Sejarah Sholawat Asyghil

62
160798

BincangSyariah.Com – Sholawat Asyghil merupakan bentuk sholawat yang populer dibaca oleh masyarakat Indonesia, terutama masyarakat NU dan kalangan pesantren. Hampir dalam setiap istighasah, sholawat ini termasuk bacaan utama yang harus dikumandangkan secara berjemaah.

Disebutkan bahwa pertama kali yang membaca sholawat Asyghil ini adalah Imam Ja’far Assadiq (w. 138 H). Beliau biasa membaca sholawat ini saat malakukan doa qunut shalat Subuh. Namun kemudian sholawat ini masyhur dengan sebutan Sholawat Habib Ahmad bin Umar Alhinduan Ba ‘Alawy (w.1122 H). Hal ini karena sholawat ini termasuk bacaan sholawat yang dihimpun dalam kitabnya Alkawakib Almudhi’ah fi Zikris Shalah ‘ala Khairil Bariyyah.

Selain untuk memohonkan sholawat dan salam atas Nabi Saw, keluarga dan sahabatnya, sholawat ini bertujuan meminta kepada Allah agar kita diselamatkan dari kejahatan orang-orang yang zalim. Berikut lafadz sholawat Asyghil;

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَشْغِلِ الظَّالِمِيْنَ بِالظَّالِمِيْنَ وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِيْنَ وَعَلَي الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

Allahumma sholli ‘ala sayyidina muhammad wa asyghilidz dzolimin bidz dzolimin wa akhrijna min bainihim salimin wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.

“Ya Allah, berikanlah sholawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zalim dengan orang zalim lainnya. Selamatkanlah kami dari kejahatan mereka. Dan limpahkanlah sholawat kepada seluruh keluarga dan para sahabat beliau.”

Baca Juga :  Ini Zikir Menyambut Bulan Ramadan Syaikh Abdur Qadir al-Jilani

62 KOMENTAR

      • . Law kaana khoiron la-sabaquna ilaih (Jika amalan tersebut baik, tentu para sahabat lebih dahulu melakukannya). Dalam masalah ibadah (qurobat) hanya terbatas pada dalil, tidak bisa dipakai analogi dan qiyas. Adapun amalan do’a dan sedekah, maka para ulama sepakat akan sampainya (bermanfaatnya) amalan tersebut dan didukung pula dengan dalil (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim karya Ibnu Katsir, 13: 279).

        • “Barangsiapa membuat perkara baru dalam urusan kami yang tidak termasuk darinya maka dia tertolak.” (HR. Ibnu Majah: 14) –

          “Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri di tengah-tengah kami. Beliau memberi nasihat yang sangat menyentuh, membuat hati menjadi gemetar, dan airmata berlinangan. Lalu dikatakan; “Wahai Rasulullah, engkau telah memberikan nasihat kepada kami satu nasihat perpisahan, maka berilah kami satu wasiyat.” Beliau bersabda: ” Hendaklah kalian bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat meski kepada seorang budak Habasyi. Dan sepeninggalku nanti, kalian akan melihat perselisihan yang sangat dahsyat, maka hendaklah kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah para khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham, dan jangan sampai kalian mengikuti perkara-perkara yang dibuat-buat, karena sesungguhnya semua bid’ah itu adalah sesat.” (HR. Ibnu Majah: 42) – (HR. ABU DAUD 4607)

          • “Sebaik-baik kalian adalah yang hidup pada zamanku (generasiku) kemudian orang-orang yang datang setelah mereka kemudian orang-orang yang datang setelah mereka”. ‘Imran berkata: “Aku tidak tahu apakah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan lagi setelah (generasi beliau) dua atau tiga generasi setelahnya”. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya setelah kalian akan ada kaum yang suka berkhianat (sehingga) mereka tidak dipercaya, mereka suka bersaksi padahal tidak diminta persaksian mereka, mereka juga suka memberi peringatan padahal tidak diminta berfatwa dan nampak dari ciri mereka orangnya berbadan gemuk-gemuk”. (HR. Bukhari: 2451)

          • Ga ada juga yang bilang salawat di atas wajib, atau dosa kalo enggak mengerjakan. Jadi berlebihan juga kalo dianggap kayak nambah-nambahi ibadah. Percaya silakan jalankan, enggak percaya ya jangan diikuti.

            Menuntut ilmu itu hukumnya wajib. Tapi di zaman Nabi ga ada pesantren, sekolah Islam, apalagi sekolah Islam terpadu. Ga ada kajian rutin yang diumumkan lewat pamflet, grup WA dll. Itu muncul dari kreativitas umatnya setelah itu.

            Apa dengan begitu hal-hal baru itu dianggap nambah-nambahi ibadah? Kan enggak.

  1. Kerjakan jika diyaqini
    Tinggalkan jika tidak
    Amal saya adalah amal saya
    Amal anda adalah amal anda
    Kita bebas dengan amal kita masing2

  2. anda tidak tahu ja’far shodiq itu siapa? Beliau adalah cicit Rosulullah.
    beliau bukankah dari kalangan generasi terbaik ?
    para pendahulunya telah menemui ajal di padang karbala, ketika perselisihan besar terjadi hingga berujung peperangan

  3. Imam Ja’far adalah cicit nabi,,
    Sholawat asygil adalah sebuah pengaduan beliau kepada Allah dan Kanjeng nabi ketika terjadi tragedi pembantaian para keturunan nabi Muhammad

  4. Gakusah fanatik golongan, mending fanatik rasul dan mengikuti semua ajaran nabi. Karena dg kita mentaati semua yg disuruh Allah dan Rasul maka semua akan takut termasuk bangsa jin. Utamakan tauhid dannmengikuti sunnah nabi.

    • “Gakusah fanatik golongan, mending fanatik rasul,” sekarang jadi slogan standar banget nih buat ngebingungin orang. Kesannya paling murni dan paling ngerti Rasul.

      Pertama, yang fanatik itu siapa? Di sini orang-orang lagi diskusi asyik. Yang kelihatan fanatik justru yang nyalahin pendapat lain sambil ngerasa paling benar sendiri.

      Terus orang zaman kita kenal Rasulullah dari mana? Ya dari kata orang, tulisan, cerita, penelitian, dll. Justru mustahil kita enggak merujuk ke ke orang lain, ulama dan semacamnya, untuk kenal tentang Rasul. Merujuk ke orang selain Rasul bukan berarti fanatik. Apa kalo kita bikin skripsi terus ngutip buku orang, otomatis kita jadi nyembah dia?

      Slogan “gakusah fanatik golongan” juga keluarnya dari guru-guru ngaji juga, bukan rasul. Apa kalo anda mengikuti slogan itu terus jadi fanatik sama guru?

      Simpel aja, pendapat satu ulama dengan ulama lain bisa beda-beda. Sejak zaman Nabi aja udah terjadi perbedaan penafsiran. Cuma masih ada Nabi jadi masih ada ukuran tunggal. Ketika Nabi baru aja wafat, sahabat-sahabatnya udah berbeda pendapat, bahkan berselisih tentang kepemimpinan.

      Jadi perbedaan pendapat itu wajar dan alami. Di zaman Nabi aja udah terjadi, apalagi sekarang. Jalankan yang kita yakini, yang penting jangan merasa paling benar sendiri.

  5. Nggak di buku nggak di sosmed,Semua Wahhabi pada goblok dan anehnya selalu merasa paling benar dg jargon micinnya “kembali ke laptop” eh maksudnya kembali ke Alqur’an dan Hadist

  6. Jangan marasa paling benar,karena kebenaran adalah milik allah,,cintailah rosulullah sebagaimana allah s.w.t mencintai baliau. solawat kepada rosul tidaklah menjadi amalan yg riya. Bersolawatlah dengan hati seolah2 engkau rindu dan sayang pada beliau. Niscaya allah maha mengetahui ,karena semua pujian dilakukan kepada baginda rosul yang dikasihi allah bukanlah perkara yang buruk. Pahala atau bukan wallahu alam

  7. Ini bisa kita niatkan untuk do’a
    Orang2 zalim mereka akan di sibukkan dengan orang zalim lainya, sehingga mereka tidak dapat berbuat zalim kepada umat yang tidak melakukan ke zaliman
    dan kita berharap selalu di selamat kan dari kejahatan orang2 yang mau berbuat zalim kepada kita. Emang mau lu yg kritik selalu di perlakukan zalim

  8. Dari sekian komentar yg gue baca, sekarang gue mau ngasi pertanyaan nih. Terutama orang yg suka ngomong2 bid’ah.,suka mengkafirkan orang,gue mau tanya,yg pertama syahadat kalian sudah bener kah. Klo kalian bisa jawab berati kalin islam.

  9. Mereka orang orang Sholeh dan alim membuat doa,sholawat atau permohonan,bukan asal membuat,mereka membuat dengan petunjuk dr Allah,dan rosullullah secara dhohir,dan tidak diketahui orang lain,dan kalian pun bisa spt mereka,asal menjalani apa yg diperintah Allah dan rosullullah dengan ikhlas,dan mereka menjalani perjuangan yang luar biasa disamping menjalankan perintah Allah dan rosullullah dengan melebihi orang pada umumnya..

  10. Amale inyong ya nggo inyong dewek
    Amale rika ya nggo rika dewek.
    Jangan repot repot ngurusi amale orang lain..perbaiki diri terus menerus..belum tentu juga amalan kita ini paling baik…nek ikhlas ya insya Alloh diterima..kalo pakainya nafsu ya di tolak…gitu aja kok repot

  11. Amale inyong ya nggo inyong dewek
    Amale rika ya nggo rika dewek.
    Jangan repot repot ngurusi amale orang lain..perbaiki diri terus menerus..belum tentu juga amalan kita ini paling baik…nek ikhlas ya insya Alloh diterima..kalo pakainya nafsu ya di tolak…gitu aja kok repot

  12. yang suka membidahkan(yang tidak pernah di lakukan nabi) seperti tahlilan ziarah kubur, kirim doa pada mayit, zikir keras, dll dan yg suka mengkafirkan itu biasanya orang wahabi hati2 kalian semua terhadap ulama wahabi.apa yg diajarkan ulama2 Nu sudah mutawatir tidak perlu diragukan lagi.hanya orang bodoh dan dangkal pemahaman saja yg menafsirkan bidah sprt itu.makanya belajar itu penting mondok berguru dengan guru yang sanad ilmunya jelas.

  13. Dikit dikit ada dalil gak? Opo kabeh kudu gae dalil? Wong mangan gae sendok opp onok dalile? Lek gak nok lapo gae sendok? Mbok yo coba mbadok mie kuah gae drijimu kunu

  14. @stranger, terus terang saya agak aneh dgn hadits riwayat Ibnu Majah tsb. Khulafaurrosyidin itu kan terjadinya setelah Beliau saw wafat. Beliau sendiri tidak pernah membaiat atau merancang apapun karena kalau menunjuk suksesi juga tidak mungkin karena Beliau Nabi terakhir. Khalifah itu terjadi setelah Beliau tidak ada. Gelar rosyidin juga bukan dari Beliau. Jadi ada yg janggal pada hadits ini.

  15. saya orang bodho yg ingin tahu jadi org pintar, tapi tdk berani minteri org takut dosa apalagi dzolimin org

  16. biasa lahh…
    kalo orang ilmu nya cethek ya pandangannya pendek.
    kalo liat orang lain beda dianggapnya salah
    ga peduli orang itu pahamnya apapun

    padahal ilmu Allah itu luas
    misalkan ditulis dengan tinta seluas lautan,
    belum lah cukup untuk menuliskan ilmu Allah

    jadi pertanyaannya:
    sudah berapa laut kamu habiskan untuk menuliskan ilmu Allah ?
    sudah berapa kitab kamu khatam kan untuk memahami ilmu Allah ?
    ilmu yg kamu peroleh dari mana sanadnya ?
    apakah Allah mengharamkan perbedaan ?
    fanatik agama, makna nya apa?
    kamu hidup/ibadah untuk agama atau untuk Allah ?
    apakah kamu ingin masuk surga ? apa syaratnya masuk surga?

    deuh…. masih banyak pertanyaan yg musti dijawab,
    ga sempet mikirin orang lain, apalagi menyalahkan orang lain.
    Lakum Dinukum waliyadin

    #astaghfirulahh….
    #semoga Allah mengampuni dosaku, dosa keluargaku, dan dosa kita semua
    #semoga Allah memudahkanku dalam menuntut ilmu dan memahamkannya
    #ilmu tidaklah sama dengan pengetahuan <– yang ilmu nya cethek pasti susah ngerti
    #Rosul Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlaQ manusia.

  17. Bukankah sesama muslim itu bersaudara…?’
    Knapa yg dicari msti perbedaan?,bukankah perbedaan itu indah bilamana kita bisa menyelaraskannya.

    ‘mohon maaf bila ucapan saya salah

  18. Bukankah sesama muslim itu bersaudara….! ‘
    Knapa mesti perbedaan yg slalu di cari.. ‘
    Bukankah perbedaan itu indah.. Bilamana kita bisa menyikapi dan menyelaraskannya.. ‘

  19. Semua sibuk dengan amal sesama muslim, itu pertanda kalian masih sombong dan hanya membenarkan ke-islaman kalian. Kalau kalian mencontoh nabi, dakwah nabi itu poinnya kepada non muslim, bukan mengusik sesama muslim.

  20. Yang bilang bid’ah gak malu apa ya.. Gak usah pake hp kali.. Berarti bukan golongan rasullah.. Pake logika masa perbuatan baik, berdoa,mendoakan rasullah gak boleh.. Siapa kamu juga gak boleh2in.. Urusin aja amalan kalian sendiri yg bilang bidah2 tu bagaikan penggosio nyinyir,kepo sama urusan orang..

  21. Sedikit dikit bidah, yudah gini aja, kembali ke alquaqn dan hadiat, berarti alquran sekaran bidah dong, kan jaman nabi ga ada tuh yg di buat kitab, jika orientasinya hanya jika sesuatu amal hanya dilakukan ketika nabi masih hidup.. Apakah mencintai rosul harus pakai dalil, kalian cintai mahluk aja ga perlu dalil..

  22. Yang komen di atas2, komennya banyak kata bid’ah, itu mah orang dari golongan paling benar, yg dijamin masuk surga sendiri karena paling nyunnah sendiri.
    Mereka adalah golongan salafi (golongan sunnah).

    Ciri2 orang Salafi ialah paling berilmu dan benar dari yg lain. Hahahaha
    Coba aja liat ustadz2 mereka yg paling keras.

    Mantab jiwa pokoknya. Hahaha
    Salafi Is de Bess.

  23. Nabi muhammad tidak memerlukan untuk kita memuliakan nya/shalawat, tetapi kita jd mulia karena memuliakan nya…
    Rajin” lah bershalawat/memuji nabi yg mulia agar kita di muliakan allah

  24. Kalau anda merasa ikut sunah nabi dan benar2 berpegang teguh sunah kenapa ya anda pakai media sosial dan HP.. dijaman nabi kan tidak ada hp.. apakah itu dibolehkan tidak kita pakai hp sementara hadis dan sunahnya tidak ada? Mohon pencerahaanya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here