Sikap Nabi Ketika Diminta Mendoakan Sebuah Keburukan

0
731

BincangSyariah.Com – Mengalami keburukan tentu merupakan satu titik yang tidak diinginkan oleh setiap jiwa, sebab keburukan tersebut bisa menjatuhkan seseorang terpuruk dan jatuh dalam kenistaan. Karena alasan itulah Islam menganjurkan kita untuk tidak mendoakan sebuah keburukan atau mengutuk siapapun. Bahkan jika mengalami keburukan, kita dianjurkan untuk tidak membalasnya dengan keburukan pula.

Tahukan kita bagaimana sikap Rasulullah ketika diminta untuk mendoakan sebuah keburukan orang lain? Beliau tidak menuruti permintaan tidak baik tersebut. Justru Rasulullah mendoakan kebaikan untuknya. Dalam  sebuah hadis disebutkan sebagai berikut:

وكان اذا سئل أن يدعوا على احد مسلم أو كافر عام أو خاص عدل عن الدعاء عليه إلى الدعاء له

Tahukah kamu apa yang dilakukan Nabi ketika diminta untuk mendoakan keburukan terhadap orang muslim, atau non muslim, secara umum atau khusus? Beliau menggantinya dengan mendoakan sebuah kebaikan (HR. Bukhari Muslim)

Keterangan tersebut tertulis dalam kitab Al Muhazab min Ihya Ulumuddin karya Imam Ghazali. Membalas keburukan dengan kebaikan bukanlah hal yang baru dalam dunia Islam. Al Qur’an menyebutkan bahwa tolaklah keburukan itu dengan cara yang lebih baik, seolah-olah dia yang melakukan hal buruk menjadi teman yang teramat setia. Dengan pemisalan tersebut, tentu kita tidak akan membalas kejahatannya dengan kejahatan yang sama atau lebih, justru akan mendoakan untuknya sebuah kebaikan yang terbaik.

Potret kehidupan sepeti itulah yang dicontohkan oleh suri tauladan kita, Nabi Muhammad. Barangsiapa yang benar-benar bersaksi bahwa dirinya mencintai Nabi, maka seyogyanya baginya untuk mengikuti jejak mulia beliau yang teramat mulia.

Jika ada yang bertanya, mengapa kita patut mendoakan sebuah keburukan pada orang lain? Pertanyaan tersebut telah dijawab secara tidak langsung oleh Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad dalam kitabnya Risâlatul Mu‘âwanah wal Mudzâharah wal Muwâzarah. Beliau menuliskan sebagai berikut:

Baca Juga :  Waktu-waktu yang Dilarang untuk Melaksanakan Shalat

وقد ورد أن اللعنة إذا خرجت من العبد تصعد نحوالسماء فتغلق دونها أبوابها ثم تنزل إلى الأرض فتغلق دونها أبوابها ثم تجيء الى الملعون فإن وجدت فيه مساغا وإلارجعت على قائلها

 “Ketahuilah bahwa suatu laknat, bila telah keluar dari mulut seseorang, akan naik ke arah langit, maka ditutuplah pintu-pintu langit di hadapannya sehingga ia turun kembali ke bumi dan dijumpainya pintu-pintu bumi pun tertutup baginya, lalu ia menuju ke arah orang yang dilaknat jika ia memang patut menerimanya , atau jika tidak, laknat itu akan kembali kepada orang yang mengucapkannya.”

Sebuah ilustrasi yang semoga cukup membuat kita sadar, bahwa doa yang tidak baik itu memiliki dua kemungkinan. Benar menuju orang yang didoakan, atau menuju orang mendoakan. Jika dirasa doa buruk tersebut tidaklah pantas untuk orang yang didoakan, maka keburukan tersebut akan kembali kepadanya yang mendoakan. Naudzubillah min syarri dzalik



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here