Mengingat Allah di Manapun Berada

0
301

BincangSyariah.Com – Seorang syaikh suatu kali mempunyai seorang murid yang ia sayangi lebih dari yang lain sehingga membangkitkan rasa iri murid-murid lainnya. Melihat hal tersebut sang syaikh memberikan sebuah tugas kepada murid-muridnya tersebut.

Suatu hari sang syaikh memberikan masing-masing muridnya seekor unggas dan memerintahkan mereka untuk pergi dan membunuhnya di suatu tempat yang tidak ada yang bisa melihat.

“Pergilah bersama unggas yang aku berikan ini. Bunuhlah unggas itu di suatu tempat yang tidak ada yang melihatnya sehingga tidak ada yang tahu,” kata sang syaikh.

Sesuai dengan perintah sang syaikh, setiap murid lalu membunuh unggasnya di tempat yang tersembunyi sehingga mereka yakin tidak ada melihat mereka membunuh unggas tersebut. Kemudian mereka membawanya kembali.

Kecuali murid syaikh yang paling disayangi tadi. Ia membawa kembali unggas tersebut dalam keadaan hidup seraya berkata, “Maaf syaikh. Saya tidak dapat menemukan tempat seperti itu, karena Allah selalu melihatku di mana-mana.”

Lalu sang syaikh pun berkata kepada muridnya yang lain, “Sekarang kamu tahu tingkatan anak muda ini. Ia telah mencapai tingkat selalu mengingat Allah.”

[Cerita ini disarikan dari kitab Kimia-i Sa’adat karangan Imam Alghazali yang merupakan ringkasan dari karya monumental Ihya Ulumuddin]

Baca Juga :  Kisah Umar Dimarahi Istri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here