Sejarah Rusaknya Ajaran Tauhid di Tanah Hijaz Pra-Islam Sebab Amr bin Luhay

0
479

BincangSyariah.Com – Jazirah Arab dikenal sebagai tempat lahirnya agama-Agama dunia. Nasrani, Yahudi, dan Islam adalah 3 Agama terbesar di dunia yang disinyalir lahir dari tanah Arab. Dari ketiga agama tersebut, agama yang muncul paling akhir adalah Islam.

Persebaran Islam berpusat di 2 kota suci umat Islam, yakni Makkah dan Madinah. Sebagai kota suci, bisa dipastikan kedua kota tersebut predominantly umat muslim. Bahkan kedua kota tersebut memiliki wilayah khusus yang biasa disebut ‘tanah haram’. Yakni area yang hanya boleh dimasuki oleh muslim saja.

Bila kita buka kembali lembar sejarah. Kita tahu bahwa yang dikenal sebagai pembawa paham monotheism pertama adalah Nabiyullah Ibrahim A.S. yang kemudian dilanjutkan perjuangannya oleh anak turun beliau.

Di antaranya adalah Nabi Ismail A.S yang tinggal di kota suci Makkah. Bahkan Ismail dan Ibrahim pernah mendapatkan Megaproyek pembangunan ka’bah untuk pertama kalinya dari Allah langsung. Di sanalah Nabi Ismail hidup, bersama anak cucu dan masyarakat sekitarnya dengan berpegang teguh pada ajaran – ajaran Nabi Ibrahim A.S.

Hari berganti, tahun berlalu. Regenerasi terus berjalan. Hingga seiring waktu berjalan, Ajaran agama yang dibawa Nabi Ibrahim semakin terdistorsi oleh sikap masyarakat yang mulai abai. Hanya tersisa beberapa simbol agama dan beberapa ajaran sosial yang masih dipegang.

Hingga suatu hari datanglah seorang bernama Amr bin Luhay. Dia adalah salah seorang pimpinan bani Khuza’ah yang juga bertempat tinggal di Tanah Hijaz. Amr bin Luhay terkedal sebagai pribadi yang baik, religius, dan supel. Sehingga disukai dan dipercaya banyak orang.

Hingga pada satu hari, seperti kebiasaan masyarakat Arab beliau berkelana ke Syam (suriah sekarang). Di sana masyarakat banyak yang melihat Amr bin Luhay menyembah berbagai macam patung. Karena minimnya wawasan keagamaan orang – orang hijaz ini, mereka mengira perbuatan Amr bin Luhay adalah kebenaran, ditambah lagi mereka yakin bahwa Syam adalah negeri yang banyak dituruni Rasul dan Kitab – kitab suci.

Baca Juga :  Ibnu Muljam, Orang Pintar yang Tersesat

Alih – alih sadar dari kesalahan Amr bin Luhay, mereka malah menggotong salah satu patung sesembahan yang biasa disebut Hubal ke Makkah, dan menaruhnya di dalam Ka’bah. Orang – orang Hijaz ini bahkan mengajak penduduk Makkah untuk mengikuti jejak mereka, namun ajakan itu berakhir hujatan dan cemoohan dari Orang Makkah. Mereka tak mau berkompromi lebih lanjut, karena mereka tau Penduduk Makkah adalah juru kunci ka’bah. Dimulailah Zaman Jahiliyah.

Para pembesar – pembesar Makkah inilah yang masih berpegang pada tauhid, dan Agama – agama nabi sebelumnya. Dan termasuk diantaranya adalah kelompok kecil dari Bani Quraisy, yakni keluarga Rasulullah SAW. Dalam Paganisme Arab Kuno Jahiliyah, ada 3 sesembahan terbesar dalam teori teologi mereka, yakni Manat di Wadi Qadid, Latta di Thaif, dan Uzza di Wadi Nakhlah.

Berhala – berhala ini kemudian disebarluaskan oleh Amr bin Luhay diberikan ke setiap kabilah yang ada di Makkah. Di Peperangan Fathu Makkah Rasulullah mendapati ada sekitar 360 jenis Berhala yang ada di Ka’bah. Semuanya dikeluarkan dan dibakar.

Setelah peristiwa pembagian itu, Ibadat Al-Autsan atau menyembah berhala menjadi agama yang paling dominan di wilayah Makkah, bahkan sebagian masyarakat meyakini, sesembahan itu adalah bagian dari Ajaran Ibrahim A.S. Semua ritual dan upacara keagamaannya adalah ciptaan ‘Amr bin Luhay dan pengikut – pengikutnya.

Banyak yang mengira apa yang dilakukan Amr bin Luhay adalah tindakan yang benar, itu adalah bentuk inovasi (Bid’ah)  yang baik dalam beragama. Padahal esensi yang ditawarkan Amr bin Luhay sama sekali tidak berhubungan dengan ajaran Nabi Ibrahim sama sekali. Nabi Ibrahim mengajarkan tauhid, Amr membagi-bagikan berhala dengan nama yang berbeda – beda.

Baca Juga :  Shalat Tarawih di Rumah pada Masa Rasulullah

Di sinilah muncul berbagai tradisi yang tidak sesuai dengan ajaran Nabi Ibrahim. Di antara tradisi yang paling terkenal adalah tradisi menentukan nasib dengan Azlam. Azlam adalah anak panah yang digunakan sebagai undian. Ada 3 jenis Azlam dalam tradisi jahiliyah.

Di antara 3 jenis Azlam, ada 1 azlam yang sangat sering digunakan, yakni jenis Azlam yang berisi hanya 2 jawaban. Yakni Na’am (Iya) atau Laa (Tidak). Sebagai contoh, apabila seseorang hendak menikahi seorang wanita. Ia pergi ke tempat pemujaan berhala yang ada Azlamnya. Di sana ia mengundi diri dengan anak panah – anak panah yang tersedia. Bila ia mendapat jawaban Na’am maka ia laksanakan keinginannya. Apabila mendapat kata Laa, maka ia akan menunda keinginannya, hingga ia mendapat kesempatan untuk mengundi kembali.

Mulai dari situlah, bangsa Arab yang dikenal sebagai bangsa besar yang punya hubungan darah secara langsung dengan Nabi Ibrahim AS. harus mengalami masa – masa sulit. Krisis peradaban, krisis pengetahuan, krisis tauladan, dan krisis moral di bawah pengaruh Amr bin Luhay.  Tauhid yang dibawa Nabi Ibrahim atau biasa kita kenal dengan Al-Millah Al-Hanafiyah yang sudah bertahan ribuan tahun, diusik dengan kehadirannya oleh seorang Amr bin Luhay.

Bahkan secara terang – terangan Rasulullah pernah bercerita kepada sahabatnya soal Amr bin Luhay ini. Seperti yang pernah diriwayatkan Sahabat Abi Hurairah :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «رَأَيْتُ عَمْرَو بْنَ عَامِرٍ الخُزَاعِيَّ يَجُرُّ قُصْبَهُ فِي النَّارِ، كَانَ أَوَّلَ مَنْ سَيَّبَ السَّوَائِبَ»

Artinya : “Rasulullah bersabda : Aku melihat ‘Amr bin Amir Al-Khuza’i menyeret ususnya di neraka, ia adalah orang pertama yang membuat aturan unta Sa’ib” (H.R Abu Hurairah)

Beberapa literatur hadits lain mengatakan hal yang hampir sama, dengan redaksi yang sedikit berbeda. Ada yang menyebutkan  bahwa Amr bin Luhay adalah orang pertama yang merusak ajaran Nabi Ibrahim, dsb.

Baca Juga :  Kajian Tauhid: Merasionalkan Mukjizat Nabi Ibrahim

Wallahu A’lam

Sumber :

  1. Ar-Rahiq Al-Makhtum, Bab Dayyanat Al-‘Arab
  2. Fath Al-Baari, juz 6. Bab Qissatu Khuza’ah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here