulama Mataram Penyebar Islam di Tasikmalaya

0
259

BincangSyariah.Com – Salah satu wisata ziarah yang terkenal di Tasikmalaya adalah Goa Safarwadi Pamijahan. Tempat ini berlokasi di daerah Pamijahan, Bantarkalong, Tasikmalaya. Goa Pamijahan ini dipercaya merupakan warisan dari Syaikh Abdul Qadir al-Jilani yang hidup kurang lebih sekitar 200 tahun sebelum lahirnya Syaikh Abdul Muhyi. Syaikh Abdul Muhyi adalah tokoh penyebar agama Islam di daerah Jawa Barat khususnya Tasikmalaya.

Menurut Ninda Fitria dalam tulisannya yang berjudul Tempat Wisata Populer di Tasikmalaya, jalan untuk melewati Goa Safarwadi Pamijahan sangat sempit. Saat kita masuk ke goa ini, didalamnya dipenuhi bebatuan dan aliran air dibawahnya. Pun demikian didalamnya terdapat ruangan atau tempat Syaikh Abdul Muhyi bersembunyi dari kejaran para kompeni Belanda. Bagaimana cerita Syaikh Abdul Muhyi dan Goa Saparwadi nya di Tasikmalaya?

Syaikh Abdul Muhyi: Ulama Mataram

Syaikh Abdul Muhyi lahir di Mataram pada tahun 1650 M/1071 H. Ibunya bernama Nyai. R. Ajeng Tanganjiah yang merupakan keturunan dari Sayyid Husain Ibn Ali Ibn Thalib dan Fatimah Az-Zahra Binti Rasulullah SAW. Menurut Wildan Yahya dalam bukunya Menyingkap Tabir Rahasia Spiritual Syaikh Abdul Muhyi ia merupakan anak dari kaum bangsawan. Ayahnya, Sembah Lebe Wartakusumah adalah keturunan raja Galuh (Pajajaran). Semasa hidupnya ia pernah singgah di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Namun tidak lama setelah itu, ia dibesarkan di tanah Ampel Gresik bersama orang tuanya.

Menurut Yahya, pindahnya Muhyi sebagai saran dari kedua orangtuanya untuk belajar Agama Islam kepada para Ulama yang ada di tanah Ampel. Kemudian di usia 19 tahun sekitar tahun 1090-1098H/1669-1677M, Muhyi melanjutkan studinya di Nanggroe Aceh Darussalam. Ia belajar langsung kepada Syaikh Abdul Rauf As-Sinkili bin Abdul Jabbar. Syaikh Abdur Rauf As-Sinkili terkenal sebagai seorang sufi dan sang mursyid Tariqat Syattariyah. Menurut John L. Esposito dalam Ensiklopedia Islam Modern mencatat bahwa tariqat ini berada di garis aliran sufi Taifuriyah (nisbat kepada Muhammad Arif Taifuri, ia adalah guru spiritual Abdullah Syattari), Bisthamiyah (Abu Yazid al-Bishtami, sang mahaguru para sufi), dan Isyqiyyah.

Menurut A.A. Khairussalam dalam bukunya Sejarah Perjuangan Syaikh Abdul Muhyi Pamijahan, beliau pada usia 27 tahun ia melakukan rihlah ke kota Baghdad bersama gurunya Syaikh Rauf untuk menziarahi makam Syaikh Abdul Qadir al-Jilani. Saat Syaikh Abdul Muhyi tinggal di Mekkah, gurunya Syaikh Abdul Rauf berdasarkan mimimpinya, memerintahkannya untuk berkelana ke daerah Jawa untuk menemukan sebuah gua disana.

Melalui gurunya, Syaikh Abdul Muhyi patuh dengan perintah tersebut dan siap untuk mencqari gua impian itu. Menurut Sri Mulyati dalam bukunya Peran Edukasi Tarekat Qadariyyah Naqsabandiyah sebelum ia pergi mencari gua, kedua orangtuanya menikahkan Muhyi dengan seorang wanita yang bernama Ayu Bakta. Ia adalah putri dari Sembah Dalem Sacaparna. Degan istrinya, Muhyi mulai melangkahkan kaki ke negeri Jawa dan berpindah dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Menemukan Gua Pamijahan 12 Tahun Kemudian

Desa pertama yang ia singgahi adalah Darma yang terletak di Kuningan. Pada tahun 1978-1685M, sekitar lima tahun Muhyi menetap disana. Karena ia tak menemukan gua yang diperintahkan gurunya, ia mulai berkelana ke arah Selatan yaitu Lebaksiuh Garut. Di Lebaksiuh ini Muhyi banyak melakukan tafakkur di Gunung Mujarod sambil menebarkan dakwah di desa tersebut.

Pada masa empat tahun tersebut, ia telah mengislamkan beberapa masyarakat Hindu di Lebaksiuh. Beliau menjadi rujukan masyarakat disana karena keramatnya mampu mengalahkan aliran hitam. Setelah sekian lama ia tak menemukan informasi apapun tentang gua yang ia cari. Namun, atas keyakinannya kepada gurunya, Syaikh Abdur Rauf As-Sinkili, ia terus mencari sampai ia mengingat petuah gurunya,

”Jika tanaman padi yang kau tanam menghasilkan panen berjumlah sama dengan bibit awal saat ditanam maka letak gua itupun sudah dekat denganmu”

Hingga akhirnya, sampailah di sebuah desa yang bernama Bantarkalong Pamijahan. Desa ini terletak di Kabupaten Tasikmalaya. Menurut Sri Mulyati, Syaikh Abdul Muhyi mencari selama 12 tahun ia mencari gua yang dituju. Beliau terlihat bahagia dan bersyukur pada Allah SWT. Tepat pada umur 40 tahun ia telah menemukannya dan mulai menyebarkan tarekat Syattariyah disana. Menurut informasi yang telah ada, murid-muridnya antara lain Sembah Khatib Muwahid, Eyang Abdul Qahar, Sembah Dalem Sacaparna, yang merupakan mertua Muhyi, dan Sembah Dalem Suryanegara.

Menurut Moh. Toriqul Chaer dalam tulisannya yang berjudul Aspek Religiositas Masyarakat Peziarah Makam Syaikh Abdul Muhyi Pamijahan Tasikmalaya, setelah sekian lama ia bermukim dan mengajarr para santrinya dalam Gua, Muhyi dan para pengikutnya mulai melanjutkan dakwahnya ke kampung Bojong. Meskipun begitu, ia tetap mengunjungi Gua Pamijahan karena tempatnya yang tidak jauh sekitar 6 km. Kiprahnya di kampung Bojong ini menghasilkan banyak perubahan diantaranya mendirikan sebuah masjid di kampung tersebut. Sekarang masjid ini terkenal sebagai masjid agung Pamijahan. Masjid ini selain untuk tempat beribadah, pun digunakan untuk tempat mengaji. Muhyi aktif mengajar disana sampai ia wafat.

Mengenai karyanya yang berjudul Martabat Alam Tujuh ditulis dalam bahasa pegon Jawa ditulis kembali oleh anaknya yang bernama Muhyiddin atau dikenal dengan sebutan Syaikh Sembah Dalem Bojong. Ia menjadi penerus tariqat Syattariyah setelah wafat ayahnya. Kitab Martabat Kang Pitu ini sampai saat ini masih tersimpan di museum di Belanda. Menurut Chaer karya tersebut dapat dikatakan bukan sebagai karya yang pertama di bidangnya. Hal ini dikatakan karena sebelum Muhyi menuliskan tentang ajaran ini, beberapa ulama Nusantara seperti Hamzah Fansuri, Syamsyuddin al-Sumatrani, dan Abdul Rauf al-Sinkili telah membahas dan menuliskannya. Tetapi besar kemungkinan karyanya ini berupa salinan dari karya sebelumnya dengan penafsiran yang berbeda dari Syaikh Muhyi Pamijahan. Wallahu A’lam. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here