Siapa Saja Anak-Anak Rasulullah Saw. ?

0
38

BincangSyariah.Com – Seperti tercatat di dalam sejarah, Rasulullah Saw. pertama kali menikah dengan Khadijah binti Khuwailid ketika Rasulullah Saw. berusia 25 tahun dan Khadijah berusia 40 tahun. Ketika Rasulullah Saw. di masa awal hijrah ke Madinah, Khadijah binti Khuwailid wafat. Selama di Madinah, Rasulullah Saw. memiliki sejumlah istri yang dinikahi, sampai seluruhnya berjumlah 11 orang. Istri-istri Rasulullah Saw. tersebut adalah:

  1. Aisyah binti Abu Bakar,
  2. Saudah bin Zum’ah
  3. Hafshoh binti al-Khattab (saudara perempuan dari ‘Umar bin al-Khattab),
  4. Ummu Salamah
  5. Zainab binti Jahsyin, yang Rasulullah Saw. nikahi setelah dicerai oleh Zaid bin Haritsah. Kisah dinikahinya Zainab oleh Rasulullah Saw. terkait dengan pensyariatan penghilangan nisbah Zaid sebagai anak Rasulullah Saw. Ini karena di masa jahiliyah, praktik adopsi (tabannī) biasa terjadi dengan menisbatkan nama yang mengadopsi sebagai bapak kandung dari anak yang diadopsi.
  6. Zainab binti Khuzaimah
  7. Ummu Habibah binti Abu Sufyan
  8. Shofiyyah binti Huyay, anak dari kepala suku Bani Quraizhab, Huyay bin al-Akhtob
  9. Juwairiyyah binti al-Harits
  10. Maimunah binti al-Harits
  11. Ummu Habibah
  12. Mariyah al-Qibthiyyah

Dari seluruh pernikahan Rasulullah Saw. tersebut, Rasulullah Saw. memiliki tujuh orang anak. Di mana enam orang anak Rasulullah Saw. tersebut adalah anak dari Khadijah. Sementara anaknya yang terakhir bernama Ibrahim, adalah anak dari pernikahan Rasulullah dengan Mariyah al-Qibthiyyah, budak yang dihadiahkan oleh Muqauqis, penguasa Iskandariyah yang dikirim surat ajakan memeluk islam oleh Rasulullah Saw. Berikut ini nama anak-anak Rasulullah Saw. secara lengkap,

  1. Al-Qasim, anak pertama Rasulullah Saw. Dari nama anaknya inilah, Rasulullah Saw. memperoleh nama kunyah Abu al-Qasim. Al-Qasim lahir saat Rasulullah Saw. belum diangkat menjadi Nabi Saw., dan meninggal ketika masih kecil. Ada beberapa pendapat apakah al-Qasim wafat saat Rasulullah Saw. sudah diangkat menjadi Nabi Saw. atau belum. Yang mengatakan saat belum diangkat menjadi Nabi Saw., ia wafat di usia dua tahun. Ada yang mengatakan hanya 17 bulan. Sementara yang mengatakan kalau al-Qasim saat Rasulullah Saw. diangkat menjadi Nabi Saw., mendasarkannya pada suatu riwayat yang diantaranya disebutkan dalam Sunan Ibn Majah, yang bersumber dari al-Husain bin ‘Ali. Husain bin ‘Ali mengisahkan kalau Khadijah berujar dengan rasa sedih kepada sang suami, Rasulullah Saw., “baru sedikit mengalir air susu untuk al-Qasim. Andaikan Allah memberinya kesempatan hidup sampai masa menyusuinya selesai.” Lalu Rasulullah Saw. menjawab: “sesungguhnya masa menyusuinya akan disempurnakan saat di surga.”
  2. Abdullah. Ia dilahirkan di Mekah, setelah Rasulullah Saw. diangkat menjadi seorang Rasul. Ia juga wafat tidak lama setelah kakaknya, al-Qasim wafat.
  3. Zainab. Ia adalah anak kedua dan anak perempuan pertama dari pernikahan Rasulullah Saw. dengan Khadijah. Zainab menikahi seorang bernama Abu al-‘Ash bin Ar-Rabi’ saat Muhammad Saw. belum diangkat menjadi seorang Rasulullah. Setelah diangkat menjadi Rasulullah Saw., Zainab memeluk Islam namun sang suami, Abu al-‘Ash sempat tidak memeluk Islam dalam waktu yang lama sampai peristiwa Fathul Makkah. Dari pernikahan Zainab dengan Abu al-‘Ash, mereka dikaruniai anak bernama Umamah dan ‘Ali. ‘Ali wafat saat Zainab masih hidup. Sementara ‘Umamah akhirnya dinikahi oleh ‘Ali bin Abi Tholib, setelah Fathimah wafat.
  4. Ruqoyyah. Ia merupakan anak perempuan kedua dari pernikahan Rasulullah dengan Khadijah. Ruqoyyah sempat menikah dengan ‘Utbah bin Abi Lahab, namun ‘Utbah menceraikannya saat Muhammad Saw. diangkat sebagai Nabi. Ruqoyyah kemudian dinikahi ‘Utsman bin ‘Affan. Dari pernikahan ini, lahir seorang anak bernama ‘Abdullah namun ia meninggal saat masih kecil. Ruqoyyah sendiri akhirnya wafat di masa perang Badar. Setelah Ruqoyyah wafat, Utsman bin ‘Affan menikahi Ummu Kultsum, adik dari Ruqoyyah. Pernikahan dengan anak kedua Rasulullah Saw. inilah yang menyebabkan Utsman memiliki salah satu gelar, Dzu an-Nuurayn (pemilik dua cahaya).
  5. Ummu Kultsum. Ia sempat menikah dengan ‘Utbah bin Abu Lahab namun juga diceraikan ketika Muhammad Saw. menyatakan diri sebagai Rasulullah. Kemudian, ia dinikahi oleh Utsman bin ‘Affan di tahun ke-3 H setelah sang kakak, Ruqoyyah wafat. Ummu Kultsum kemudian wafat di tahun ke-9 H.
  6. Fatimah. Ia adalah anak paling kecil dari pernikahan Rasulullah Saw. dengan Khadijah. Fatimah dikenal begitu dekat dengan sang ayah bahkan hingga menjelang kematiannya. Fatimah dinikahi oleh ‘Ali bin Abi Tholib setelah perang Uhud. Fatimah saat itu berusia 18 tahun. Dari pernikahan dengan ‘Ali bin Abi Tholib, lahir empat orang anak yaitu Hasan, Husain, Zainab dan Ummu Kultsum. Fatimah wafat enam bulan setelah ayahandanya, Muhammad Saw. wafat.
  7. Ibrahim. Seperti disebutkan sebelumnya, Ibrahim adalah anak Rasulullah Saw. dari pernikahannya dengan Mariyah al-Qibthiyyah. Menurut satu pendapat, ia dilahirkan di tahun ke-8 H. Namun, Ibrahim wafat ketika usianya baru menginjak 16 bulan. Saat kematian Ibrahim inilah disyariatkan shalat kusuf, karena sebagian penduduk Madinah sempat meyakini kalau terjadinya gerhana matahari waktu itu dikarenakan karena wafatnya anak Rasulullah Saw. Setelah itu, Rasulullah Saw. langsung bersabda kalau gerhana matahari itu adalah diantara sekian tanda-tanda kekuasaan Allah, dan bukan terjadi karena wafatnya orang tertentu, hatta anak seorang Nabi sendiri.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here