Sejarah Perkembangan Ilmu Tajwid

0
1400

BincangSyariah.Com – Tajwid merupakan salah satu perangkat ilmu yang dibutuhkan untuk bisa membaca Alquran dengan benar dan indah. Namun, pertanyaan kerap kali muncul perihal sejarah atau asal-usul ilmu tajwid. Kapankah ilmu ini dicetuskan dan siapakah yang mencetuskannya?

Jika kita membuka literatur-literatur klasik baik kitab-kitab tarikh maupun kitab-kitab hadis, memang tidak bisa diidentifikasi secara pasti kapan ilmu tajwid mulai ‘resmi’ dicetuskan sebagai disiplin ilmu Al-Qur’an.

Namun, para ulama sepertinya condong untuk menyepakati bahwa ilmu tajwid sudah bermula sejak turunnya Al-Qur’an itu sendiri.

Hal ini bisa dijelaskan karena para ulama Ahli Al-Qur’an memberikan definisi tajwid sebagai berikut:

التجويد هُوَ علْمٌ يُعْرَفُ بِهِ اِطَاءُكُلِّ حَرْفٍ حَقَّهُ وَمُسْتَحَقَّهُ مِنَ الصِّفَاتِ وَالْمُدُودِ وَغَيْرِ ذَالِكَ كَالتَرْقِيْقِ وَالتَّفْخِيْمِ وَنَحْوِهِمَا

Tajwid adalah ilmu yang berguna untuk mengatahui bagaimana cara melafalkan huruf yang benar dan dibenarkan, baik berkaitan dengan sifat, mad, dan sebagainya, misalnya tarqiq, tafkhim dan selain keduanya.

Ta’rif di atas senada dengan definisi tartil yang diperintahkan Allah dalam Surat Al-Muzamil

وَرَتِّلِ الْقُرْاٰنَ تَرْتِيْلًا

dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan. (Q.S. Al-Muzamil [73] : 4)

Karena Ali bin Abi Thalib ketika ditanya tentang maksud perintah membaca Al-Qur’an secara tartil, beliau berkata, “Tartil adalah membagsuskan makaharijul huruf dan mengetahui waqaf”.

Hal ini dijelaskan dalam Arsyif Multaqa Ahl al-Tafsir juz 1 hlm. 2.083

وروي عن علي رضي الله عنه أنه قال فى معنى الترتيل: وهو تجويد الحروف ومعرفة الوقوف

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib, bahwa ia berkata tentang makna tartil, “Tartil adalah membagsuskan makaharijul huruf dan mengetahui waqaf”.

Maka, secara substansi dan pengamalan, hakikatnya ilmu tajwid sudah dipraktekkan sejak awal-awal Alquran diturunkan. Walaupun penyebutannya sebagai bagian dari disiplin Ulumul Qur’an baru muncul beberapa tahun kemudian.

Baca Juga :  Dengan Menjadi Pemaaf, Tubuh Anda Akan Sehat

Lalu sejak kapan Ilmu Tajwid ‘resmi’ disebut sebagai ilmu yang spesifik? Mengenai hal ini, para ulama menyimpulkan bahwa tajwid mulai dikenal sejak era Khalifah Usman bin Affan.

Waktu itu terjadi pembukuan Mushaf Utsmani untuk menghindari salah baca. Karena waktu itu Alquran belum ada titik dan baris harkatnya seperti sekarang ini.

Upaya pembukuan Mushaf Utsmani ini disepuhi oleh dua orang ahli Alquran dan bahasa, yakni Abu Aswad Al-Duwali dan Al-Khali bin Ahmad Al-Farhidi.

Kemudian, pada abad-abad berikutnya, Ilmu Tajwid mulai dibukukan secara sistematis oleh para ulama di setiap masanya.

Berikut kami kutipkan kitab-kitab Tajwid dari abad 3 hingga 6 Hijriah.

Pada abad ketiga Hijriyah, Abu Ubaid Al-Qasim bin Salam menulis kitab tajwid yang diberi nama Kitāb al-Qirāat. Inilah yang ditenggarai sebagai kitab kitab pertama dalam bidang Ilmu Tajwid.

Kemudian pada abad keeempat Hijriah, seorang ulama bernama Al-Hafidz Abu Bakar Bin Mujahid Al-Baghdadi (w. 324 H). Ia menulis itab tajwid yang berisi tentang bacaan tujuh qiraat (qira’at as-sab’àh).

Memasuki abad kelima Hijriyah, ada Al’Hafidz Al-Imam Abu Amr Utsman bin Sa’id Ad-Dani yang mengarang kitab Al-Taisir. Kitab ini berisi tentang Qiraah Sab’ah yang menjadi sandaran para ahli Quran.

Kemudian memasuki abad keenam Hijriyah, tampil seorang ulama yang menjadi rujukan tokoh-tokoh yang sezaman dengannya maupun setelahnya yakni Abul Qasim bin bin Fairah Al-Andalusi (w. 590 Hijriyah). Ia mengarang kitab tajwid yang berjudul Hirzul Amani wa Wajhut Tahani.

Kemudian setelah itu banyak para ulama yang menekuni bidang ilmu tajwid di setiap masanya hingga kemudian yang paling dikenal dan banyak dipelajari di Indonesia adalah kitab Al-Tahmid dan nadzam tajwid yang populer dengan nama Matan Al-Jazariyah karya Imam Muhammad Ibnu Jaziri As-Syafi’i.

Baca Juga :  Khazanah Tafsir: Kitab Tafsir tanpa Huruf Bertitik

Demikianlah ulasan kami tentang asal muasal dan perkembangan ilmu tajwid dari masa ke masa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here