Tafsir Surah Yusuf 1-3; Kesempurnaan Kitab Suci Al-Qur’an

2
96

BincangSyariah.Com – Al-Qur’an merupakan wahyu Tuhan kepada sang kekasih-Nya yaitu Muhammad. Demi perintah dan kerelaan-Nya, dengan berbagai rintangan dan perjuangan ia menyampaikanya kepada umatnya. Wahyu yang berupa kitab suci Al-Qur’an ini memiliki kesempurnaan yang tidak tertandingi. Allah berfirman:

الر تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْمُبِينِ . إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ . نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَذَا الْقُرْآنَ وَإِنْ كُنْتَ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الْغَافِلِينَ

Alif lām rā, tilka āyātul-kitābil mubīn. Innā anzalnāhu qur`ānan ‘arabiyyal la’allakum ta’qilụn. Naḥnu naquṣṣu ‘alaika aḥsanal-qaṣaṣi bimā auḥainā ilaika hāżal-qur`āna wa ing kunta ming qablihī laminal-gāfilīn

Artinya: “Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat kitab (al-Qur’an) yang nyata. Sesunguhnya kami menurunkannya berupa al-Qur`an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan al-Qur`an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui” (Q.S.Yusuf: 1-3) (Baca: Pengantar Tafsir Surah Yusuf; Nama dan Manfaat Membacanya)

Para ulama tafsir memberikan pemahaman terhadap kalimat Alif, laam, raa sebagaimana arti Mafatihu al-Suwar lainya yang terdapat pada surah-surah lainya.

Kata yang nyata diartikan oleh Ibnu Katsir dalam karyanya Tafsir Ibnu Katsir dengan makna yang jelas dan menafsiri serta menjelaskan hal-hal yang masih samar-samar. Imam al-Suyuthi dalam karyanya al-Dur al-Mantsur fi al-Tafsiri bi al-Ma’tsur menyampaikan perselisihan arti kata tersebut sebagai berikut: Pertama, diriwayakan dari Qatadah artinya ialah yang menjelaskan petunjuk-Nya. Kedua, Mujahid meriwayatkan arti kata tersebut dengan makna yang menjelaskan halal dan haram. Dan ketiga, dari Mu’adz artinya adalah Allah menjelaskan huruf-huruf yang tidak bisa dikuasai oleh orang-orang selain arab, yaitu enam huruf. Abu Hayan al-Andalusi dalam karyanya al-Bahru al-Muhith menyampaikan:

Baca Juga :  Mengenal Abu Muhajir Dinar: Politisi Ulung Penakluk Aljazair

قال المفسرون : وهي الطاء ، والظاء ، والضاد ، والصاد ، والعين ، والخاء انتهى

“Ahli tafsir mengatakan: enam huruf tersebut ialah al-Tha’, al-Dha’, al-Dla’, al-Shad, al-‘Ain dan al-Kha’”.

Abu Hayan al-Andalusi dalam karyanya al-Bahru al-Muhith menyampaikan perselisihan ulama dalam memahami kalimat menurunkannya: Pertama, sebagian ulama memahami dengan arti menurunkan kita yang memuat kisah Yusuf. Kedua, menurunkan al-Qur’an adalah arti yang disampakan ulama lain. Ketiga, ulama berikutnya mengartikan menurunkan kisah Yusuf.

Imam al-Qurthubi dalam karyanya  Tafsir al-Qurthubi mengartikan agar kamu memahaminya dengan makna supaya kalian mengetahui makna-makna dan memahami kandunganya.

Diriwayatkan dari Sa’d bin Abi Waqash, dia berkata bahwa al-Qur’an diturunkan kepada nabi Saw. dan nabi membacanya dalam beberapa waktu, lalu para sahabat berkata “Wahai rasul, andaikan engkau memberikan kisah cerita” kemudian Allah Swt. menurunkan ayat di atas. Lalu nabi membacakanya dalam beberapa waktu dan lantas Allah Swt. kembali menurunkan firman-Nya “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman” (al-Hadid: 16). Demikian sebab turunya ayat-ayat di atas.

Permulaan surah Yusuf menyerupai dengan awal dari surah Yunus, hanya saja pada surah ini disifati dengan kata al-Mubin (yang nyata) dan al-Hakim (yang bijaksana) sebagai sifat pada surah Yunus. Hal ini dikarenakan surah Yusuf menyampaikan beberapa hal yang dialami oleh diri seorang nabi yang mulya dan sabar sehingga selaras dengan kata al-Mubin. Lain halnya dengan surah Yusuf, surah Yunus arah pembahasannya ialah menetapkan dasar-dasar agama, wahyu, kenabian dan kebangkitan serta pembalasan. Hal ini selaras dengan memberikan sifat al-Hakim.

Ayat-ayat pada surah Yusuf merupakan ayat-ayat yang menjelaskan tentang hal yang diharamkan dan dihalalkan oleh-Nya, hukum-hukum, syari’ah dan beberapa akhlak yang mulia.    Allah Swt. menurunkan al-Qur’an dengan bahasa Arab, hal ini dikarenakan bahasa Arab merupakan bahasa terfasih, terluas dan memiliki kandungan arti terbanyak dibandingkan bahasa lainya. Diriwayatkan oleh Ibnu Abas, bahwa rasul Saw. bersabda:

Baca Juga :  Pernahkah Merasa Hebat karena Bisa Shalat dengan Sangat Lama? Iblis juga Pernah Begitu

أحب العرب لثلاث : لأني عربي والقرآن عربي وكلام أهل الجنة عربي

“Aku mencintai arab sebab tiga hal: Pertama, aku bangsa arab. Kedua, al-Qur’an berbahasa arab dan ketiga, bahasa ahli surga adalah bahasa arab”.

oleh karenanya kitab termulia (al-Qur’an) diturunkan dengan bahasa termulia kepada utusan termulia dengan dibawakan oleh malaikat termulia dan diturunkan di belahan bumi termulia serta pertamakali di turunkan di bulan paling mulia yaitu bulan Ramadlan. Demikian, al-Qur’an sempurna dari berbagai sisi.

Penurunan al-Qur’an dengan penuh kesempurnaan, tidak lain agar manusia mengetahui hal-hal yang belum diketahui mulai dari kisah dan cerita, adab dan akhlak, hukum dan syari’at dan metode untuk keselamatan hidup dalam ranah siyasat maupun sosial.

Bermula dari penurunan al-Qur’an yang sempurna, Allah Swt. memberikan kabar dengan berbagai kabar yang terbaik (yang terdapat di dalamnya) sebab Dia mewahyukan al-Qur’an yang penuh dengan kesempurnaan. Dan kisah Yusuf merupakan kisah yang sempurna dan penuh dengan pengaruh baik.

Sebagai penutup, Wahbah al-Zuhaili dalam karyanya al-Tafsir al-Munir menyampaikan beberapa hal yang dapat diambil dari ayat di atas:

Pertama, al-Qur’an merupakan sebuah hidayah untuk alam semesta, kebaikan dan keberkahan bagi manusia serta merupakan mukjizat yang nyata bagi Muhammad Saw.

Kedua, al-Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab, oleh itu orang-orang arab lebih utama untuk beriman dengan al-Qur’an, memahami dan mempelajari kandungan-kandungannya.

Ketiga, al-Qur’an dengan jelas memuat lebih baik-baiknya cerita dn kisah, artinya al-Qur’an bercerita dengan cara yang terbaik dan terindah yang dapat melemahkan dan mengalahkan lainya.

Keempat, kisah Yusuf adalah kisah terbaik sebab kisah tersebut memuat berbagai petuah dan hukum, mulai dari kepercayaan (tauhid), fiqh, sejarah, arti sebuah mimpi, politik, kehidupan sosial, hal yang bermanfaat untuk agama dan dunia dan menyebutkan para nabi, orang saleh, malaikat, jin, manusia, syaitan, biinatang, tumbuhan, orang ‘alim dan bodoh serta lain sebagaianya.

Baca Juga :  Baca Surah Yusuf Saat Hamil, Anaknya Bisa Tampan?

wahbah al-Zuhaili dalam karyanya al-Tafsir al-Wasith menyampaikan:

إن قصة يوسف قصة جامعة، شاملة للدين والدنيا، والحياة الاجتماعية، والاقتصادية، والسياسية، والأدبية الخلقية، الملأى بالعبر والعظات، ومن أهمها الصبر على الأذى، والعفو عند المقدرة

“Sesungguhnya kisah Yusuf adalah kisah yang lengkap memuat berbagai hal yang bersifat agama dan dunia, kehidupan sosial, ekonomi, politik, adab bersosial dan penuh dengan petuah. Dan petuah terpenting adalah sabar atas sebuah rasa sakit dari orang lain dan memaafkan disaat mampu membalas”.

Wallahu A’lam.

2 KOMENTAR

  1. […] Iż qāla yụsufu li`abīhi yā abati innī ra`aitu aḥada ‘asyara kaukabaw wasy-syamsa wal-qamara ra`aituhum lī sājidīn. Qāla yā bunayya lā taqṣuṣ ru`yāka ‘alā ikhwatika fa yakīdụ laka kaidā, innasy-syaiṭāna lil-insāni ‘aduwwum mubīn. Wa każālika yajtabīka rabbuka wa yu’allimuka min ta`wīlil-aḥādīṡi wa yutimmu ni’matahụ ‘alaika wa ‘alā āli ya’qụba kamā atammahā ‘alā abawaika ming qablu ibrāhīma wa is-ḥāq, inna rabbaka ‘alīmun ḥakīm (Baca: Tafsir Surah Yusuf 1-3; Kesempurnaan Kitab Suci Al-Qur’an) […]

  2. […] Iż qāla yụsufu li`abīhi yā abati innī ra`aitu aḥada ‘asyara kaukabaw wasy-syamsa wal-qamara ra`aituhum lī sājidīn. Qāla yā bunayya lā taqṣuṣ ru`yāka ‘alā ikhwatika fa yakīdụ laka kaidā, innasy-syaiṭāna lil-insāni ‘aduwwum mubīn. Wa każālika yajtabīka rabbuka wa yu’allimuka min ta`wīlil-aḥādīṡi wa yutimmu ni’matahụ ‘alaika wa ‘alā āli ya’qụba kamā atammahā ‘alā abawaika ming qablu ibrāhīma wa is-ḥāq, inna rabbaka ‘alīmun ḥakīm (Baca: Tafsir Surah Yusuf 1-3; Kesempurnaan Kitab Suci Al-Qur’an) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here