Siapakah Wali Nikah Nabi Adam?

2
4425

BincangSyariah.Com – Nabi Adam alaihi salam sebagai manusia pertama, bersama dengan istrinya, Hawa. Merekalah orang tua semua manusia di dunia ini. Nabi Adam dan Hawalah yang memulai kehidupan manusia di dunia. Setelah Allah SWT menciptakan bumi, langit, dan malaikat. Allah berkehendak untuk menciptakan makhluk lain yang nantinya akan dipercaya menghuni, mengisi, serta memelihara bumi tempat tinggalnya.

Saat Allah mengabari para malaikat akan kehendak-Nya untuk menciptakan manusia, mereka khawatir makhluk tersebut nantinya akan membangkang terhadap ketentuan-Nya dan melakukan kerusakan di muka bumi. Berkatalah para malaikat kepada Allah:

 وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Mengapa engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau? Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS al-Baqarah: 30)

Penciptaan Nabi Adam ini membantah bahwa manusia berasal dari kera seperti pendapat teori evolusi.  Kemudian dari tulang rusuk Nabi Adam itu diciptakanlah Ibunda Hawa. Karena Nabi Adam dan Hawa adalah manusia pertama di dunia ini. Muncullah pertanyaan, siapa yang memberi nama Nabi Adam itu? Karena Nabi Adam memiliki anak, tentu dengan jalan pernikahan yang Allah halalkan. Siapakah wali nikah Nabi Adam dan Hawa tersebut?

Mengenai nama Nabi Adam as. Allah SWT yang memberikan nama tersebut seperti yang tercantum dalam al-Baqarah ayat 31:

وعلم أدم الأسماء كلها

“Dan Allah ajarkan kepada Adam segala Nama.” (QS al-Baqarah: 31)

Baca Juga :  Benarkah Nabi Adam AS Khilafah Pertama di Bumi?

Terkait dengan wali nikah Nabi Adam dan Siti Hawa, di dalam kitab Assab’iyyat fi Mawaidzil Bariyyat karangan Abi Nashr Muhammad bin Abdurrahman al-Hamadzany pada Hamisy-nya al-Majalisus Saniyyah menjelaskan sebagai berikut:

فناداها ادم من أنت ولمن أنت فقالت حواء: خلقنى الله تعالى لأجلك فقال ائتينى قالت بل أنت فقام ادم وهب اليها فمن ذلك الوقت جرت العادة بذهاب الرجل الى المرأة فلما قرب منها وأراد أن يمد يده اليها سمع النداء ياادم أمسك فان صحبتك مع حواء لاتحل الابالصداقة والنكاح ثم أمر سبحانه وتعالى سكان الجنة بأن يزينوها ويزخرفوها ويحضروها موائدالنثار وأطباقها ثم أمر ملائكة السموات بأن يجتمعوا تحت شجرة طوبى فاجتمعوا ثم اثنى الله بنفسه على نفسه وزوجها ادم عليه السلام فقال الله تعالى الحمد ثنائى والعظمة ازارى والكبرياء ردائى والخلق كلهم عبادى وامائى اشهد ملائكتى وسكان سمواتى زوجت حواء بأدم بديع فطرتى

“Setelah Allah SWT menjadikan Hawa dari tulang rusuk Adam yang sebelah kiri, maka diserunyalah Hawa dengan katanya : Siapa engkau? Dan untuk siapa engkau? Maka menjawablah Hawa; Aku dijadikan Allah untuk keperluan engkau. maka kata Adam: marilah datang kepadaku. Jawab Hawa tidak engkaulah yang datang ke sini! lalu berdirilah Adam, datang menghampiri Hawa. Sejak mulai itulah berlaku adat laki-laki mendatangi wanita. Maka tatkala sudah mendekat Adam kepada Hawa, dan berkehendak Adam memanjangkan tangannya kepada Hawa didengarnyalah suatu seruan: “Hai Adam. Tahan dulu!

Sesungguhnya pergaulanmu dengan Hawa itu belum halal, kecuali dengan maskawin dan nikah sah dan Allah memperintahkan semua penduduk surga menghiasi dan menghidangkan berbagai makanan lengkap dengan talamnya. Kemudian Allah memerintahkan para malaikat untuk berkumpul di bawah pohon kayu Thumba dan setelah berkumpul semuanya maka bertasbihlah Allah SWT dengan memuji diri-Nya sendiri dan dinikahkanlah Adam as. Maka Allah berfirman: alhamdu itulah puji-Ku, kebesaran itulah kain-Ku, kesombongan itulah selendang-Ku, dan makhluk semua adalah hamba-hamba-Ku. Saksikanlah wahai para malaikat dan penduduk langit-Ku, Aku telah kawinkan Hawa dengan Adam makhluk buatanku yang baru.”

Baca Juga :  Dalam Memulai Perjalanan Menghadap Tuhan, Manusia Terbagi Menjadi Tiga Golongan

2 KOMENTAR

  1. Cerita diatas ada menyebutkan firman Allah, tetapi tidak ditemukan surat apa dan ayat berapa.
    Yg ada hanya ayat mengenai penamaan adam, mohon diluruskan…

  2. Mengapa cerita di atas tidak bersesuaian deng surat 7 ayat 20 yg mngisahkan perbuatan dosa yg di lakukan nabi Adam dengan pasangany….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here