Sahabat yang Menjadi Utusan Nabi Kepada Para Raja

0
30

BincangSyariah.Com – Dalam kitab-kitab sirah nabawiyah disebutkan bahwa selain berdakwah secara langsung, Rasulullah juga berdakwah dengan cara mengirim surat kepada para raja Arab dan non-Arab untuk memeluk Islam. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Rasulullah mengutus sejumlah sahabat yang menjadi utusan Nabi kepada para raja untuk mengantarkan surat-surat yang ingin Rasulullah sampaikan.

Dalam kitab Tarikh al-Hawadits wa al-Ahwal an-Nabawiyyah, Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki menyebutkan setidaknya sepuluh nama sahabat yang menjadi utusan Nabi kepada para raja yang berada di sekitar jazirah Arab pada waktu itu,

Salah satu manuskrip surat Rasulullah Saw.
Salah satu manuskrip surat Rasulullah Saw.
  1. Amr bin Umayyah Al-Dhamri. Ia diutus oleh Rasulullah untuk mengantarkan surat kepada Raja Najasyi yang bernama Ashhamah.
  2. Dihyah bin Khalifah Al-Kalbi. Ia diutus oleh Rasulullah untuk mengantarkan surat kepada Raja Romawi yang bernama Hiraqlah atau Heraklius.
  3. Abdullah bin Hudzafah As-Sahmi. Ia diutus oleh Rasulullah untuk mengantarkan surat kepada Raja Persia.
  4. Hatib bin Abi Balta’ah. Ia diutus oleh Rasulullah untuk mengantarkan surat kepada Raja Mesir dan Iskandariyah yang bernama Juraij bin Matta yang bergelar Al-Muqauqis.
  5. Amr bin Al-‘Ash. Ia diutus oleh Rasulullah untuk mengantarkan surat kepada Jaifar dan Abd. Keduanya adalah anak Al-Julanda, Raja Oman.
  6. Sulaith bin Amr Al-‘Amiri. Ia diutus oleh Rasulullah untuk mengantarkan surat kepada Hawdzah bin Ali Al-Hanafi, penguasa Yamamah.
  7. Syuja’ bin Wahb Al-Asadi. Ia diutus oleh Rasulullah untuk mengantarkan surat kepada Al-Harits bin Abi Syamr, pemimpin Damaskus di Syam atau Syiria.
  8. Al-Muhajir bin Abi Umayyah Al-Makhzumi. Ia diutus oleh Rasulullah untuk mengantarkan surat kepada Al-Harits Al-Humairi di Yaman.
  9. Al-‘Ala’ bin Al-Hadhrami. Ia diutus oleh Rasulullah untuk mengantarkan surat kepada Al-Mundzir, Raja Bahrain.
  10. Abu Musa Al-Asy’ari. Ia diutus oleh Rasulullah ke negeri Yaman. Ia ditemani oleh sahabat yang lain, yaitu Mu’adz bin Jabal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here