Tips Mempererat Silaturrahmi Jelang Pemilu 2019

0
373

BincangSyariah.Com – Jelang Pemilu 2019, kita tentu sudah banyak belajar tentang apa yang terjadi pada Pilkada DKI 2017 kemarin, ketika banyak sekali perpecahan di kalangan sosial-masyarakat kita. Perpecahan dan kebekuan hubungan itu bahkan merembet pada lingkup keluarga. Miris, politik bukan dimaknai sebagai ajang mempersatu namun justru sebaliknya.

Pada pemilu 2019 yang akan hadir sebentar lagi, kita harus banyak berkaca pada apa yang terjadi pada masa lalu. Memang, gempita perpolitikan di Indonesia—lagi hits-hitsnya—mengutip kalimat dari kaum milenial. Namun begitu, akal sehat dan kewarasan kita jangan sampai kita tanggalkan demi nafsu berdebat atau menjago-jagokan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang kita pilih.

Murah sekali harga kemerdekaan Indonesia jika kita berpecah belah hanya karena perbedaan pandangan politik. Demi mencegah nafsu berbicara, berdebat, atau bertikai dalam membela pandangan politik yang kita percaya, alangkah baiknya kita mengambil beberapa cara untuk menghindari hal tersebut terjadi. Berikut beberapa tips mempererat tali silaturrahmi di antara kita:

1. Berwudu

Jika ternyata kita terjebak dalam debat kusir yang tak menghasilkan solusi, maka ada baiknya kita beristighfar terlebih dulu dan pergi berwudu. Berwudu sejatinya merupakan bagian dari simbol kegiatan bersuci baik jasmani maupun rohani. Dengan melakukan hal ini demi meninggalkan perdebatan yang tak berujung, alangkah baiknya hal itu kita lakukan sebagai langkah pertama.

2. Meninggalkan Debat

Benar ataupun salah bukanlah dinilai oleh diri sendiri. Maka jika kita sudah memiliki pandangan politik yang menurut kita benar namun ternyata kita terjebak dalam sebuah perdebatan dengan orang yang berbeda dengan pandangan politik kita, ada baiknya kita meninggalkan debat. Hal ini pun dianjurkan oleh Rasulullah.

Baca Juga :  Hikayat Muhammad Hanafiyyah dalam Sastra Islam Nusantara

3. Berhenti Menyebarkan Artikel Provokatif

Jika kita dalam posisi yang ingin bersuara dalam memilih pemimpin negara, maka bukan berarti kita mau menyebarkan segala hal yang berbau provokatif dan berpotensi memecah belah hubungan kita dengan relasi. Artikel yang provokatif selain tidak baik dalam proses demokrasi, juga rentan dan bisa jadi bagian dari hoaks.

4. Saling Berkunjung

Berkunjung ke rumah sanak saudara ataupun teman menjadi salah satu penangkal retaknya hubungan persaudaraan. Jika perseteruan di media sosial seolah kehilangan logika, dunia nyata selalu punya cara-cara yang menarik untuk mempereratnya. Bersungkem, berbagi kisah dari mata ke mata merupakan nilai silaturrahmi yang bukan hanya jari yang berkata, tapi hati. Bahkan jatuh cinta pun selalu punya adagium: dari mata turun ke hati. Silaturrahmi juga memiliki keutaman yang khas dalam Islam.

5. Membaca Alquran

Membaca Alquran bisa menjadi penanang jiwa. Di kala amarah dan emosi bergejolak, segeralah kita ingat bahwa ada pusaka yang Allah berikan pada umatNya. Dengan membacanya, semoga kita tidak tersesat, dan tidak menjadi bagian dari politik pragmatis yang merugikan.

Wallahu a’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.