BincangSyariah.Com – Menutup acara “Peluncuran Hasil Kongres Ulama Perempuan”, 29 Agustus 2017 di Jakarta, aku diminta membaca puisi. Lalu aku membacakan puisi pilihanku dari kata-kata para bijak bestari, para sufi besar, antara lain sang darwis Syams al-Tabrizi, Maulana Rumi, dan lain-lain. Kesemuanya adalah Sembilan kaedah Cinta.

عَامِلِ النَّاسَ بِمَا تُحِبُّ اَنْ يُعَامِلُوكَ.

Perlakukan orang lain sebagaimana engkau ingin diperlakukan.

فَبِمَا أَنَّ كُلَّ إِنْسَانٍ يُرِيدُ أَنْ يُحْتَرَمَ اِخْتِيَارُهُ فَيَنْبَغِي أَنْ يَحْتَرِمَ اِخْتِيَارَ الآخِرينَ، هَذَا هُوَ الصَّحِيحُ الْمَعْقُولُ.

Oleh karena tiap orang ingin pilihannya dihargai, maka seyogianya dia menghargai pilihan orang lain. Inilah pandangan yang sangat masuk akal.

Jangan pernah lakukan terhadap orang lain apa-apa yang kau sendiri tidak ingin mereka lakukan terhadapmu.

لَا تَحْتَقِرْ اَحَداً وِلَا شَيْئاً فَاِنَّ اللهَ لاَ يَحْتَقِرُهُ حِين خَلَقَه.

Jangan rendahkan siapa pun dan apa pun, karena Tuhan tidak merendahkannya saat menciptakannya.

لَا تَكْمُلُ المْحَبَّةَ بَينَ اثْنَيْنِ حَتَّى يَقُولَ كُلٌّ لِلْاَخَرِ: اَنْتَ اَنَا.

Cinta dua orang tak bisa sempurna sampai masing-masing mengatakan kepada yang lain, “Kau adalah aku.”

الْمَقْصُودُ وَاحِدٌ وَهُوَ السَّعَادَةُ وَالطّرِيقُ مُخْتَلِفَةٌ.

Tujuan kita satu, yakni kebahagiaan, tapi jalan kita berbeda-beda.

كُلَّمَا زَادَ وَاتَّسَعَ فِكْرُ رَجُلٍ قَلَّ اِنْكَارُهُ لِلنَّاسِ.

Makin luas pikiran seseorang, maka makin sulit dia menyalahkan orang lain.

لَقَدْ خُلِقَ هَذَا الْعَالَمُ عَلَى مَبْدَأِ التَّبَادُلِ؛ فَكُلُّ امْرِئٍ يُكَافأ عَلَى كُلِّ ذَرَّةِ خَيْرٍ يَفْعَلُهَا،وَيُعَاقَبُ عَلَى كُلِّ ذَرَّةِ شَرٍّ يَفْعَلُهَا.

Dunia ini diciptakan di atas asas timbal balik. Setiap perbuatan, baik atau buruk akan dibalas secara setimpal.

مَتَى أَوْقَدْتَ شَمْعَةً فَلاَ تَقِفْ نَاظِراً اِلَيْهَا فَحَسْبُ، عَلَيْكَ أَنْ تَأْتِي بِهِ إِلَى َمكَانٍ يَحْتَاجُ إِلَى ضَوْئِهِ.

Bila lilin telah kau nyalakan, jangan berhenti memandangi saja. Bawalah ia ke tempat lain yang membutuhkan cahaya.

مَهْمَا حَدَثَ فِي حَيَاتِكَ وَمَهْمَا بَدَتْ الأَشْيَاءُ مُزْعِجَةً فَلا تَدْخُلْ رُبُوعَ الْيأسِ. وَحَتَّى لَوْ ظَلَّتْ جَمِيعُ الْاَبْوَابِ مُوصدَةً فَإِنَّ اللهَ سَيَفْتَحُ دَرْباً جَدِيداً َلَك. اِحْمَدْ رَبَّكَ! مِنَ السَّهْلِ عَلَيكَ أن تَحْمَدَ اللهَ عِنْدَمَا يَكُونُ كُلُّ شَيْءٍ عَلى مَا يُرامُ. فَالصُّوفِي لَا يَحْمَدُ اللهَ عَلَى مَا مَنَحَهُ اللهُ إياهُ فحَسْبُ! بَل يحَمْدُهُ أيضاً عَلَى كُلِّ مَا حَرَّمَه مِنْهُ.

Baca Juga :  Dzul Khalasah, Kabah Tandingan di Yaman

Apapun yang terjadi dalam hidupmu dan semengerikan apapun segala sesuatu yang tampak di matamu, jangan sampai kau putus harapan. Walau semua pintu tertutup, Allah akan membentangkan jalan baru untukmu. Bersyukurlah kepada Tuhanmu. Bersyukur itu mudah jika semuanya berjalan sebagaimana yang dikehendaki. Tetapi seorang hamba Tuhan yang tulus bersyukur bukan hanya atas apa yang telah diberikan, tapi juga atas apa yang tidak diberikan. (Syams Tabrizi).

اَحِبَّ كُلَّ اِنْسَانٍ تَكُونُ دَائِماً بَيْنَ الْوَرْدِ وَالرِّيَاضِ.

Cintailah semua orang, niscaya engkau berada di antara bunga mawar dan taman-taman surgawi.[]

[Tulisan ini disadur dari buku Lawaamii’ al-Hikmah ‘Pendar-pendar Kebijaksanaan’]

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here