Sahabat-Sahabat Nabi yang Paling Utama

0
866

BincangSyariah.Com – Sahabat merupakan generasi awal Islam yang menjumpai dan mengimani Rasulullah saw. beserta ajarannya. Syekh Mahmud At-Thahhan di dalam kitab Taisir Musthalah Al-Hadis menjelaskan bahwa di antara para sahabat terdapat sahabat-sahabat yang paling utama sebagaimana berikut.

أفضلهم على الإطلاق أبو بكر الصديق ثم عمر رضي الله عنهما بإجماع أهل السنة، ثم عثمان ثم علي، علي قول جمهور أهل السنة، ثم تمام العشرة، ثم أهل بدر، ثم أهل أحد، ثم أهل بيعة الرضوان

Sahabat yang paling mulia di antara mereka secara mutlak berdasarkan ijma’ ahlus sunnah adalah Abu Bakar As-Siddiq r.a. kemudian Umar r.a., lalu menurut pendapat mayoritas ahlus sunnah Usman r.a. kemudian Ali, lalu sepuluh sahabat lainnya (yang dijamin masuk surga), ahlu badr, ahlu uhud, kemudian, ahlu bai’atir ridhwan.

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka sahabat-sahabat Nabi saw. yang paling mulia adalah sebagai berikut.

Pertama: Abu Bakar As-Shiddiq r.a. Beliau adalah sahabat yang pertama kali masuk Islam dari kalangan laki-laki sekaligus menjadi khalifah yang pertama menggantikan Rasulullah saw. Beliau sahabat yang dekat sekali dengan Rasulullah saw. yang kemudian menjadi mertua Rasulullah saw. yang menikah dengan ‘Aisyah r.a. putrinya.

Kedua: Umar bin Al-Khattab r.a. Beliau adalah khalifah kedua setelah Abu Bakar As-Shiddiq yang dikenal sangat pemberani sehingga diberi julukan Al-Faruq (sang pembeda antara yang benar dan salah). Beliau juga merupakan mertua Rasulullah saw. yang menikah dengan putrinya bernama Hafshah.

Ketiga: Usman bin ‘Affan r.a. Beliau adalah sahabat yang menjadi khalifah ketiga. Beliau memiliki julukan Dzun Nurain atau orang yang memiliki dua cahaya disebabkan karena beliau menikahi dua putri Rasulullah saw. Ruqayyah dan Ummu Kultsum.

Baca Juga :  Tertawa di dalam Ayat-Ayat Al-Qur'an

Keempat: Ali bin Abi Thalib r.a. Beliau adalah sahabat yang menjadi khalifah keempat. Beliau merupakan orang yang pertama kali masuk Islam dari kalangan anak-anak. Selain menjadi keponakan Rasulullah saw., beliau juga adalah menantu Rasulullah saw. yang menikah dengan Fatimah r.a.

Kelima: Sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga. Mereka adalah Sa’ad bin Abi Waqqash, Sa’id bin Zaid, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin ‘Awwam, Abdurrahman bin ‘Auf, dan Abu Ubaidah bin Al-Jarrah. Sementara empat lainnya adalah empat sahabat yang telah tersebut di atas; al-khulafaur ar-rasyidun.

Keenam: Sahabat-sahabat yang ikut perang Badar di tahun 2 H. Mereka berjumlah 313 sahabat yang dapat memenangkan peperangan melawan kaum musyrikin yang berjumlah lebih banyak dari mereka melalui bantuan tentara malaikat dari Allah swt. Sekitar empat belas sahabat terbunuh dalam perang Badar.

Ketujuh: Sahabat-Sahabat yang ikut perang Uhud di tahun 3 H. Di antara sahabat muhajirin yang gugur saat perang Uhud adalah sahabat Hamzah bin Abdul Muthallib dan Mush’ab bin Umair. Adapun salah satu sahabat yang gugur dari kalangan Anshar adalah Hanzhalah bin Abu ‘Amir , ‘Amr ibn Al-Jamuh dan anaknya yang bernama Khallad bin ‘Amr serta saudara laki-laki istrinya, yaitu orang tua Jabir bin Abdullah.

Kedelapan: Sahabat-sahabat yang ikut bai’atur ridhwan. Di tahun keenam hijriyah Rasulullah saw. mengajak orang-orang untuk berbaiat kepadanya dengan menyatakan kesediaan mereka berperang, lalu mereka berbaiat kepada Rasulullah saw. di bawah sebuah pohon yang terdapat di tempat tersebut. Selanjutnya pohon tersebut dinamakan syajaratur ridhwan (pohon tempat kaum muslimin mengucapkan baiatnya untuk rela berkorban demi agama). Pohon itu pada masa khalifah Umar ditebang disebabkan banyak orang yang menyalahgunakan tempat tersebut.

Baca Juga :  Mengenal Budaya Mengelana Ulama Mencari Ilmu

Demikianlah sahabat-sahabat Nabi saw. yang paling mulia menurut ijma’ dan mayoritas ulama ahlus sunnah. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here