Nasab Shafiyyah; Istri Rasulullah Putri Pemimpin Yahudi Bani Quraizhah

1
1245

BincangSyariah.Com – Kisah-kisah teladan dari wanita-wanita shalihah di zaman dulu, khususnya para istri Rasulullah Saw. yang memiliki keutamaannya masing-masing, merupakan teladan yang patut dicontoh oleh wanita muslimah pada era ini.

Salah satu wanita yang memiliki kisah menarik dan patut dijadikan teladan adalah istri Rasulullah Saw. yang dikenal dengan paras cantiknya, Shafiyyah bintu Huyay. Tulisan ini akan membahas biografi Ibunda Shafiyyah dalam beberapa seri tulisan.

Nasab Shafiyyah

Adalah Shafiyyah bintu Huyay bin Akhthab Al-Khazrajiyyah, putri seorang pemimpin Yahudi Bani Quraizhah, Huyay bin Akhthab, yang kemudian menjadi salah satu istri nabi Muhammad Saw. Bila ditelusuri garis keturunannya, Shafiyyah adalah anak keturunan Nabi Ya’kub a.s. bin Ishaq bin Ibrahim, dia juga masih keturunan dari Nabi Harun a.s., sebagaimana dikatakan imam al-Dzahabi dalam Siyar A’lam Al-Nubala. Sedangkan dari garis ibu, Shafiyyah merupakan keturunan dari Bani Quraizhah, karena ibunya yang bernama Barrah binti Samuel berasal dari Yahudi Bani Quraizhah.

Sebelum dinikahi Rasulullah Saw., Shafiyyah bernama Habibah bintu Huyay bin Akhthab, tetapi kemudian diganti oleh Rasulullah Saw. dengan nama Shafiyyah yang berarti “kawan yang tulus”, dikarenakan kesediaan dan ketulusan Shafiyyah menerima Islam dengan baik, sekaligus menerima pinangan Rasulullah Saw. untuk menjadi istrinya.

Shafiyyah pernah dinikahi oleh Salam bin Masykam Al-Qurazhiy, tetapi rumah tangga mereka tidak berlangsung lama lalu kemudian mereka berpisah. Setelah Shafiyyah menjanda, ia menikah lagi dengan Kinanah bin Abi Al-Huqaiq, salah seorang pemimpin Bani Nadhir yang diusir Rasulullah Saw. dari kota Madinah lalu menetap di Khaibar. Kinanah terbunuh saat perang Khaibar pada Muharram tahun 7 Hijriyyah dan meninggalkan Shafiyyah dalam keadaan janda. Dalam perang yang dimenangkan oleh kaum muslimin itu, Shafiyyah termasuk dalam tawanan kaum muslimin.

Baca Juga :  Tiga Adab Saat Tidur

Kekalahan yang menimpa penduduk Khaibar menjadi kejadian yang begitu menyakitkan bagi Shafiyyah. Hatinya sedih menyaksikan korban-korban dari tentara kaumnya yang mati terbunuh. Kesedihan dan luka yang ia rasakan tak dapat disembunyikan dari wajah dan sorot matanya. Namun ia tetap menghadapinya dengan sabar. Shafiyyah tetap berusaha tenang dan tidak memperlihatkan kesedihannya.

Shafiyyah yang saat itu bersama putri pamannya dibawa oleh Bilal bin Rabah melewati korban-korban perang Khaibar. Rasulullah Saw. merasakan kesedihan yang dirasakan Shafiyyah. Rasulullah Saw. lantas menegur Bilal, “sudah hilangkah rasa kasih sayang di hatimu wahai Bilal, sehingga engkau tega membawa dua orang wanita ini melewati mayat-mayat suami mereka.” Rasulullah Saw. merasakan kepedihan yang dialami Shafiyyah. Shafiyyah lantas dipilih oleh Rasulullah Saw. untuk kemudian dinikahi.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here