Sahabat Nabi yang Pertama Kali Diperintahkan Adzan

0
25

BincangSyariah.Com – Adzan disyariatkan pada tahun pertama hijriyah. Menurut para ulama, sahabat Nabi yang pertama kali diperintahkan adzan oleh Nabi Saw adalah sahabat Bilal bin Rabah. Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim, dari Abdullah bin Umar, dia berkata;

كان المسلمون حين قدموا المدينة يجتمعون، فيتحينون الصلاة ليس ينادى لها، فتكلموا يوماً في ذلك، فقال بعضهم: اتخذوا ناقوساً مثل ناقوس النصارى، وقال بعضهم: بل بوقاً مثل قرن اليهود، فقال عمر: أو لا تبعثون رجلاً ينادي بالصلاة، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: يا بلال: قم فناد بالصلاة

Artinya:

Kaum muslimin dahulu ketika datang di Madinah, mereka berkumpul lalu memperkira-kira waktu sholat, tanpa ada yang menyerunya, lalu mereka berbincang-bincang pada satu hari tentang hal itu. Sebagian mereka berkata, gunakan saja lonceng seperti lonceng yang digunakan oleh Nashrani.

Sebagian mereka menyatakan, gunakan saja terompet seperti terompet yang digunakan kaum Yahudi. Lalu Umar berkata; Bukankah lebih baik dengan mengumandangkan suara untuk memanggil orang shalat. Lalu Rasulullah berkata; Wahai Bilal bangunlah dan kumandangkanlah adzan untuk shalat.

Berdasarkan hadis ini, para ulama berpendapat bahwa sahabat Nabi yang pertama kali diperintahkan adzan oleh Nabi Saw adalah Bilal bin Rabah. Di antara alasan Nabi Saw menyuruh Bilal bin Rabah untuk mengumandangkan adzan dibanding sahabat-sahabat yang lain adalah karena suaranya lebih bagus dan lebih merdu. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Abu Daud dari Abdullah bin Zaid, dia berkata;

لمَّا أصبحنا أتينا رسولَ اللهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ فأخبرتُه بالرُّؤيا فقالَ إنَّ هذِه لرؤيا حقٍّ فقم معَ بلالٍ فإنَّهُ أندى وأمدُّ صوتًا منكَ فألقِ عليهِ ما قيلَ لَك ولينادِ بذلِك قالَ فلمَّا سمعَ عمرُ بنُ الخطَّابِ نداءَ بلالٍ بالصَّلاةِ خرجَ إلى رسولِ اللهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ وَهوَ يجرُّ إزارَه وَهوَ يقولُ يا رسولَ اللهِ والَّذي بعثَك بالحقِّ لقد رأيتُ مثلَ الَّذي قالَ فقالَ رسولُ اللهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ فللَّهِ الحمدُ فذلِك أثبتُ

Artinya:

Ketika masuk waktu Shubuh, kami mendatangi Rasulullah Saw dan aku mengabarkan kepada beliau mengenai mimpi (mimpi kalimat adzan). Kemudian Rasulullah Saw berkata; Ini adalah mimpi yang benar, maka bangunlah kamu bersama Bilal karena ia lebih merdu dan lebih panjang suaranya dibanding kamu, lalu kamu diktekan padanya apa yang dikatakan padamu (dalam mimpi).

Abdullah bin Zaid berkata; Setelah Umar bin Al-Khaththab mendengar panggilan Bilal untuk shalat, dia keluar menemui Rasulullah Saw sambil menarik sarungnya, dan dia berkata ‘Wahai Rasulullah Saw, demi Dzat yang mengutusmu dengan benar, sungguh aku telah bermimpi seperti apa yang dikumandangkan Bilal. Kemudian Rasulullah Saw berkata; Bagi Allah segala puji, maka hal itu lebih meyakinkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here