Semua Berebut Muhammad: Dari Nabi Adam hingga Nabi Isa

0
25

BincangSyariah.Com – Para nabi satu persatu mengunjungi Sayyidah Aminah as. yang sedang mengandung Muhammad secara bergantian dari bulan pertama hingga bulan kesembilan. Semua berebut Muhammad. Dalam hal ini, bulan pertama mengandung Muhammad, Sayyidah Aminah bermimpi dikunjungi Nabi Adam as. Bulan kedua bermimpi dikunjungi Nabi Idris as.

Bulan ketiga bermimpi dikunjungi Nabi Nuh as. Bulan keempat bermimpi dikunjungi Nabi Ibrahim as. Bulan kelima bermimpi dikunjungi Nabi Isma‘il as. Bulan keenam bermimpi dikunjungi Nabi Musa as. Bulan ketujuh bermimpi dikunjungi Nabi Dawud as. Bulan kedelapan bermimpi dikunjungi Nabi Sulaiman as., dan bulan kesembilan bermimpi dikunjungi Nabi Isa as. (Mawlid Syarafu al-Anam, hlm. 105-106).

Mereka semua mengabarkan kedudukan, keagungan, dan kemuliaan derajat Nabi Muhammad saw. yang tidak ternila harganya kepada Sayyidah Aminah as. Dalam hal ini, mereka mengabarkan bahwa Muhammad adalah nabi akhir zaman; makhluk yang paling agung di alam semesta; sang penolong dan pembuka alam batin dan zahir; ahli kebesaran dan terhormat; pemilik kedudukan terpuji, telaga di surga yang akan didatangi kelak, panji besar yang berkibar di akhirat nanti, kemuliaan, dan kedermawanan; dan orang yang akan menampakkan agama yang benar dan memiliki lisan yang fasih (hlm. 105-106).

Oleh karena itu, para nabi itu menyuruh Sayyidah Aminah as. agar menamai anaknya dengan nama Muhammad apabila lahir nanti. Dalam hal ini, Allah sendiri yang menamai Rasulullah saw. dengan nama Muhammad, karena memang beliau memiliki sifat-sifat terpuji (hlm. 140). Sehingga anak itu (Rasulullah saw.) kelak akan menjadi orang yang terpuji dan dipuji oleh sekalian makhluk (Mawlid al-Barzanji Natsr, hlm. 45). Dengan demikian, dapat dipahami bahwa para nabi yang menyuruh Sayyidah Aminah as. agar menamai anaknya dengan nama Muhammad adalah berdasarkan perintah Allah.

Baca Juga :  Kisah Sahabat Palsu, Ratan al-Hindi (w. 632 H) (1)

Ketika Sayyidah Aminah as. hendak melahirkan dan dalam keadaan sendirian, maka beliau mengadukan segala kesedihan saat melahirkan itu kepada Allah. Tak lama kemudian Sayyidah Asiyah as., Sayyidah Maryam as., dan para bidadari surga datang mengunjungi Sayyidah Aminah as, di mana kamar yang beliau tempati menjadi terang benderang karena keindahan mereka. Sehingga kesedihan yang meliputi Sayyidah Aminah as. menjadi sirna (Mawlid Syarafu al-Anam, hlm. 106-107).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here