Sejarah Nabi Muhammad: Perjalanan ke Negeri Syam yang Kedua

0
1513

BincangSyariah.Com – Ketika Muhammad  berusia dua puluh lima tahun, beliau melakukan perjalanan yang kedua ke negeri Syam.

Siti Khadijah binti Khuwailid As-Sa’diyah, seorang wanita pengusaha yang masyhur, terpandang, dan kaya selalu menyewa orang-orang untuk memasarkan barang dagangannya, kemudian ia membagi keuntungan dengan mereka.

Ia mendengar tentang sifat amanah dan kejujuran Muhammad di dalam berbicara, yang belum pernah ditemukannya pada diri orang lain, sehingga kaumnya sendiri menjulukinya Al-Amin (orang yang dapat dipercaya).

Oleh sebab itu, Khadijah menyewa Muhammad untuk membawa barang dagangannya ke negeri Syam, kemudian menjajakannya di sana. Ia bersedia memberinya lebih banyak dari apa yang pernah diberikannya kepada orang lain.

Kemudian Muhammad berangkat bersama pembantu (laki-laki) Khadijah yang bernama Maisarah. Keduanya menjual barang-barang bawaannya, dan ternyata mendapat keuntungan yang besar sekali. Selama dalam perjalanan tampak keberkahan-keberkahan yang timbul dari diri Muhammad yang membuat Maisarah senang sekali (salah satu riwayat menyebutkan bahwa keberkahan itu adalah mendapatkan untung yang sangat banyak, merasa tidak kepanasan di perjalanan karena dilindungi awan di atasnya, dan ketika melewati Busrah, pohon-pohon saling merunduk).

Sumber: Kitab Nurul Yaqin fi Siirati Sayyidil Mursaliin karya Syekh Muhammad Al-Khudhari Bek

Baca Juga :  Al-Ghazali dan Kitab Nasihat untuk Para Pemimpin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here