Sisi Kemanusiaan dan Kenabian pada Diri Nabi Adam

0
265

BincangSyariah.Com- Dalam kisah Nabi Adam, Allah swt ingin menjelaskan bahwa dalam sosok diri Nabi Adam terdapat dua unsur yaitu unsur kemanusiaan dan kenabian. Ia adalah manusia yang kadang benar dan salah, menyalahi ketentuan Allah yang kemudian sadar dan bertaubat.

Di samping itu Allah juga mengabarkan bahwa dalam diri Nabi Adam terdapat sisi kenabian yang terpelihara dari kesalahan dan kemudian Allah memilihnya untuk dijadikan nabi. Maka Adam adalah manusia yang bermaksiat karena telah memakan buah dari pohon khuldi dan Adam juga seorang nabi yang menyampaikan risalah Allah kepada keturunannya. Oleh karenanya As-Sya’rawi menyebutkan dalam kitab Qashasul Anbiya’ bahwa kita harus memperhatikan firman Allah ta’ala;

وَعَصَى آدَمُ رَبَّهُ فَغَوَى 121 ثُمَّ اجْتَبَاهُ رَبُّهُ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَى 122

“Dan telah durhakalah Adam kepada Tuhannya, dan sesatlah dia (121). Kemudian Tuhannya memilih dia, maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk (122).” (QS. Taha [20]: 121-122)

Jadi, dipilihnya Nabi Adam untuk menjadi nabi setelah ia bermaksiat kepada Allah. Orang yang mengatakan “bagaimana bisa Adam bermaksiat sedang ia adalah nabi?” adalah perkataan yang tidak benar karena datangnya nubuwwah pada diri Nabi Adam setelah ia bermaksiat lalu bertaubat dan Allah menerima taubatnya.

Orang yang mengatakan bahwa Nabi Adam adalah makhluk yang diciptakan untuk hidup di surga dan ia diturunkan dari surga karena kemaksiatnnya juga perkataan yang tidak benar. Karena pada dasarnya Allah menciptakan Nabi adam untuk menjadi khalifah di muka bumi yang senantiasa taat kepada Allah dan bersikap adil di antara makhluk lainnya.

Sedangkan masa yang ia habiskan dalam suatu tempat bernama surga adalah merupakan pembiasaan atas kepentingan ia diciptakan ke muka bumi. Maka kita tidak boleh mengatakan bahwa Nabi Adam diusir dari surga sebab maksiat yang dilakukannya karena maksiat tersebut berujung dengan taubat yang diterima kemudian nubuwwah sedangkan surga hanyalah tingkatan dari beberapa persiapan untuk ia menjadi khalifah di muka bumi.

Baca Juga :  Kisah Perang Bani Musthaliq, Perang di Bulan Sya'ban

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here