Semua Berebut Muhammad: Dari Malaikat, Kawanan Burung, hingga Binatang Liar

0
19

BincangSyariah.Com – Ketika Rasulullah saw. hendak lahir ke muka bumi, maka arasy bergetar karena bahagia, Kursi semakin mulia dan wibawa, langit penuh dengan cahaya dan para malaikat senantiasa berzikir. Akhirnya, Rasulullah saw. lahir laksana bulan purnama dalam keadaan bersujud sembari bersyukur dan memuji Allah (Mawlid ad-Diba‘i, hlm. 20). Alam semesta di ufuk timur dan barat bercahaya karena lahirnya Rasulullah saw. ke muka bumi (Mawlid Syarafu al-Anam, hlm. 97).

Menurut pendapat yang unggul dan sahih, Rasulullah saw. lahir ketika waktu fajar pada hari Senin, tanggal 12 Rabi‘ul Awal, tahun Gajah. Beliau lahir dalam keadaan bercelak, bersih, tali pusarnya sudah terpotong, dan terkhitan sembari meletakkan kedua tangannya ke bumi dan mengangkat pandangannya ke langit.

Selain itu, beliau juga memuji Allah ketika lahir dari rahim ibunya seraya berkata: “jalalu rabbi ar-rafi‘ (keagungan hanyalah milik Tuhanku yang Maha Tinggi)” dan “allahu akbar kabiran wal hamdu lillahi katsiran wa subhanallahi bukratan wa ashilan” (Imam Nawawi al-Jawi, Nur azh-Zhalam, hlm. 28 dan Mawlid al-Barzanji Natsr, hlm. 50).

Kemudian, para malaikat mengambil bayi (Rasulullah saw.) tersebut dan membawanya mengelilingi seluruh tempat di alam semesta. Mereka memperkenalkan Rasulullah saw. kepada seluruh penduduk langit, bumi, dan lautan. Setelah itu, mereka mengembalikan bayi itu kepada ibunya, Sayyidah Aminah as. Para malaikat melakukan semua ini dalam waktu yang sangat cepat―bahkan lebih cepat dari kedipan mata (Mawlid Syarafu al-Anam, hlm. 109).

Oleh karena itu, ketika nur dan tanah Muhammad itu mewujud manusia bernama Muhammad, maka alam semesta dari segala penjuru dan para penghuni langit riang-gembira atas lahirnya Rasulullah saw. sembari mengucapkan “selamat datang! Selamat datang!” (hlm. 96-97). Begitu pula dengan binatang-binatang liar di penjuru timur dan barat, binatang-binatang laut, dan jin sama-sama berbahagia atas lahirnya Rasulullah saw. Bangsa jin berbahagia karena mereka masih ditakdirkan hidup bersama dengan masa hidupnya Rasulullah saw. (Mawlid al-Barzanji Natsr, hlm. 44). (Baca: Mengenal Hakikat Nur Muhammad Saw)

Baca Juga :  Mengenal Tiga Orang Penyebar Hoaks di Zaman Rasul dan Berbagai Motif

Menurut Imam ad-Diba‘i, seluruh orang yang ada di alam semesta merindukan kehadiran Rasulullah saw. dan sama-sama menunggu pancaran cahayanya. Oleh karena itu, semua makhluk saling bergembira atas kelahiran dan kehadiran Rasulullah saw. ke muka bumi. Mereka semua taat kepada perintah-perintah Rasulullah saw. dan mendengarkan perkataan-perkataannya. Oleh karena itu, adh-dhabbu (sejenis biawak), kijang, pepohonan, rembulan, dan matahari kelak sama-sama bersaksi akan kenabian dan kerasulan Rasulullah saw. (hlm. 25-26).

Di sisi lain, burung-burung, binatang-binatang liar, dan para malaikat berebut satu sama lain untuk menyusui dan merawat Rasulullah saw. Hal ini dilakukan agar mereka memperoleh pancaran kemuliaan dan keagungan Rasulullah saw. Dalam hal ini, kawanan burung dan binatang liar mengemis penuh harap kepada Allah untuk menyusui Rasulullah saw. Sementara para malaikat mengemis penuh harap kepada Allah untuk merawat dan mendidik Rasulullah saw. (Mawlid ad-Diba‘i, hlm. 22 dan Mawlid Syarafu al-Anam, hlm. 125-126).

Allah menjawab permintaan mereka seraya berfirman: “Aku sangat bisa merawat dan mendidik Muhammad tanpa penyusuan dan perantara apapun.” Namun, Allah telah memutuskan sejak zaman azal bahwa makhluk yang berhak menyusui dan merawat Rasulullah saw. adalah manusia bernama Halimah (hm. 22 dan hlm. 125-126).

Akhirnya, al-jannatu wa na‘imuha sa‘dun li man yushalli wa yusallimu wa yubariku ‘alaih (surga dan segala kenikmatannya diperuntukkan kepada orang yang senantiasa bersalawat). Allahuma shalli wa sallim wa barik ‘ala sayyidina muhammadin wa alihi ‘adada kulli harfin kutiba wa yuktabu abadal abidin wa dahrad dahirin. Wa Allah A‘lam wa A‘la wa Ahkam…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here