Ummu Sulaim dan Lika-Liku Hidupnya

1
2703

BincangSyariah.com – Abu Thalhah memiliki istri bernama Ummu Sulaim. Dari pernikahan mereka, lahirlah seorang anak bernama Abu ‘Umair. Namun, nahas anak mereka tidak berumur panjang. Selain itu, saat anak mereka wafat Abu Tholhah tidak sedang berada di rumah. Melihat kondisi tersebut, Ummu Sulaim mengatakan kepada keluarganya: “tolong jangan beritahu Abu Thalhah. Biar saya saja yang memberitahunya !” Setelah selesai penguburan anak mereka, kemudian Abu Thalhah tiba di rumah. Ummu Sulaim memberikan jamuan kepada suaminya, makan dan minum. Bahkan, untuk menyenangkan sang suami, Ummu Sulaim membuat suasana menjadi seolah tidak ada apa-apa. Ummu Sulaim pun memadu kasih bersama Abu Thalhah.

Setelah Ummu Sulaim melihat Abu Thalhah sudah nyaman. Kemudian, ia bertutur kepada suami tercinta, “Suamiku Abu Thalhah, menurutmu kalau ada sebuah masyarakat meminjamkan sesuatu kepada sebuah keluarga . Kemudian, masyarakat itu ingin mengambil kembali apa yang dipinjamkannya. Apakah keluarga itu boleh menghalang-halangi ? Abu Thalhah lalu menjawab: “tentu tidak boleh !. Ummu Sulaim lalu berkata: “maka bersabarlah atas kematian anakmu !” Abu Thalhah tentu kaget mengapa istrinya tidak memberitahukan kondisi yang sangat pilu ini. Dengan nada marah ia berkata, “engkau membiarkan aku berlumur darah dulu karena perang, kemudian engkau baru cerita kalau anak kita wafat ?!”

Setelah mendengar kabar itu, Abu Thalhah keluar dengan rasa sedih hingga bertemu Rasulullah Saw. Ia lalu cerita apa yang terjadi. Mulai dari ia pulang namun ia tidak diberitahu kalau anak mereka wafat. Sampai istrinya yang tetap melayaninya meski dalam keadaan duka. Rasulullah Saw. mendengar hal itu justru Abu Thalhah beserta Ummu Sulaim didoakan, “Semoga Allah senantiasa memberkahi kalian berdua dii malam itu.”

Baca Juga :  Utsman Thaha; Sang Maestro Khath Al Quran

Tak lama, Ummu Sulaim hamil kembali. Disaat berbahagia kembali menunggu sang anak keluar ke alam dunia. Rasulullah Saw. kembali menyerukan untuk berjihad. Abu Thalhah, yang senantiasa mendampingi Rasulullah Saw, tidak tega meninggalkan istrinya yang sudah masuk kepada masa hampir melahirkan. Namun, ia juga berkeinginan kuat untuk terus taat kepada Rasulullah Saw. Ia lalu berseloroh, “Ya Allah, kau tahu bahwa aku senantiasa keluar jika Nabi Saw. memutuskan untuk keluar, dan kembali jika beliau memerintahkan untuk kembali. Sementara, saat ini aku tertahan untuk pergi.” Mendengar hal itu, Ummu Sulaim malah berkata: “saya tidak pernah menemukan sikap seperti itu dari yang lain kecuali dari engkau. Mari kita pergi susul Rasulullah Saw !”

Mereka justru memutuskan untuk ikut bersama Nabi. Padahal kondisi Ummu Sulaim sedang akan melahirkan. kEtika mereka berdua sampai kepada rombongan, Ummu Sulaim melahirkan. Ia lalu berpesan kepada Anas bin Malik, putranya dengan pernikahan sebelumnya, “Anas, jangan ada seorangpun yang menyusuinya sampai bayi ini bertemu Rasulullah Saw.”

Ketika pagi tiba, Anas membawa bayi tersebut kepada Rasulullah Saw. Rasul yang sedang memegang alat cap (untuk kuda) lalu mengatakan, “Ummu Sulaim sudah melahirkan ya ?” Anas mengiyakannya. Mereka berdua pun menemui keluarga yang baru dikaruniai seorang bayi laki-laki ini. Rasulullah Saw. kemudian meminta dibawakan sebutir kurma ‘Ajwa, kemudian melumatkannya di dalam mulutnya. Setelah itu, Rasulullah mengusapkannya ke mulut bayi ini. Bayi ini pun perlahan menguyahnya sedikit. Kemudian Rasulullah berujar, “lihatlah bagaimana kaum Anshar begitu mencintai kurma.” Sambil terus menimang-nimang bayi laki-laki ini, Rasul memberinya nama ‘Abdullah.

Seorang dari kalangan Anshar (penduduk Madinah) pernah berkomentar tentang keluarga Abu Thalhah ini, “mereka akhirnya memiliki Sembilan anak dan seluruhnya ahli Alquran !”

Baca Juga :  Umair bin Wahab; Sahabat yang Masuk Islam Saat Hendak Membunuh Rasulullah

Demikian diantara sekelumit lika-liku kehidupan Ummu Sulaim bersama Abu Thalhah al-Anshari. Ummu Sulaim adalah perempuan dari suku Khazraj. Ummu Sulaim adalah diantara orang-orang pertama yang menerima agama Islam di Yatsrib. Saat ia masuk Islam, suaminya Malik bin Nadhir, marah besar. Ia berniat untuk memberikan ancaman kepada istrinya sekembalinya dari berdagang di Syam. Nahas, ia terbunuh di perjalanan. Dari pernikahan pertama ini, lahirlah Anas bin Malik, yang kelak akan menjadi salah satu anak yang dirawat Rasulullah Saw. sejak usia 10 tahun.

Ummu Sulaim lalu dilamar oleh Abu Thalhah al-Anshari. Sayangnya, waktu melamar Ummu Sulaim Abu Thalhah belum beriman. Ummu Sulaim mengatakan, “Duhai Abu Thalhah, sosok sepertimu tidak pantas ditolak. Tetapi, engkau adalah lelaki yang belum beriman. Dan, saya adalah wanita muslimah yang tidak halal bagi engkau. Jika kamu masuk Islam, itulah mahar (menikahiku).” Abu Thalhah pun menerima permintaan itu.

 

 

*Kisah ini disarikan dari Hadis Nabi Saw. Hadisnya penulis salin dari kutipan  dalam situs: alukah.net 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here