Starting Eleven Sepak Bola dan Strategi Perang Rasulullah Saw

0
1078

BincangSyariah.Com – Starting eleven adalah istilah yang sangat populer dalam dunia sepak bola. Ini merupakan istilah khusus untuk sebelas pemain yang akan diturunkan dalam sebuah pertandingan, sebelas pemain yang dimaksudkan adalah pemain awal yang akan diturunkan bukan pemain pengganti yang akan masuk kemudian.

Ada kemiripan antara starting eleven dengan bagaimana Nabi Menyusun dan meramu tentaranya sebelum melakukan pertempuran di medan jihad. Keduanya sama-sama membutuhkan racikan yang matang, direncanakan dengan baik, dan adanya pendelegasian pemain yang akan mengawal bagian tertentu dari arena pertandingan. Meskipun tentu saja kami menyadari dua hal ini adalah dua hal yang berbeda yang memiliki perbedaan yang sangat mendasar.

Nabi Muhammad sebagaimana dikutip dari Miah Qaidah fi Takhthith al-‘Askari al-Istratiji ‘Ind al-Nabi Saw (Seratus Kaidah dalam Merencanakan Strategi Peperangan Menurut Rasulullah Saw) karya Dr. Nizar Mahmud Qasim, menjelaskan bagaimana cara membentuk sebuah skuad yang handal. Dalam sebuah riwayat suatu ketika Nabi Muhammad pernah menjumpai sahabatnya yang berpencaran ketika tiba di suatu tempat, berpencaran baik itu di lembah maupun di tempat-tempat yang penuh pepohonan, tujuan mereka tidak lain adalah untuk beristirahat. Sayangnya sikap sahabat tersebut justru ditentang oleh Nabi Saw, sebagaimana dalam riwayat ‘Amr berikut:

قَالَ عَمْرٌو كَانَ النَّاسُ إِذَا نَزَلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مَنْزِلاً – تَفَرَّقُوا فِى الشِّعَابِ وَالأَوْدِيَةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ تَفَرُّقَكُمْ فِى هَذِهِ الشِّعَابِ وَالأَوْدِيَةِ إِنَّمَا ذَلِكُمْ مِنَ الشَّيْطَانِ ». فَلَمْ يَنْزِلْ بَعْدَ ذَلِكَ مَنْزِلاً إِلاَّ انْضَمَّ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ حَتَّى يُقَالُ لَوْ بُسِطَ عَلَيْهِمْ ثَوْبٌ لَعَمَّهُمْ.

Diriwayatkan dari ‘Amr, orang-orang ketika Rasulullah Saw berhenti di suatu tempat (dalam perjalanan perang), mereka berpencar di pepohonan dan lembah-lembah,  lalu Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya sikap kalian berpencar-pencar adalah bagian dari perbuatan setan.” Sejak saat itu orang-orang tidak lagi berpencar-pencar, mereka berkumpul satu sama lain sampai-sampai apabila pakaian dihamparkan untuk mereka maka cukup untuk mereka.  (HR. Abu Dawud, Hakim dan Baihaqi)

Baca Juga :  Dzul Khalasah, Kabah Tandingan di Yaman

Dalam strategi bola, jarak antara pemain satu dengan yang lainnya sangat menentukan. Apalagi ketika sedang merebut bola, pressing lawan biasanya dilakukan dengan man to man marking, namun lebih efektif bila dilakukan zona marking, di mana antara satu pemain dengan pemain lainnya merapat dan menjaga zona atau wilayah. Seperti halnya hadis di atas, di zona netral pun ketika dalam peperangan diharuskan untuk berkelompok, tujuannya tidak lain agar satu sama lain saling menjaga, karena satu orang yang berdiri sendirian akan kalah dengan orang dengan kelompok besar, tentu saja.

Starting eleven biasanya diisi oleh beberapa pemain yang menempati posisi-posisi tertentu. Posisi yang dimaksud adalah goal keeper, defender, midfielder, forward atau striker, dan wing. Dr. Nizar mengklasifikasi beberapa posisi yang diturunkan ketika Nabi dalam peperangan sebagaimana berikut.

Pertama adalah al-muqaddimah, penyerang atau dalam permainan sepakbola disebut dengan striker atau forward. Posisi penyerang dalam sebuah peperangan berada di depan tentara utama, mereka adalah sekumpulan kavaleri dan tentara pejalan kaki yang biasanya membawa bendera dan simbol-simbol lainnya. Peperangan dimulai jika mereka melesatkan anak panah ke arah musuh.  Itu artinya kick off dimulai. Dalam sebuah riwayat Rasulullah Saw bersabda,

Apabila musuh sudah kian dekat, maka panahlah mereka dan bergegaslah menyiapkan anak-anak panah.” (HR. al-Bukhari)

Kedua adalah al-qalb (jantung) yakni orang yang berada di tengah-tengah kerumunan tentara. Ini adalah tempat di mana jendral dan penasehat-penasehat peperangan berada.  Biasanya ia dikawal oleh beberapa pengawal, dari sinilah strategi diatur, pergerakan-pergerakan diarahkan sedemikian rupa. Dalam dunia sepakbola peran ini persis sekali dimainkan oleh seorang midfielder atau gelandang, kita kenal di dunia sekarang masyhur nama-nama seperti  Toni Kroos, Luca Modric, Paul Pogba, Ivan Rakitic, Mesut Ozil dan banyak lagi yang lainnya. Tugas mereka adalah pengatur serangan, mengatur aliran bola dan mengatur ritme permainan, mereka ibarat jendral lapangan tengah seperti halnya qalb dalam struktur peperangan zaman Rasulullah Saw.

Baca Juga :  Menurut Kiai Sholeh Darat, Sebaiknya Ulama itu Harus Berpenampilan Elegan

Ketiga, al-maimanah, istilah untuk menyebut tentara yang berada di bagian kanan zona peperangan. Biasanya mereka berada di sebelah kanan qalb, tugas mereka adalah sebagai penyerang bagian kiri lawan dan membuka celah bagi penyerangan selanjutnya, umumnya mereka diisi oleh para penunggang kuda. Dalam dunia sepakbola, pada dasarnya posisi ini mirip sekali dengan wing atau sayap, khususnya sayap kanan. Pada dasarnya sayap dalam dunia sepakbola bisa berarti penyerang sayap dan bek sayap.

Di dunia kita kenal Mohamed Salah yang berada di posisi penyerang sayap kanan, namun dalam beberapa kondisi pemain-pemain seperti Cristiano Ronaldo, ataupun Raheem Sterling melakukan swing position dimana biasanya dia di sayap bagian kanan, namun dia bergantian berada di sebelah kiri. Ada juga beberapa pemain bek sayap yang juga melakukan penetrasi ke depan semisal Anthony Valencia, Dany Carvajal dan banyak lagi yang lainnya.

Keempat, al-Maisarah, atau berada di sebelah kiri qalb, tugasnya adalah menjaga posisi mereka dan menahan serangan lawan, dalam hal ini mereka tidak ditugaskan untuk melakukan penyerangan kecuali jika situasi memaksa mereka untuk melakukan penyerangan. Dalam kasus maisarah memang sangat berbeda dengan sepakbola, tapi lagi-lagi beban masing-masing pemain dalam sepakbola memang ditentukan oleh pelatih dan itu tergantung apakah pelatih meminta mereka untuk menyerang atau tidak. Maisarah dalam hal ini mirip sekali dengan bek sayap kiri, yang biasa menempatinya adalah Marcelo, Jordi Alba, Kyle Walker, dan banyak lagi yang lainnya, di mana, kadang-kadang mereka juga melakukan penyerangan jika situasinya memungkinkan.

Kelima adalah al-Saqah, adalah posisi paling belakang dalam sebuah peperangan, tugasnya adalah untuk menjaga tentara dari serangan dari belakang. Mereka juga bertugas untuk menyuplai logistik dan mengumpulkan barang-barang penting yang ditinggalkan lawan. Bukankah dalam pertandingan sepakbola pun, seorang penjaga gawang juga adalah orang yang menyuplai bola dari belakang, yang menjaga dan merawat gawang agar tidak kebobolan? Untuk saat ini yang masyhur dan konstan dalam permainannya bisa dikatakan Manuel Neuer, Keylor Navas, dan kiper-kiper elit lainnya.

Baca Juga :  Delusi Jihad Fi Sabilillah

Itulah beberapa posisi utama dalam peperangan yang ada pada zaman Nabi Saw, tidak menutup kemungkinan pada dasarnya strategi-startegi semacam ini memiliki kesamaan sebagaimana yang kami paparkan di atas. Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here