Setelah Mengenal Allah

0
643

BincangSyariah.Com – Dua orang bijak bestari bertemu di suatu tempat. Masing-masing ingin menyampaikan temuan intuitifnya (permenungan batin). Yang satu menyodorkan secarik kertas. Di situ terdapat kalimat seperti ini:

اِنْ اَحْسَنْتَ كُلَّ شَيْئٍ فَلَا تَظُنْ اَنَّكَ اَحْسَنْتَ كُلَّ شَيْئٍ حَتَّى تَعْرِفَ اللهَ وَتَعْلَمَ اَنَّهُ مُسَبِّبُ الْاَسْبَابِ وَمُوجِدُ الْاَشْيآءِ.

Bila engkau mengaku telah berbuat baik dalam segala hal, maka engkau sesunggunya belum berbuat sampai engkau mengenal Tuhan. Dialah Prima Causa dan pencipta segalanya.
Bijak bestari yang kedua mengatakan,

كُنْتُ قَبْلَ اَنْ اَعْرِفَ اللهَ اَشْرَبُ وَأَظْمَأُ حَتَّى اِذَا عَرَفْتُهُ رُوِيتُ بِلَا شُرْبٍ.

Sebelum aku mengenal Allah, aku minum dan haus. Manakala aku mengenal-Nya, aku merasa segar, meski tidak minum.[]

[Tulisan ini disadur dari buku Lawaamii’ al-Hikmah ‘Pendar-pendar Kebijaksanaan’]

Baca Juga :  Empat Kriteria Orang yang Mendapatkan Ampunan Allah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.