Sembilan Keistimewaan Aisyah binti Abu Bakar As-Shiddiq

1
185

BincangSyariah.Com – Sayyidah Aisyah sangat masyhur akan sifat luhur, kemuliaan, kebijkasanaan, kesederhanaan, kemurahan hati dan kseungguhan hati untuk menjaga kemurnian riwayat sunnah Rasulullah SAW. Pengabdiannya kepada masyarakat dan usahanya untuk mengembangkan pengetahuan orang tentang sunnah dan fiqh sungguh tidak ada tandingannya di dalam catatan sejarah Islam. Jika seseorang menemukan persoalan dalam fiqh dan sunnah maka mereka akan mendatangi Sayyidah Aisyah untuk menyelesaikan persoalannya.

Sayyidah Aisyah tidak pernah mempermudah hukum kecuali jika sudah jelas dalilnya dari al-Qur’an dan sunnah. Hal ini karena beliau salah seorang yang dekat dengan Rasulullah dan melihat langsung turunnya ayat. Beliau juga mempunyai kesempatan untuk bertanya langsung kepada Rasulullah jika terjadi sesuatu yang belum dipahami olehnya. Oleh karena itu , beliau kerap dujuluki sebagai perawi terbanyak dalam meriwayatkan hadis. Begitu banyak hadis yang dilafalkan oleh beliau. Sehingga para ulama hadis menempatkan beliau pada urutan kelima dari para penghafal hadist. Begitu banyak cerita dan riwayat yang menceritakan keistimewaan beliau.,

Keistimewaan beliau disebutkan dalam riwayat Ibn Hisyam :

قالت عائشة لنساء النبي -صلى الله عليه وسلم-: فضلت عليكن بعشر ولا فخر: كنت أحب نسائه إليه، وكان أبي أحب رجاله إليه، وابتكرني ولم يبتكر غيري، وتزوجني لسبع، وبنى بي لتسع، ونزل عذري من السماء، واستأذن النبي -صلى الله عليه وسلم- نساءه في مرضه، فقال: (إنه ليشق علي الاختلاف بينكن، فائذن لي أن أكون عند بعضكن).

“Sayyidah Aisyah berkata kepada istri-istri Nabi SAW : Aku dimuliakan dari kalian atas 10 perkara bukan karena bangga : Aku adalah istri yang paling dicintai , ayahku adalah seorang yang paling dicintainya, nabi menikahiku masa gadis , nabi menikahiku usiaku 7 tahun, nabi bergaul dengan Aisyah umur 9 tahun, turun udzurku dari langit, nabi meminta izin kepada istri-istrinya waktu sakit : beliau berkata : hal itu berat bagi perbedaan diantara kalian maka izinkanlah berada pada salah satu diantara kalian.”

Dalam kitab An-Nisa Haula Ar-Rasul, disebutkan sembilan keistimewaan Aisyah binti Abu Bakar, yaitu:

  1. Malaikat Jibril datang kepada nabi membawa lukisan Sayyidah Aisyah , kemudian Malaikkat Jibril memerintahkan Rasulullah untuk menika1hinya.

Dua tahun setelah Sayyidah Khadijah wafat, datang wahyu kepada beliau untuk menikahi Sayyidah Aisyah. Setelah itu Rasulullah berkata kepada Sayyidah Aisyah,” Aku melihatmu dalam tidurku tiga malam berturut-turut. Malaikat mendatangiku dengan membawa lukisan dirimu pada selembar sutra seraya berkata : Ini adalah istrimu.”. Ketika aku membuka tabirnya, tampaklah wajahmu. Kemudian aku berkata : “Jika ini benar dari Allah niscaya akan terlaksana.”

2. Rasulullah menikahi Sayyidah Aisyah waktu masih gadis.

Sayyidah Aisyah masuk Islam sejak masih kecil. Dinikahi nabi di Mekkah pasca wafat Khadijah binti Khuwailid, tepatnya dua tahun sebelum hijrah. Kala itu, beliau masih berusia enam tahun. Dengan izin Allah, Rasul menikahi Sayyidah Aisyah dengan 500 dirham. Kemudian Sayyidah Aisyah tinggal di kamar yang letaknya berdampingan dengan masjid nabawi. Di kamar itulah wahyu diturunnya sehingga seringkali tepat tersebut disebut sebagai tempat turunnya wahyu.

3. Rasulullah wafat dalam pangkuan Sayyidah Aisyah.

Menjelang wafat, Rasulullah meminta izin kepada istri-istrinya untuk beristirahat di rumah Sayyidah Aisyah hingga wafat. Dalam hal ini, Sayyidah Aisyah berkata: “Merupakan kenikmatan bagiku karena Rasulullah wafat dipangkuanku.”

4. Rasulullah dimakamkan di rumah Sayyidah Aisyah

Bagi Sayyidah Aisyah , menetapnya Rasulullah selama sakit di kamarnya merupakan kehormatan yang sangat besar. Karena hal itu beliau dapat merawat rasul hingga wafat. Bahkan Rasulullah dimakamkan di kamar Sayyidah Aisyah, tepat di tempat beliau meninggal. Diceritakan bahwa hal ini berkaitan dengan mimpi yang dialami Sayyidah Aisyah semasa kecil. Suatu ketika dalam tidurnya, Sayyidah Aisyah melihat tiga buah bulan jatuh ke kamarnya. Ketika beliau memberitahukan hal ini kepada ayahnya, Abu Bakar berkata “Jika yang engaku lihat itu benar, maka di rumahmu akan dikuburkan tiga orang paling mulia di muka bumi.”

5. Wahyu turun kepada Rasulullah ketika beliau tengah bersama Sayyidah Aisyah.

Ada satu riwayat yang menjelaskan wahyu yang turun kepada Rasulullah ketika beliau bersama perempuan. Berikut riwayat dalam Shahih Al-Bukhari :

عن عائشة رضي الله عنها، أن النبي صلى الله عليه وسلم ، قال لأم سلمة : لا تؤذيني في عائشة فإن الوحي لم يأتني وأنا في ثوب امرأة إلا عائشة

Dari Aisyah RA, bahwa nabi SAW berkata kepada Ummu Salamah RA : “ Jangan sakiti saya tentang Aisyah, karena wahyu turun pada saya justru ketika berada dalam selimut Aisyah.” (H.R Al-Bukhari)

Hal ini menunjukkan posisi Aisyah begitu mulia di mata nabi. Hadis ini disampaikan nabi kepada Ummu Salamah dengan tujuan ajakan untuk tidak saling mengejek diantara istri.

6. Sayyidah Aisyah putri Abu Bakar As-Shiddiq

Sayyidah Aisyah adalah putri kesayangan Abu Bakar, sahabat Rasulullah yang menggantikan beliau menjadi khalifah pertama. Orang tuanya sudah memeluk agama Islam sehingga putrinya dididik sejak masih kecil dengan tradisi-tradisi Islam. Dengan sempurna, dipersiapkan gadis itu dengan hak penuh untuk menduduki tempat mulia.

7. Telah turun uzdur untuk Sayyidah Aisyah dari langit dalam peristiwa Ifki.

Salah satu peristiwa yang terjadi pada Sayyidah Aisyah adalah tuduhan keji yang ditunjukkan kepadanya. Peristiwa ini disebut sebagai hadisul ifki. Padahal tuduhan ini sangatlah jauh dari kepribadian beliau. Namun selang beberapa waktu turun ayat mengenai terlepasnya Sayyidah Aisyah dari segala fitnah yang menimpanya.

8. Sayyidah Aisyah adalah perempuan yang istimewa

Hal ini disebutkan dalam kitab Shahih Al-Bukhari :

عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَلَ مِنْ الرِّجَالِ كَثِيرٌ وَلَمْ يَكْمُلْ مِنْ النِّسَاءِ إِلَّا مَرْيَمُ بِنْتُ عِمْرَانَ وَآسِيَةُ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ وَفَضْلُ عَائِشَةَ عَلَى النِّسَاءِ كَفَضْلِ الثَّرِيدِ عَلَى سَائِرِ الطَّعَامِ

Banyak kaum pria yang sempurna, tetapi di antara wanita yang sempurna adalah Maryam binti Imran dan Aisyah istri Firaun. Sedangkan keistimewaan Aisyah atas seluruh wanita seperti keistimewaan Tsarid (jenis makanan dari daging dan roti yang diremukkan) dari makanan lain.” (H.R Bukhari)

9. Sayyidah Aisyah dijanjikan ampunan dan rezeki.

Beliau  dijanjikan ampunan dan rezeki yang baik.  Hal itu dijelaskan bahwa apa yang menimpanya adalah hal yang baik baginya dan bukan merendahkannya. Bahkan Allah mengangkat derajatnya pada derajat yang tinggi, bahkan terus disebutkan akan kebaikan dan terbebasnya dari tuduhan keji kepadanya oleh penduduk bumi dan langit.

Wallahu A’lam Bisshawab

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here