Sejarah Pengangkatan Khalifah Utsman bin Affan

4
17710

BincangSyariah.Com – Dalam sebuah riwayat yang valid, bahwa sebelum terbunuhnya Umar bin al-Khattab saat melaksanakan salat Subuh, ia menunjuk enam orang untuk menentukan pengganti (khalifah) berikutnya. Setelah tiga hari Umar bin Khattab Ra. wafat, maka tim 6 bertugas untuk menunjuk pemimpin berikutnya. Al-Suyuthi menyebut mereka dengan ahlu syura (mereka yang bermusyawarah) untuk memilih khalifah.

Perlu ditekankan di sini, bahwa para ulama fikih siyasah Islam seperti al-Mawardi, al-Ghazali, Ibnu Taimiyah menyandarkan adanya pembentukan tim ini merupakan asal-usul dari konsep ahlu al-Hall wa al-Aqd (tim penentu kebijakan dan bersifat mengikat). Sebagaimana arti kata dari al-Hall adalah mencari solusi dari sebuah permasalahan dan al-‘Aqd yang berarti ikatan, mengikat secara keputusan.

Al-Suyuthi menceritakan dalam tarikh al-Khulafa’ bahwa pengangkatan Utsman bin Affan terdiri dari 6 orang sahabat Nabi. Mereka adalah Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Talhah, Said, dan Zubair. Mereka telah ditunjuk oleh Umar bin Khattab sebagai tim penentuan khalifah setelah dirinya wafat.

Al-Suyuthi dalam Tarikh al-Khulafa’ menerangkan bahwa masyarakat kala itu telah berkumpul di rumah Abdurrahman bin Auf dan dukungan kepadanya untuk menjadi suksesi Umar bin Khattab Ra. Akan tetapi, mengikuti aturan yang berlaku, Abdurahman bin Auf mendatangi keempat orang sahabat yang lain untuk memilih siapa yang cocok.

Ketika para sahabat nabi Muhammad lain seperti Abu Wail bertanya kepada Abdurrahman bin Auf, “bagaimana kamu bisa membaiat (memilih) Usman bin Affan, padahal ada sahabat Nabi yang mulia seperti Ali bin Abi Thalib di sana?

Pertanyaan tersebut dijawab oleh Abdurrahman. Sebagaimana diterangkan dalam Musnad Ahmad diriwayatkan bahwa Abdurrahman bin Auf mendatangi Ali bin Abi Thalib menanyakan tentang siapa yang layak menjadi khalifah. Ali bin Abi Thalib menjawab, “Usman”. Begitupun ketika ditanya kepada para sahabat-sahabat yang lain.

Baca Juga :  Kisah Perempuan Yahudi Beri Tahu Aisyah Mengenai Azab Kubur

Ketika Abdurrahman bertanya, kepada Utsman bin Affan dengan pertanyaan serupa, Ia menjawab, Ali bin Abi Thalib. pertanyaan tersebut diajukan kepada para Ahli Syuro secara personal. Mayoritas mereka menjawab bahwa Usman bin Affan yang cocok menjadi pengganti dari Umar bin Khattab. Demikianlah Ahlul Halli Wal Aqdi menjalankan fungsinya sebagai tim penunjukan pemimpin saat itu.

Pengangkatan Utsman bin Affan sebagai khalifah saat itu berimbas pada penggantian beberapa pejabat daerah seperti Kufah dan berbagai daerah Negara muslim lainnya. Penggantian kepala daerah, atau yang disebut amir  merupakan kebijakan Usman bin Affan yang cukup kontroversial. Pasalnya, beberapa pejabat daerah diangkat dari sanak famili keluarganya.

Tidak disangkal bahwa hal inilah yang nantinya membuat banyak kebijakan politik pada masa Utsman bin Affan. Dari pertentangan para sahabat Nabi dalam masalah politik, sikap para ulama biasanya tawakkuf (bahwa perbedaan pandangan politik merupakan masalah ijtihad). Wallahu A’lam bi al-Shawab



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here