Sejarah Idul Fitri dan Idul Adha

0
732

BincangSyariah.Com – Dalam setiap tahun ada dua hari yang dimuliakan oleh Allah Swt. Pada hari tersebut umat Islam dilarang berpuasa yaitu pada Idulfitri dan Iduladha. Dalam hadits dijelaskan bahwa asal-usul adanya dua hari yang mulia ini berkaitan dengan tradisi orang jahiliyyah yang dalam setiap tahunnya memiliki kebiasaan mengkhususkan bermain pada dua, yang kemudian dua hari itu oleh Nabi diganti dengan hari yang lebih baik yaitu Idulfitri dan Iduladha. Tidak lain pergantian ini dimaksudkan agar tradisi masyarakat jahiliyyah tersebut hilang dan diganti dengan sesuatu yang lebih baik.

Anas Bin Malik berkata :

عَنْ أَنَسْ بِنْ مَالِكْ رَضِيَ الله عنهُ قَالَ : كَانَ لأَهلِ الْجَاهِليةِ يَوْمَانِ فِيْ كُلِّ سَنَةٍ يَلْعَبُوْنَ فِيْهِمَا ، فَلَمَّا قَدَّمَ النَّبِيْ صلى الله عَلَيْه وَسَلَّمَ الْمَدِيْنَةَ قَالَ : كَانَ لَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُوْنَ فِيْهِمَا ، وَقَدْ أَبْدَلَكُمُ الله بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَومَ الْفِطْرِ وَ يَومَ الأضْحَى ، رواه أبوداود والنسائي.

“Masyarakat Jahiliyyah dalam setiap tahunnya memiliki dua hari yang digunakan untuk bermain, ketika Nabi Saw datang ke Madinah, beliau bersabda ; “ kalian memiliki dua hari yang biasa digunakan bermain, sesungguhnya Allah telah mengganti dua hari itu dengan hari yang lebih baik yaitu Idulfitri dan Iduladha”. (HR. Abu Dawud & Nasa’i)

Terdapat keterangan bahwa dua hari yang setiap tahunnya digunakan untuk pesta pora oleh masyarakat jahiliyyah itu disebut dengan Nairuz dan Mahrajan. Dalam setiap tahunnya dua hari ini digunakan oleh masyarakat jahiliyyah untuk pesta pora, diisi dengan mabuk-mabukan, dan menari-memari. Konon Nairuz dan Mahrajan adalah hari raya orang Persia Kuno. Setelah turunnya kewajiban puasa ramadhan kemudian Nabi Saw mengganti hari raya Nairuz dan Mahrajan dengan Idulfitri dan Iduladha. Tujuannya agar manusia memiliki tradisi yang lebih baik yang sejalan dengan apa yang disyari’atkan oleh Allah Swt. (K.H. Hasyim Asy’ariIrsyadu as-Saari’, , Juz III, h.68).

Oleh sebab itu, pada hari raya, baik Idulfitri dan Iduladha hendaknya masyarakat muslimin bisa menggunakan waktunya dengan baik, seperti mengisi waktu dengan bersilaturrahmi, saling memaafkan, memperbanyak dzikir, dan membaca takbir. Dengan demikan tujuan adanya hari raya Idulfitri dan Iduladha sebagai hari terbaik yang datang dalam setiap tahun dapat terwujud, yang kemudian diharapkan bisa menghapuskan tradisi kaum jahiliyyah.

Baca Juga :  Sekilas Tentang Imam Zarruq dan Kitab Qawaid al-Tashawwuf

Wallahu a’lam Bisshawab…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here