Tafsir Surat Al-Ahzab Ayat 56; Maksud Shalawat Allah dan Malaikat untuk Nabi

0
49

BincangSyariah.Com – Bulan Rabiul Awal adalah bulan istimewa sebab pada bulan ini, manusia paling agung dilahirkan, yaitu Nabi Muhammad Saw.. Dalam rangka mengagungkan kelahirannya, hampir seluruh umat muslim mengadakan perayaan maulid Nabi Muhammad Saw.. Semarak untaian shalawat terdengar dari berbagai penjuru dunia untuk memuji dan mengagungkan manusia paling agung ini. Tidak hanya di dunia, di kerajaan alam malakut, para malaikat juga bershalawat, bahkan Allah Swt. pun ikut serta bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw, sebagaimana terdapat dalam surat al-Ahzab ayat 56.

Allah Swt. berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا الأحزاب : 56

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (QS. Al-Ahzab ayat 56).

Surat al-Ahzab ayat 56 ini mengabarkan kepada kita bahwa Allah Swt. dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw. Prof. Dr. Wahbah Zuhaili dalam kitabnya, at-Tafsir al-Munir, menegaskan bahwa maksud ayat ini adalah Allah Swt. memberitakan kepada hamba-hamba-Nya tentang kedudukan Nabi Muhammad Saw. yang berada di derajat paling tinggi di sisi-Nya. (Baca: Agar Dikaruniai Keturunan yang Shaleh, Bacalah Shalawat Ummahatil Mukminin Ini)

Sebab itu, Allah Swt. kemudian memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman yang ada di dunia untuk juga bershalawat dan memberikan penghormatan kepada Nabi Muhammad Saw. agar pujian yang ada di alam langit dan alam dunia terhimpun untuk Nabi Muhammad Saw.

Shalawat merupakan bentuk plural (jamak) dari kata shalat. Secara bahasa, ia bermakna doa. Dengan demikian, ketika dikatakan “bershalawat kepada nabi” maksudnya adalah mendoakan kebaikan untuk nabi. (Baca: Sejarah Kata Shalawat dalam Etimologi Arab)

Baca Juga :  Pembagian Surah dalam Al-Quran

Namun demikian, dalam kitab Mafatih al-Ghaib, ar-Razi mengatakan bahwa pemaknaan semacam ini tidak dapat dinalar ketika dinisbatkan kepada Allah swt. Artinya makna Allah bershalawat kepada nabi tidak mungkin dimaknai Allah berdoa untuk nabi. Ar-Razi beralasan bahwa praktik berdoa harus ada pihak ketiga yang menjadi objek dimintai doa. Lalu Allah Swt. mau berdoa kepada siapa? Tentu ini tidak logis menurut ar-Razi.

Lantas, apa makna shalawat yang dimaksud dalam surat al-Ahzab ayat 56 ini? Al-Qurthubi memaknai shalawat itu berbeda-beda tergantung siapa yang bershalawat. Dalam kitab Tafsir al-Qurthubi, juz 14 hal. 234, ia mengatakan:

وَالصَّلَاةُ مِنَ اللَّهِ رَحْمَتُهُ وَرِضْوَانُهُ، وَمِنَ الْمَلَائِكَةِ الدُّعَاءُ وَالِاسْتِغْفَارُ، وَمِنَ الْأُمَّةِ الدُّعَاءُ وَالتَّعْظِيمُ لِأَمْرِهِ

“Shalawat dari Allah Swt. bermakna rahmat dan ridha-nya, shalawat dari malaikat bermakna doa dan istighfar, dan shalawat dari umat manusia bermakna doa dan pengagungan atas Nabi Muhammad Saw”.

Hal serupa juga disampaikan oleh Prof. Dr. Wahbah Zuhaili dalam kitabnya yang berjudul at-Tafsir al-Munir. Ia mengatakan:

والصلاة كما بينا من الله الرحمة، ومن الملائكة: الاستغفار، ومن المؤمنين الدعاء بالمغفرة والتعظيم لشأن النبي صلّى الله عليه وسلّم.

“Shalawat dari Allah Swt. bermakna rahmat, shalawat dari malaikat bermakna istighfar (memohonkan ampunan), shalawat dari orang-orang mukmin bermakna doa dan pengagungan atas kedudukan Nabi Muhammad Saw”. (Wahbah Az-Zuhaili, At-Tafsir Al-Munir, juz 11 hal. 421, Beirut: Dar Al-Fikr).

Demikianlah beberapa kutipan tafsir ulama dalam menjelaskan makna shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. sekaligus menjawab kemusykilan ar-Razi di atas. Di moment Bulan Rabiul awal ini mari kita memperbanyak shalawat kepada nabi.

Allahumma Shalli ‘Ala Muhammad.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here