Salahuddin Wahid: Sosok Kiai Moderat dan Nasionalis

0
274

BincangSyariah.Com – Dr. (H.C) Ir. H. Salahuddin Wahid, atau biasa dipanggil Gus Solah, adalah putra pasangan KH. Wahid Hasyim bin KH Hasyim Asy’ari dan Sholehah. Ia merupakan adik kandung dari Presiden RI keempat, Abdurrahman Wahid. Keluarga yang berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU) ini memang memiliki sumbangsih besar terhadap masyarakat Indonesia maupun dunia.

Gus Solah adalah tokoh Hak Asasi Manusia (HAM) yang sekarang menjadi pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang ke-7, sekaligus menjadi rektor Universitas Hasyim Asyari (Unhasy) Tebuireng Jombang. Kiprah beliau di bidang pendidikan mengantarkannya mendapatkan gelar doktor kehormatan di bidang manajemen Islam dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada tahun 2011.

Pria yang lahir di Jombang, 11 September 1942 ini merupakan salah satu tokoh Islam Indonesia yang dikenal sebagai sosok ulama moderat dan nasionalis. Hal ini terlihat dari kiprah dan karyanya yang dijadikan banyak referensi oleh tokoh-tokoh nasional di tanah air.

Kiai yang dikaruniai tiga anak ini melanjutkan perjuangan sang ayah dan kakeknya dalam memperjuangkan Islam di Indonesia . Melalui karyanya “Memadukan Keislaman dan Keindonesiaan” yang diterbitkan oleh Pustaka Tebuireng, beliau banyak memaparkan pandangan kebangsaan.

Sejauh ini beliau selalu mengingatkan bahwa Indonesia dan Islam memiliki hubungan romantisme yang baik, jadi tidak ada yang berbenturan antara satu dengan yang lain. Seharusnya kita memelihara apa yang telah diamanatkan oleh founding fathers dalam berbagai UU yang mengakomodasi ke-Islaman dan ke-Indonesiaan, bukan malah menghancurkannya.

Karyanya mempunyai peran besar dalam pembangunan karakter kebangsaan. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Moh. Nuh yang turut hadir dalam launching buku “Memadukan Keislaman dan Keindonesiaan”, mengungkapkan bahwa karya tersebut merupakan sebuah pemikiran yang mampu mempererat kebangsaan dan langkah awal dalam memajukan dunia teknologi tanah air.

Baca Juga :  Allah Menegur Nabi yang Melarang Bersedakah pada Non-Muslim

Selain buku yang baru saja diluncurkan itu, karya-karya lain Gus Solah yang telah diterbitkan, antara lain, Negeri di Balik Kabut Sejarah, Mendengar Suara Rakyat, Menggagas Peran Politik NU, Basmi Korupsi, Jihad Akbar Bangsa Indonesia,  Ikut Membangun Demokrasi, Pengalaman 55 Hari Menjadi Calon Wakil Presiden, dan Berguru pada Realitas: Refleksi Pemikiran KH. Salahuddin Wahid Menuju Indonesia Bermartabat. Selain itu, banyak tulisan beliau yang dimuat di berbagai media

Beliau juga mengungkapkan bahwa di tengah konstelasi politik nasional dan beragam keributan di bumi pertiwi ini, jasa dan pemikiran KH. Hasyim Asy’ari dalam memadukan ke-Islaman dan ke-Indonesiaan mulai terkikis. Padahal semua proses penyusunan rumusan dasar Negara, pembentukan menteri Negara, hingga sinkronisasi pendidikan nasional dan pendidikan Islam adalah buah dari pemikiran KH. Hasyim Asy’ari, yang kerap diwakili oleh KH. Wahid Hasyim, Menteri Agama kabinet pertama Indonesia.

Dengan melihat pekembangan situasi kebangsaan yang memprihatinkan, Gus Solah mendirikan Pusat Kajian Pemikiran KH Hasyim Asy’ari Tebuireng (PKPHAT) guna mempersatukan umat Islam yang kian di ambang perpecahan. Pusat kajian tersebut mempunyai kepentingan dan kewajiban melakukan al muhafadhah, meresapkan, mengaktualisasikan, dan mengimplementasi pemikiran Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari.

Konsep yang ditawarkan menjadi bentuk rekonsiliasi konflik internal di dalam NU, konflik internal di dalam Islam, dan konflik yang melanda dunia internasional. Adapun konsep yang digunakan adalah konsep alishlahiyah (akomodatif) dan attawasuthiyah (moderat).

Harapan dari Pusat Kajian Pemikiran Hasyim Asy’ari ini dapat menjadi second track of deplomacy and global peace (jalur pilihan diplomasi dan perdamaian global) sebagaimana yang telah dilakukan oleh Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari sepulang studi dari Makkah al-Mukaramah dalam menyelamatkan umat Islam dari keterkungkungan bermazhab yang dipaksakan oleh Raja Ibnu Saud.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here