Shalat Jumat saat Covid-19, Catat! Ini 10 Aturan Melaksanakan Jumat dari Pusat Fatwa Al-Azhar

0
13

BincangSyariah.Com – Syahdan, hingga kini Covid 19 tak jua hilang dari Indonesia. Pandemi masih terus berlangsung. Untuk itu, sebagai masyarakat seyogianya kita selalu mematuhi protokol kesehatan. Pun ketika dalam melaksanakan ibadah, misalnya shalat Jumat. Nah berikut Himbauan Lembaga Pusat Fatwa Al-Azhar terkait protokol Shalat Jumat saat Covid-19.

Pertama, tidak wajib bagi anak-anak dan perempuan untuk melaksanakan shalat Jumat. Untuk itu, lebih utama bagi mereka tak ke masjid selama Covid-19 ini berlangsung. Ketika hendak shalat,maka mereka melaksanakan shalat Dzuhur di rumah secara berjamaah atau sendirian.

Kedua, Bagi yang mengidap penyakit ginjal, penyakit hati, jantung, sesak napas, flu dan demam, sakit tenggorokan, Jangan pergi ke masjid untuk shalat Jumat. Shalat Dzuhur di rumah empat rakaat. Boleh meningggalkan shalat Jumat sebagai keringanan. Pun bagi orang yang ada gejala Covid-19, sejatinya ia tak pergi ke masjid untuk melaksanakan Jumat, bila sampai ia menyebarkan Covid-19 ke manusia lain, itu adalah dosa besar.

Ketiga, setelah keluar dari rumahnya untuk melaksanakan shalat, hendaknya jamaah berwuduk terlebih dahulu. Bukan saja sebagai usaha untuk memutus mata rantai Covid-19, tetapi demikian itu sunnah Nabi Muhammad. Beliau bersabda;

مَن تَطَهَّرَ في بَيْتِهِ، ثُمَّ مَشَى إلى بَيْتٍ مَن بُيُوتِ اللهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِن فَرَائِضِ اللهِ، كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إحْدَاهُما تَحُطُّ خَطِيئَةً، وَالأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

Artinya; “Barangsiapa bersuci di rumahnya kemudian pergi menuju masjid untuk melaksanakan shalat,maka kedua langkahnya yang satu menghilangkan kejelekan dan yang satunya mengangkat derajatnya

keempat, bagi yang ingin melaksanakan shalat Jumat  saat Covid-19 di masjid, hendaknya membawa sajadah sendiri dari rumah.

Kelima, ketika hendak melaksanakan shalat Jumat saat Covid-19, jamaah dianjurkan memakai masker. Hal itu dibolehkan hukumnya.

Keenam, Jamaah seyogianya menjaga Jarak ketika melaksanakan  shalat berjamaah, dan itu hukumnya boleh. Dan shalatnya pun sah. Demikian itu sebagai upaya pencegahan terhadap virus Covid-19.

(Baca juga:Fatwa Al-Azhar: 10 Aturan Masuk Masjid Pasca Dibuka Kembali)

Ketujuh, boleh hukumnya menyemprotkan masjid disinfektan, atau cairan jenis lain sekalipun memakai alkohol.  Ada pun jammagh yang shalat di masjid tersebut, maka sah shalatnyameskipun badan, pakaian dan tempat shalatnya mengandung alkohol yang suci. Landasannya kaidah  ushul fiqih”asal dari suatu benda adalah suci selagi tidak ada dalil bahwa benda itu najis”.

sembilan, jamaah dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunat di rumah saja. Pasalnya melaksanakan shalat sunat di rumah lebih baik daripada di masjid. Rasul bersabda;

صَلُّوا أَيُّهَا النَّاسُ فِي بُيُوتِكُمْ، فَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ صَلاَةُ المَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا المَكْتُوبَةَ

 “Shalatlah kalian wahai sekalian manusia di rumah kalian, sesungguhnya shalat yang utama (afdhal) adalah shalat yang dilaksanakan  seseorang di dalam rumah kecuali shalat fardhu”

Delapan, hendaknya para khatib ketika sedang berkhutbah mempersingkat khutbahnya, sekadar  mengingatkan untuk taat kepada Allah, dan mengingatkan manusia untuk selalu yakin terhadap kekuasaan Allah. Dan mengingtakan jamaah untuk tetap berpikiran positif tatkala menghadapi tantangan dan cobaan.

Sepuluh, Seyogianya jamaah tidak melakukan saling berjabat tangan; setelah, di tengah atau sebelum shalat Jumat dilaksanakan. Itulah aturan shalat Jumat saat Covid-19.

Demikianlah shalat Jumat saat Covid-19, catat ini 10 aturan melaksanakan jumat dari pusat fatwa al-azhar

(Baca: Hikmah Disyariatkan Shalat Jumat dalam Islam)

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here