Sembilan Mukjizat Nabi Musa

0
591

BincangSyariah.Com – Mukjizat merupakan suatu kejadian di luar kebiasaan orang yang terdapat pada diri seorang Nabi sebagai bukti bahwa ia benar-benar utusan Allah Swt. Selain itu, mukjizat juga sebagai sebuah tandingan atas kehebatan suatu kaum sesuai masanya.

Pada masa Nabi Muhammad saw., orang-orang Quraisy Mekkah dikenal sebagai bangsa yang pandai membuat syiir atau puisi dengan bahasa yang sangat indah. Oleh karena itu, Nabi Muhammad saw. dibekali mukjizat yang luar biasa berupa Alquran dengan diksi dan gaya bahasa yang tak ada yang mampu menandinginya meskipun satu ayat saja.

Begitupun dengan Nabi Musa a.s. beliau dibekali sembilan mukjizat oleh Allah Swt. hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. Al-Isra’/17: 101 sebagai berikut.

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَىٰ تِسْعَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ ۖ فَاسْأَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ إِذْ جَاءَهُمْ فَقَالَ لَهُ فِرْعَوْنُ إِنِّي لَأَظُنُّكَ يَا مُوسَىٰ مَسْحُورًا

Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mukjizat yang nyata, maka tanyakanlah kepada Bani Israil, tatkala Musa datang kepada mereka lalu Fir’aun berkata kepadanya: “Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, seorang yang kena sihir”.

Adapun kesembilan mukjizat yang dimaksud di dalam ayat tersebut lima di antaranya telah dijelaskan di dalam Q.S. Al-A’raf/7: 133.

فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوفَانَ وَالْجَرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ آيَاتٍ مُفَصَّلَاتٍ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُجْرِمِينَ

Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.

Sementara empat lainnya telah diterangkan oleh Ibnu Abbas melalui riwayat Abdurrazaq, Said bin Mansur, Ibnu Jarir dan Ibnu Mundzir. Bahwa kesembilan mukijzat tersebut adalah tongkat, tangan (yang bisa memancarkan cahaya), paceklik, terbelahnya lautan, angin topan, belalang, kutu, katak, dan darah.

Baca Juga :  Viral, Benarkah Kata Ijazah Satu Akar Kata dengan Mukjizat?

Sementara Syekh Wahbah Az Zuhaili di dalam kitab tafsirnya At-Tafsir Al Munir ketika menafsiri surah Al-Isra’ ayat 101 tersebut memberikan keterangan lain. Beliau menjelaskan bahwa kesembilan mukijzat yang dimaksud ayat tersebut ulama berbeda pendapat. Namun tujuh di antaranya telah disepakati, yakni tongkat, tangan Nabi Musa a.s. yang menjadi putih (karena memancarkan sinar), angin topan, belalang, kutu, katak, dan darah. Sementara dua lainnya masih diperdebatkan.

Ada yang mengatakan terbelahnya lautan dan paceklik. Ada yang mengatakan terbelahnya lautan, dan digoncangkannya gunung Thur sebagai azab untuk Bani Israil. Ada pula yang berpendapat terbelahnya lautan dan terlepasnya ikatan dari lisan Nabi Musa (lancarnya Nabi Musa a.s. ketika berkomunikasi dengan Firaun dan kaumnya, padahal awalnya lidah beliau pelo dan sulit berbicara). Sementara menurut Imam Mujahid dan lainnya keduanya adalah musim paceklik dan gagal panen.

Lebih lanjut, Syekh Wahbah menerangkan bahwa kesembilan mukjizat yang disebutkan Allah di dalam ayat tersebut bukanlah pembatasan, alias bisa bertambah. Sebagaimana di dalam kaidah ushul fiqh disebutkan bahwa spesifikasi bilangan yang disebutkan itu tidak menunjukkan tidak adanya tambahan.

Bahkan imam Ar Razi menyebutkan bahwa di dalam Alquran sendiri telah menyebutkan enam belas mukjizat Nabi Musa a.s. yakni hilangnya ikatan dari lisannya Nabi Musa a.s. sehingga lisan beliau menjadi sangat fasih, berubahnya tongkat menjadi ular, ular Nabi Musa a.s. tersebut dapat menelan semua tali dan tongkat kaum Bani Israil (yang juga memiliki kemampuan sihir merubah tongkat jadi ular), tangan yang putih, topan, belalang, kutu, katak, darah, terbelahnya lautan (Q.S. Al-Baqarah/2: 50), terbelahnya batu (Al-A’raf/7: 160), menghilangnya gunung (yang bisa terangkat di atas Bani Israil) (Q.S. Al-A’raf/7: 171), turunnya makanan dari surga yakni Al-Manna dan As-Salwa untuknya dan kaumnya, musim kekeringan/paceklik, gagal panen (Q.S. Al-A’raf/7:130), dan rusaknya harta Bani Israil baik madunya, tepung, makanan maupun uangnya.

Baca Juga :  Apakah Peristiwa Terbelahnya Bulan Benar Terjadi?

Demikianlah mukjizat Nabi Musa a.s. meskipun di dalam surah Al-Isra’ ayat 101 Allah menyebutkan spesifik sembilang mukjizat, namun hal itu bukanlah batasan sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. Dan hal yang perlu ditekankan kembali untuk pelajaran kita adalah bahwa sebagian besar mukjizat yang diberikan Allah Swt. kepada Nabi Musa a.s. adalah berupa sebuah azab untuk kaumnya Bani Israil yang kurang mensyukuri nikmat-nikmat Allah Swt. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here