Siapakah Ulama Pewaris Para Nabi?

2
1509

BincangSyariah.Com – Ketika hendak mendefinisikan ulama, di hadapan teman-teman di pesantren Mahasiswa, Bekasi, beberapa hari yang lalu, aku menyampaikan pengantar dengan mengutip ayat Al-Qur’an,

اِنَّمَا يَخْشَى اللهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ.

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di kalangan hamba-hamba-Nya hanyalah ulama. (Q.S. Fathir [35]: 28).

Aku juga mengutip beberapa ayat lain yang di dalamnya disebut kata ulu al-ilm, ulu al-abshar, ulu al-albab, dan ahl al-dzikr. Juga hadis Nabi, al-ulama’ waratsat al-anbiya‘, “Ulama itu pewaris para nabi.” Dan beberapa hadis lain. Misalnya, al-‘ulama siraj al-ummah, “ulama itu lampu umat”.

Lalu aku membacakan kutipan dari kitab al-Nashaih al-Diniyyah karya Habib Abdullah Al-Haddad,

فَمِنْ عَلَامَاتِ الْعَالِمِ: أَنْ يَكُوْنَ خَاشِعًا مُتَوَاضِعًا خَائِفًا مُشْفِقًا مِنْ خَشْيَةِ اللهِ زَاهِدًا فِي الدُّنْيَا قَانِعًا بِالْيَسِيْرِ مِنْهَا مُنْفِقًا الْفَاضِلَ عَنْ حَاجَتِهِ مِمَّا فِي يَدِهِ نَاصِحاً لِعِبَادِ اللهِ رَحِيْمًا بِهِمْ آمِرًا بِالْمَعْرُوْفِ نَاهِيًا عَنْ الْمُنْكَرِ مُسَارِعًا فِي الْخَيْرَاتِ مُلَازِمًا لِلْعِبَادَاتِ وَوَقَّارًا وَاسِعَ الصَّدْرِ لَا مُتَكَبِّرًا وَلَا طَامِعًا فِي النَّاسِ وَلَا حَرِيْصًا عَلَى الدُّنْيَا وَلَا جَامِعًا لِلْمَالِ وَلَا مَانِعًا لَهُ عَنْ حَقِّهِ وَلَا فَظًّا وَلَا غَلِيْظًا وَلَا مُمَارِيًا وَلَا مُخَاصِمًا وَلَا قَاسِيًا وَلَا ضَيِّقَ الصَّدْرِ وَلَا مُخَادِعًا وَلَا غَاشًّا وَلَا مُقَدِّمًا لِلْأَغْنِيَاءِ عَلَى الْفُقَرَاءِ وَلَا مُتَرَدِّدًا إِلَى السَّلَاطِيْنِ .وَبِالْجُمْلَةِ فَيَكُوْنُ مُتَّصِفًا بِجَمِيْعِ مَا يَحُثُّهُ عَلَيْهِ الْعِلْمُ وَيَأْمُرُهُ بِهِ مِنَ الْأَخْلَاقِ الْمَحْمُوْدَةِ وَالْأَعْمَالِ الصَّالِحَةَ مُجَانِبًا لِكُلِّ مَا يَنْهَاهُ الْعِلْمُ عَنْهُ مِنَ الْأَخْلَاقِ وَالْأَعْمَالِ الْمَذْمُوْمَةِ. ( ص. ٢٢(

Tanda orang alim (ulama) antara lain pembawaannya tenang, rendah hati, takut kepada Allah, bersahaja, nrimo, suka sedekah, membimbing umat, menyayangi mereka, selalu mengajak kebaikan dan menghindari keburukan, bersegera dalam kebaikan, senang beribadah, lapang dada, lembut hati, tidak sombong, tidak berharap pada pemberian orang, tidak ambisi kemegahan dan jabatan, tidak suka menumpuk-numpuk harta, tidak keras hati, tidak kasar, tidak suka pamer, tidak memusuhi dan membenci orang, tidak picik, tidak menipu, tidak licik, tidak mendahulukan orang kaya dari pada orang miskin, tidak sering mengunjungi penjabat pemerintahan/penguasa. Singkatnya, ulama adalah orang-orang yang berpengetahuan luas dan mendalam, yang ilmu itu mengantarkannya kepada khasy-yatullah, berbudi pekerti luhur dan beramal saleh serta menghindari akhlak dan amal yang tercela.[]

Baca Juga :  Tiga Kebodohan yang Tidak Bisa Diobati

[Tulisan ini disadur dari buku Lawaamii’ al-Hikmah ‘Pendar-pendar Kebijaksanaan’]

2 KOMENTAR

  1. Ulama jaman now bikin wow,…..kl gak wow gak terkenal dan gak disebut ulama krn gak ada obsesi jd gak cepat basi, mau terobsesi makanya bikin viral dan banyak diikuti dan banyak buat janji kesana kemari unt menderngar pendpat dan juga ambil mamfaat pendapatan dari pelaku yg mencari sensasi agar umat terobsesi dgn tayangan dan kajian yg terlalu basa basi melakonkan kepintaran diri tanpa disadari hakikat wujud ilahi dan Adam sbg wujud insani

  2. Ulama jaman now bikin wow,…..kl gak wow gak terkenal dan gak disebut ulama krn gak ada obsesi jd gak cepat basi, mau terobsesi makanya bikin viral dan banyak diikuti dan banyak buat janji kesana kemari unt menderngar pendpat dan juga ambil mamfaat pendapatan dari pelaku yg mencari sensasi agar umat terobsesi dgn tayangan dan kajian yg terlalu basa basi melakonkan kepintaran diri tanpa disadari hakikat wujud ilahi dan Adam sbg wujud insani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here