Shafiyyah Masuk Islam dan Bermukim di Madinah

0
992

BincangSyariah.Com – Shafiyyah adalah sosok wanita cerdas. Kecerdasan ini terbukti dari keilmuan dan pemahamannya terhadap kitab Taurat yang mengungkapkan tentang berita kedatangan Rasulullah yang dijanjikan, yaitu Muhammad Saw. Bahkan, sebelum bertemu dan melihat langsung, Shafiyyah telah banyak memikirkan dan mengagumi Rasulullah Saw. Kekaguman tersebut berbuah kebahagiaan saat Rasulullah Saw. menawarkan pilihan padanya saat ia menjadi tawanan perang Khaibar, untuk dibebaskan dan dikembalikan kepada kaumnya, atau masuk Islam dan menikah dengan Rasulullah Saw. Shafiyyah dengan ketulusannya lebih memilih untuk masuk Islam dan menikah dengan beliau Saw.

Pernikahan Rasulullah Saw. dengan Shafiyyah ini didasari beberapa landasan. Selain karena ketulusannya memilih Islam, kecintaannya kepada Islam dan Rasulullah Saw., kepribadiannya yang tetap tabah atas kematian keluarganya, Rasulullah Saw. juga berhitung politis. Shafiyyah merupakan putri pemimpin Yahudi yang sangat membahayakan Islam dan kaum Muslimin. Dengan menikahi Shafiyyah, diharapkan kaum Yahudi bersikap lunak dan mau menerima ajakan masuk agama Islam dengan baik.

Masuk islamnya Shafiyyah pada tahun ke 7 Hijriyyah ini membawa keuntungan bagi agama Islam, karena sebagai pimpinan kaum, sikap Shafiyyah ini pun diikuti oleh kaumnya. Mereka berbondong-bondong menyatakan diri masuk Islam. inilah salah satu hikmah mengapa Rasulullah Saw. menikahi Shafiyyah.

Itulah saat-saat Shafiyyah keluar dari kehinaan kekafiran menuju kemuliaan dan keagungan Islam. Ia meninggalkan keluarganya yang musyrik, dan melupakan semua kenangan buruk dan kesedihan yang dialaminya.

Sebenarnya, Shafiyyah dan keluarganya telah mengetahui tentang kebenaran Rasulullah Saw. Bahwa benar, beliaulah nabi yang disebutkan dalam kitab Taurat. Akan tetapi, keluarga Shafiyyah menutup-nutupi hal tersebut dan tidak mengakuinya, bahkan Ayah Shafiyyah adalah orang yang paling gencar memusuhi Rasulullah Saw. Karena hal itulah, Kinanah marah kepada Shafiyyah ketika mengetahui bahwa bulan purnama yang ada dalam mimpi Shafiyyah tersebut adalah Rasulullah Saw.

Baca Juga :  Karamah Penulis Dalailul Khairat; Jasad Masih Utuh Walau Kuburannya Hampir Satu Abad

Shafiyyah tiba di Madinah

Shafiyyah mendapat kehormatan untuk menjadi istri Rasulullah Saw. selama tiga tahun. Namun, dia berbeda dengan istri-istri Rasulullah Saw. yang lain, karena Shafiyyah berasal dari keturunan Yahudi Khaibar. Rasulullah Saw. juga menikahinya di Khaibar dan berbulan madu di sepanjang perjalanan dari Khaibar menuju Madinah. Ketika rombongan Islam memasuki kota Madinah, untu Rasulullah Saw. tergelincir hingga beliau dan Shafiyyah terjatuh. Beliau Saw. segera berdiri dan melindungi Shafiyyah. Para perempuan yang menyaksikan kejadian itu langsung berkata, “semoga Allah menjauhkan perempuan Yahudi itu dari Rasulullah Saw.” (H.R. Bukhari Muslim).

Ketika rombongan sudah sampai di Madinah, Rasulullah Saw. memerintahkan agar pengantin wanitanya itu tidak langsung dipertemukan dengan istri-istri beliau yang lain. Rasulullah Saw. menurunkan Shafiyyah di rumah sahabatnya yang bernama Haritsah bin Nu’man. Ketika wanita-wanita Anshar mendengar kabar tentang istri Rasulullah Saw. dari Yahudi Khaibar, mereka datang untuk melihat Shafiyyah dan kecantikannya. Kabar tentang Shafiyyah itu pun sampai kepada Aisyah. Ia pun segera keluar untuk melihat madu barunya itu.

Di tengah-tengah wanita Anshar yang datang melihat Shafiyyah, Rasulullah Saw. memergoki Aisyah keluar dari tempat tinggalnya. Aisyah sangat penasaran akan berita tentang kecantikan Shafiyyah. Dia keluar rumah sambil menutupi dirinya dan sangat berhati-hati agar tidak terlihat oleh suaminya.

Rasulullah Saw. pun menunggu sampai Aisyah keluar. Saat Aisyah keluar, Rasulullah segera memegang bajunya seraya bertanya dengan tertawa kecil, “bagaimana menurut pendapatmu wahai Humaira’ (yang pipinya kemerah-merahan.” Aisyah lalu menjawab dengan penuh kecemburuan yang menghiasi wajahnya, “aku lihat dia hanyalah wanita Yahudi.” Rasulullah Saw. pun menegurnya: “Jangan sesekali mengatakan hal itu. Sesungguhnya Shafiyyah telah masuk Islam dan menjalankan agamanya dengan baik”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here