Sebelas Intisari Ilmu dalam Surah al-Baqarah

0
842

BincangSyariah.Com – Surat al-Baqarah merupakan surat terpanjang dalam Alquran yang mencapai dua juz setengah. Menurut Dr. Abdullah Mahmud Syahat dalam Ahdaf Kulli Surati wa Maqashiduha Ia merupakan surat pertama yang diturunkan di Madinah, dengan jumlah 286 ayat dan 6121 kalimat.

Surat ini dinamai surat al-Baqarah karena satu-satunya surat yang menceritakan kisah ajaib tentang ekor sapi yang dipukulkan ke badan seorang bani Israil yang terbunuh, sehingga ia bangun dan memberikan kesaksian tentang siapa yang membunuhnya, kejadian pembunuhan ini terjadi pada masa Nabi Musa As.

Setidaknya terdapat sebelas intisari ilmu yang dapat dipelajari dalam surah al-Baqarah, yaitu;

Pertama, menjelaskan pokok-pokok akidah dan memuat tentang bukti-bukti keesaan Allah dan awal mula penciptaan manusia.

Kedua, menjelaskan tentang bagaimana reaksi macam-macam manusia ketika didatangkan di hadapannya hidayah atau petunjuk Alquran. Dan dijelaskan bahwa mereka dalam menghadapinya terbagi menjadi tiga golongan; Mukmin, Kafir, dan Munafik.

Ketiga, surat al-Baqarah menyajikan uraian tentang sejarah panjang bangsa Yahudi dan bagaimana usaha para Nabi mencoba menyadarkan mereka akan nikmat yang selama ini telah Allah berikan. Tapi mereka lebih memilih berpegang teguh dengan kepercayaan para leluhurnya.

Keempat, bagian akhir dari surat al-Baqarah mencakup tentang syariat Islam seperti puasa, i’tikaf, wasiat, dan larangan memakan harta orang lain dengan batil.

Kelima, mengajarkan agar umat manusia bisa membagi waktu dalam hidupnya, waktu untuk beribadah shalat dan kapan waktu bekerja.

Keenam, menjelaskan perintah tentang ibadah haji dan umrah.

Ketujuh, menjelaskan tentang jihad. Faktor-faktor yang mewajibkan jihad dan tujuan jihad yang benar yang dimaksud dalam syariat Islam.

Delapan, menjelaskan tentang hukum bertahap dalam pelarangan minum khamar atau minuman yang memabukkan. Melarang perjudian dan memakan harta anak yatim.

Baca Juga :  Di Zaman Nabi, Ini Peristiwa Penting di Bulan Sya’ban

Kesembilan, menjelaskan tentang haid dan tata cara bersucinya, hukum bercerai, iddah (menunggu bagi wanita yang diceraikan) , khuluk (permintaan cerai dari istri pada suami) dan terkait ibadah wanita hamil dan menyusui.

Sepuluh, menerangkan tentang jual beli dan haramnya riba. Serta anjuran berinfak dan sedekah di jalan Allah.

Sebelas, menerangkan tentang aturan berhutang dan gadai. Serta keharusan mencatat utang piutang dan menghadirkan saksi.

Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here