Saling Memaafkan di Hari Raya Idul Fitri

0
2584

BincangSyariah.Com – Hari raya idul fitri merupakan hari besar umat muslim dunia, khususnya kita di Indonesia. Bahkan, jika tidak berlebihan, kita bisa katakan idul fitri itu hari besar semua masyarakat Indonesia tanpa melihat agamanya. Pasalnya idul fitri merupakan libur panjang yang dimanfaatkan setiap orang untuk pulang kampung. Seperti teman kami misalnya, memanfaatkan idul fitri untuk mudik. Menjenguk keluarga melepas rindu.

Mudik merupakan tradisi yang sejak lama telah dilakukan masyarakat Indonesia. Mudik menjelang Idul fitri adalah momentum silaturahmi antar keluarga. Idul fitri dari segi bahasa tidak memiliki makna yang spesial. ‘Idul fitri adalah kembali makan. Namun bagi masyarakat indonesia idul fitri tidak hanya ajang perayaan selesainya puasa Ramadhan. Idul fitri adalah silaturahmi menjalin hubungan antar keluarga dan masyarakat.

Ucapan selamat terus bertebaran dari yang baru kenal, kenal lama, sampai yang mungkin sudah lupa. Bahkan ucapan selamat tidak hanya datang dari sesama muslim, tapi juga dari saudara kita yang non muslim. Ucapan selamat ini memberikan makna kepada kita bahwa ketenangan jiwa dan keselamatan memberikan ikatan kekeluargaan yang baik.

Ini lah yang diajarkan idul fitri. Idul fitri memberikan kita pelajaran agar saling memaafkan dan saling mengunjungi. Biasanya setelah shalat idul fitri kita saling bersalaman seraya meminta maaf dan memaafkan. Sungguh tradisi yang sangat indah. Di mana orang lain sulit untuk memaafkan dan cendrung untuk marah, di hari raya idul fitri kita menebar maaf.

Sikap memaafkan adalah sikap paling terpuji. Sebagaimana Allah swt mengatakan :

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: … orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (Ali Imran: 134)

Baca Juga :  Lima Bahaya Makan Terlalu Kenyang Menurut Imam Ghazali

 

Di samping itu, idul fitri juga mengajarkan kita pentingnya menyambung silaturahmi. Setiap syawal biasanya kita akan berkunjung ke sanak keluarga, guru, sesama alumni. Baik itu sendiri-sendiri maupun kegiatan-kegiatan reuni yang memang sengaja dibuat pada saat idul fitri.

Media nyata silaturahmi yang diajarkan oleh leluhur kita adalah halal bi halal, saling melepaskan kesalahan.

Silaturahmi memanjangkan rezeki juga menambah usia. Rasulullah dalam satu hadis mengancam orang yang memutuskan tali silaturahmi. Di kesempata lain Rasulullah mengatakan bahwa muslim yang terbaik adalah yang menyambung silaturahmi.

Dua kegiatan besar memaafkan dan menyambung silaturahmi menjadi satu dalam idul fitri. Semoga Allah swt menjadikan kita umat yang saling memaafkan dan kokoh dalam persaudaraan.

Wallahu a’lam.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here