Tafsir Surah al-Tahrim Ayat 6; Kewajiban Suami Melindungi Keluarganya dari Api Neraka

0
176

BincangSyariah.Com – Suami atau ayah dalam keluarga memiliki tanggung jawab yang besar dalam mendidik semua anggota keluarganya. Hal ini pun tercantum dalam Al-Qur’an. Allah SWT.berfirman :

قوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً

“ Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka” (QS al-Tahrim, ayat 6).

Ayat di atas dipahami sebagai bentuk perintah kepada suami untuk menjaga diri dan keluarganya dari api neraka. Pengaplikasian ayat tersebut dalam kehidupan sehari-hari yaitu menjaga diri sendiri dengan menjalankan ketaatan atas aturan agama dan menjaga keluarga dengan memerintah mereka untuk membiasakan berdzikir dan berdoa kepada Allah Swt., sehingga mereka diselamatkan dari api neraka. Sebagaimana keterangan dalam Tafsir al-Qurtubi yang menyampaikan pendapat Ibnu Abas dalam memahami ayat di atas:

وروي علي بن أبي طلحة عن ابن عباس: قوا أنفسكم وأمروا أهليكم بالذكر والدعاء حتى يقيهم الله بكم

“Diriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abas bahwa maksud ayat tersebut adalah jagalah diri kalian dan perintahlah keluarga kalian untuk berdzikit dan berdo’a sehingga Allah SWT.menjaga mereka dari api neraka berkat perintah kalian.“ (Baca: Kewajiban Suami terhadap Istri)

Sahabat Ali memahami ayat di atas demikian:

وقال علي رضي الله عنه وقتادة ومجاهد: قوا أنفسكم بأفعالكم وقوا أهليكم بوصيتكم

‘Ali, Qotadah, dan Mujahid berpendapat (mengenai ayat di atas): “Jagalah diri dan keluarga kalian dengan memberikan wasiat kepada mereka.”

Di sisi lain marilah ajari keluarga tentang hukum agama terkait halal dan harom serta beritahu mereka kewajiban sholat, puasa zakat dan lain sebagaianya. Sebagaiaman pentafsiran ayat di atas yang disampaikan dalam Rawai’ al-Bayan:

قيل في التفسير أي أدبوهم وعلموهم

“Sebuah pendapat dalam menafsiri (ayat di atas) adalah didik dan ajarilah mereka.”

Tafsir al-Qurthubi mengkutip penyampaian al-Qusyairi mengenai arti ayat di atas, bahwa pada waktu turunya ayat tersebut Umar bertanya pada Rasulullah:Rasul, kami menjaga diri sendiri. Lantas bagaiman kami menjaga mereka?” Nabi menjawab:

Baca Juga :  Empat Keistimewaan Bulan Dzulqa'dah

تنهونهم عما نهاكم الله وتأمرونهم بما أمر الله

“Laranglah mereka dari hal yang dilarang oleh Allah, dan perintahkan mereka dengan sesuatu yang Allah perintahkan.”

Dalam Tafsir Ibnu Katsir disampaikan bahwa maksud dari ayat di atas adalah bentuk kewajiban memerintahkan keluarga untuk melaksanakan hal-hal yang baik dan melarang mereka melakukan perbuatan tercela (kemungkaran), sehingga mereka tidak terjerumus ke dalam api neraka.

 أي: مروهم بالمعروف، وانهوهم عن المنكر، ولا تدعوهم هملا فتأكلهم النار يوم القيامة

“Artinya perintahlah mereka menjalakan kebaikan serta larang mereka melakukan kemungkaran, serta jangan tinggalkan mereka yang akhirnya api neraka memakan mereka di hari kiamat.”

Penjelasan Ibnu Katsir senada dengan sebagian kecil anjuran Nabi saw. dalam sabdanya:

وروي أن النبي صلي الله عليه وسلم قال: رحم الله امرأ قام من الليل فصلى فأيقظ أهله فإن لم تقم رش وجهها بالماء. رحم الله امرأة قامت من الليل تصلى وأيقظت زوجها فإذا لم يقم رشت على وجهه من الماء

Diriwayatkan bahwa Nabi bersabda: “Allah akan mengasihi seorang laki-laki yang menjalankan shalat malam kemudian membangunkan keluarganya (untuk melaksanakan ibadah di malam hari), kemudian bila mereka tidak bangun perciki wajahnya dengan air. Allah mengasihi seorang wanita yang menjalankan shalat malam serta membangunkan keluarganya, maka bila mereka tidak bangun wanita tersebut memercikan air ke wajah mereka dengan air.”

Wallahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here